PERFECT IMPERFECTION

PERFECT IMPERFECTION
PI 17# Heran



Jantung Nadira tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat, saat mobil yang ditumpanginya memasuki pekarangan mewah kediaman keluarga Dinata. Perempuan yang hari ini mengenakan celana bahan berwarna hitam yang dipadu dengan blouse peach bermodel sederhana itu merapalkan do'a dalam hati agar diberi keberanian berlebih untuk menghadapi seluruh penghuni rumah mewah di hadapannya.


"Terimakasih, Pak," ucap Nadira lembut pada Dito, supir yang sudah bertahun-tahun mengabdi pada keluarga Dinata.


"Eh, iya ... Sama-sama, Non," jawab Dito kikuk, tak menyangka akan mendapatkan ucapan terimakasih yang terdengar tulus dari Nadira.


Tentu saja tidak heran jika sampai Dito mengernyitkan dahi. Ini bukan pertama kalinya Dito menyupiri sang majikan. Namun, baru kali ini ia merasa dihargai dan diperlakukan dengan baik oleh Nona Muda nya itu.


Ketika baru saja menutup pintu mobil, Nadira sudah disambut oleh Bi Mimah, Kepala Asisten Rumah Tangga yang mengepalai seluruh pekerja di rumah mewah Kakek Bayu.


"Selamat datang, Non," sapa Bi Mimah seperti dahulu saat ia masih tinggal di rumah ini.


Tak ada yang berubah dengan kebiasaan para pekerja di sini. Hanya dirinya yang sudah jauh berbeda. Ia merasa bukan lagi menjadi bagian dari rumah serta keluarga Dinata, hingga membuat ia merasa tak layak mendapat perlakuan berlebih dari para pekerja di rumah ini.


"Non Alea sudah menunggu anda di ruang tengah," ucap Bi Mimah memberitahu.


"Makasih yah, Bi," ucap Nadira lembut yang membuat Bi Mimah menahan kernyitan menggurat di dahi.


Nadira masuk dengan langkah canggung menuju ruang tengah. Matanya menangkap tiap sudut ruangan yang tak memperlihatkan perubahan berarti semenjak ia meninggalkannya.


Hatinya kian berdegup kencang setiap kali ia semakin dalam memasuki rumah. Sembari celingukan ke kanan dan kiri, bibirnya berkedut seolah merapalkan mantra. Berharap dengan begitu ia mampu menguatkan pertahanan diri.


Dalam sudut hati terdalam, ia menemui sebuah keraguan. Antara menginginkan kehadiran sosok yang begitu dirindukan ataukah berharap agar sudut matanya tak menangkap kehadiran Alex meski hanya bayangan. Dua kali pertemuan tak sengaja dengan sang suami, hanya menyisakan perih. Namun, tak dapat menepis rasa yang terus tumbuh semakin menggebu.


"Assalamualaikum, Nad," sapa Alea menepis ingatan akan Alex dari pikiran Nadira.


"Wa alaikum salam," jawab Nadira canggung.


"Baru sampe?" tanya Alea berbasa-basi.


"Iya ... Terimakasih sudah mengirimkan Pak Dito untuk menjemputku." jawab Nadira seraya mengukir senyum.


"Sama-sama." Alea balas tersenyum.


Terakhir kali bertemu dengan Nadira, Alea menyadari bahwa tak hanya penampilannya yang berubah sederhana, keseharian dan sikap Nadira lebih bersahaja. Bahkan Alea melihat dengan mata kepala sendiri, tanpa ragu Nadira menyetop angkutan umum dan menaikinya. Menyadarkan alea bahwa kebidupan Nadira kini tak lagi sama dengan yang pernah ia ketahui. Untuk itulah dia sengaja mengirimkan Dito menjemput perempuan yang terhubung dengannya karena ikatan perkawinan.


