
Alex melepaskan bibir Nadira dengan terengah-engah. Pun dengan Nadira yang seakan kehabisan napas meladeni permainan bibir Alex yang menuntut.
"Sekarang aku berikan satu kesempatan padamu, pergilah sejauh mungkin dari hidupku. Kamu bebas melakukan apapun yang kamu ingin kan," ucap Alex dengan nafas memburu.
Ia memalingkan wajahnya dari Nadira dengan tangan yang terkepal hingga buku-buku jarinya memutih. Lelaki itu mencoba menahan sesak di dada saat kata demi kata meluncur dari bibirnya.
Sudut mata Nadira mengembun mendengar ucapan yang Alex layangkan. Kepedihan merayapi hati yang sudah dipenuhi oleh nama suaminya.
"Aku hanya akan pergi kalau kamu yang menginginkannya. Aku tidak akan pergi atas keinginan ku sendiri. Aku akan terus bertahan di sisi mu selama kamu masih bersedia menerima ku," ungkap Nadira seraya tertunduk.
Perempuan itu tak lagi mampu menahan sesak yang menyerang tiba-tiba saat Alex memintanya pergi. Bulir bening menetes begitu saja membasahi kedua belah pipi tirusnya.
"Aku bisa menjadi lelaki yang sangat egois jika aku sudah memutuskan sesuatu. Kalau kau tidak mau mengambil kesempatan ini, jangan pernah berharap ada lain kali. Karena aku tidak akan pernah melepaskanmu setelah ini," bisik Alex serak persis di telinga Nadira.
Bisikan itu mengirimkan gelenyar yang merayapi seluruh aliran darah Nadira. Ada rasa yang membuncah saat mendengar Alex mengatakannya. Deru nafasnya kian memburu dengan debaran yang terus menggema.
"Apa kamu akan benar-benar menginginkanku setelah mengetahui semuanya? Apa kamu benar tak akan melepaskan ku jika kamu tahu perempuan seperti apa diriku?" tanya Nadira seraya terisak.
Rasa sesal itu tiba-tiba mengungkungnya. Ia tak pernah membayangkan bahwa rasa cinta mendalam bisa ia rasakan, hingga membuatnya merasa malu atas dosa yang pernah ia lakukan.
Ia hidup dalam lingkungan bebas yang mengkerdilkan arti sebuah keperawanan. Tak perlu menikah hanya untuk melakukan hubungan terlarang. Ia bahkan tak pernah menganggapnya penting saat bersama dengan Ravka.
Namun, sekarang rasa itu tiba-tiba merengkuhnya. Ia baru menyadari bahwa hal itu seharusnya ia berikan untuk orang yang berhak mendapatkannya. Seandainya ia dulu lebih menghargai dirinya sendiri. Seandainya. Kata itu terus terngiang dalam hati Nadira. Hingga membuat air mata terus membanjir tak terbendung.
"Kenapa kamu menangis?" Alex mengangkat dagu Nadira menatap dalam mata sendu yang mengisyaratkan perih.
"Apa ada orang yang memaksamu untuk tetap ada di sini?" tanya Alex dengan hati berdenyut perih.
Nadira menggeleng dengan lemah. Ia memaksakan seulas senyum dalam tangis. "Aku merasa tak pantas ada di sini. Tapi aku tak sanggup jika harus pergi," ucap Nadira membuat dahi Alex mengerut.
Ada banyak teka-teki dalam ucapan Nadira yang membuat Alex semakin tak sabar.
"A-aku ... aku ingin mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuatmu benci dan jijik pada ku setelah mendengarnya," ucap Nadira meragu.
"Katakanlah. Aku akan mendengar semua yang akan kamu sampaikan," ucap Alex cepat.
Alex berjalan menuju sofa di sudut kamar di ikuti Nadira di belaknganya. Berjalan gontai dengan beban yang mendera dalam hati. Perempuan itu menarik nafas panjang dan mengembuskan nya perlahan sebelum mengghempaskan tubuhnya persis di sebelah Alex.
*********************************************
Maaf yah man teman semua.. bukan bermaksud mengeluh atau jadi author baperan.. tapi aku itu sebetulnya udah hilang semangat lanjut novel ini.. karena sebelum kontrak, novel ini levelnya tinggi.. setelah kontrak levelnya turun.. aku semangat karena novel ini sempat masuk top 10 rank.. tapi apalah daya manusia cuma berencana.. tepat bersamaan dengan itu, aku ternyata harus ikut ujian hidup yang tidak bisa di tunda.. pas balik level drop.. tapi saat up, masih banyak yang nunggu cerita ini bikin aku berusaha untuk terus semangat.. tapi sayangnya makin aku berusaha semangat untuk nulis, level aku makin di bikin drop sampai di level terendah.. hanya kalian yang buat aku survive lanjutin cerita ini.. so jangan lupa terus suntik semangat dengan komen di tiap babnya.. baca komen kalian mood boster buat aku.. biar tetep lunasin hutang aku sama kalian.. menyelesaikan cerita ini sampai tamat. itu juga kenapa tiap bab sekarang jadi pendek...sengaja satu bab ku buat jadi 2 atau 3 part..
Makasih karena kalian udah suport aku dengan komen2 yang bikin aku ngakak.. hahhahahahaaa
yang masih mau lanjut malam ini jangan lupa kencengin komennya..