"Silahkan duduk," ucap Alea saat melihat Nadira berdiri canggung. "Ini masih menjadi rumahmu. Jadi jangan sungkan," imbuh Alea lagi.


Lagi-lagi hanya senyuman yang mampu Nadira ulas di bibir tipisnya. Mulutnya tak lagi mampu berkata-kata. Ia teringat setiap lontaran tajam yang pernah ia tujukan untuk sang dewi berhati malaikat di hadapannya, membuat Nadira tertunduk malu dengan segala sikapnya dulu.


Keramahan Alea membuat obrolan ringan mengalir di antara mereka. Namun, kegelisahan tak bisa Nadira sembunyikan.


"Mas Alex belum dateng," ucap Alea seakan bisa memahami apa yang menjadi kegelisahan Nadira.


Nadira terlonjak saat Alea dengan gamblang membaca apa yang tersirat dalam hati. Akan tetapi, perempuan itu sempat heran dengan pilihan kata datang yang tersemat dalam ucapan Alea.


"Mas Alex sudah tidak lagi tinggal di sini. Semenjak kepergian mu, dia memilih tinggal di apartemennya." Alea berucap saat menangkap raut tanya dalam ekpresi Nadira. "Tante Erica juga lebih banyak menghabiskan waktunya di Amerika. Dia hanya sesekali pulang ke sini," imbuh Alea menjelaskan keberadaan Ibu mertua Nadira itu.


Nadira dibuat terlonjak dengan berita yang baru saja menembus ke telinga. Tujuh bulan ini ternyata tak hanya mengubah kehidupannya. Ada banyak yang sudah berubah dalam kehidupan Alex.


Ah ... lagi-lagi nama sang suami terus berputar di kepala. Ia tak dapat menepis nama itu tertanam di dalam hati dan pikirannya. Hingga sedikit saja hal yang dapat menghubungkannya dengan sang pujaan akan langsung membuatnya terkenang.


"Mas Alex udah dateng?!" ucap Alea mengembalikan kesadaran Nadira yang sudah berkelana.


Tanpa komando, kepala Nadira memutar ke arah datangnya lelaki mempesona yang terus memenuhi ruang di cerebrum-nya. Membuat dua pasang mata itu kembali berserobok.


Hati Nadira berdenyut nyeri saat ia melihat tatapan dingin yang dilayangkan sang suami. Matanya mulai memanas saat teringat bagaimana dulu tatapan hangat selalu Alex berikan untuknya. Kini kehangatan itu membeku. Menghadirkan kecewa yang mendalam pada diri sendiri seraya merutuki kebodohannya yang menghadirkan nestapa.


"Untuk apa perempuan itu kemari?" tanya Alex menatap Alea tajam.


Meski Alea yang diberikan tatapan tajam, tapi hati Nadira yang serasa diiris sembilu.


"Kakek ingin menemui kalian berdua," jawab Alea tak terintimidasi dengan wajah sinis Alex. "Beliau sudah menunggu dari tadi. Jadi aku rasa sebaiknya kita segera menemui Kakek," ujar Alea seraya bangkit dari duduknya di ikuti Nadira.


Alex berjalan terlebih dahulu di depan kedua perempuan yang mengikutinya. Ia sengaja mempercepat langkahnya meninggalkan Nadira di belakang. Hatinya serasa mendidih setiap melihat kehadiran perempuan itu. Tak terkecuali hari ini yang membuat perasaan marahnya berkali lipat.


********************************************


Hallo semua...


Makasih yah udah doain baby ku.. Alhamdulillah dia udah mulai ceria walau masih GTM yang ngebuat emaknya pasrah dan menemui ahlinya saja. Emak ini nyerah tak tahu lagi harus apa..


Maaf juga yah belom bisa bikin part panjang-panjang.. aku nya kecapean kemaren, jadi belom bisa bikin part yang panjang-panjang..


tapi diusahain buat up date rutin lagi yah.. see u soon..