
"Tumben, hari ini kalian mengunjungi Kakek bersama," ucap Kakek Bayu saat Nadira dan Alex melangkah ke dalam kamar mewah berukuran luas tersebut.
Keduanya hanya melempar senyum menanggapi ucapan Kakek Bayu. Pria berusia senja itu mengalihkan tatapannya pada genggaman tangan Alex yang tak pernah lepas sejak pertama keduanya memasuki kamar Kakek Bayu.
Wajahnya mengukir senyum melihat pemandangan yang menyejukkan di usianya yang tak lagi muda. Tentu saja ia turut bahagia jika bisa menyaksikan kebahagiaan di wajah cucu-cucunya.
"Duduk lah kemari," ucap Kakek bayu menepuk sebelah tempat tidur kosong di sebelahnya.
Kesehatannya yang semakin menurun membuat Kakek Bayu lebih sering menghabiskan waktunya hanya di atas tempat tidur. Tempat yang paling nyaman baginya.
"Baik Kakek," ucap Alex bergegas mendekati Kakek Bayu.
Pria itu menarik sebuah kursi mendekati tempat tidur dan mendaratkan tubuhnya di sana. Ia membiarkan tempat yang tadi di maksudkan oleh Kakek Bayu untuk di tempati oleh Nadira.
"Bagaimana kondisi Kakek hari ini?" tanya Nadira memulai kata.
"Seperti biasa, Kakek selalu baik-baik saja berkat kalian. Kakek tak pernah kesepian karena kalian selalu bergantian menemani Kakek di sini. Kakek rasa itu membuat Kakek masih bisa bertahan selama ini," ucap Kakek Bayu dengan tawa khasnya.
"Aku yakin Kakek masih bisa bertahan sampai seratus tahun lagi," kekeh Alex.
"Kakek tidak akan sanggup menyusahkan kalian sampai selama itu. Setidaknya Kakek berharap bisa melihat cicit Kakek lahir ke dunia ini, Kakek juga sudah sangat bahagia," kelakar Kakek Bayu.
Wajah Nadira merona seketika saat Kakek Bayu menyinggung soal cicit. Tiba-tiba kilasan aktivitasnya bersama Alex yang menjadi rutinitas hariannya muncul begitu saja di pelupuk mata.
"Kakek doakan saja usaha Alex memberikan Kakek cicit bisa segera membuahkan hasil," ucap Alex dengan santainya.
Pria itu tak menyadari bahwa wajah istrinya sudah seperti tomat saat Alex mengucapkannya dengan santai. Nadira lantas mencubit lengan suaminya yang membuat pria itu mengaduh kesakitan.
"Ih, sakit tau, Yang," ujar Alex menggosok-gosok lengannya.
Namun, segera ia menghentikan protesnya saat Nadira mendelik tajam padanya. Spontan Kakek Bayu terbahak-bahak melihat Alex yang tak berani melawan istrinya. Interaksi keduanya menegaskan bahwa hubungan mereka saat ini semakin membaik.
"Jadi sebetulnya ada apa kalian menemui Kakek berdua. Pasti ada hal penting yang ingin kalian bicarakan pada Kakek."
Nadira dan Alex kompak membisu saat Kakek Bayu menyadari tujuan kedatangan mereka ke kamar ini. Setiap hari, baik Nadira maupun Alex tentu akan menyempatkan diri untuk menemui Kakek Bayu meski hanya sekadar untuk menemani pria tua itu mengobrol. Namun, baru kali ini mereka datang berdua membuat Kakek Bayu menaruh curiga.
"Sebetulnya memang ada yang ingin kami bicarakan pada Kakek," ucap Alex langsung pada intinya.
"Masalah apa? Bukankah hubungan kalian saat ini susah baik-baik saja?" tanya Kakek Bayu tak dapat menerka masalah apa yang tengah di hadapi oleh cucunya itu.
"Apa mama mu masih marah sama Nadira?"
"Iya, Kek. Mama masih belum bisa menerima kehadiran Nadira menjadi bagian dari hidup ku sekarang."
"Kalian harus sabar menghadapi mama kalian. Dia sebetulnya baik, hanya saja dia memang orangnya terlalu ekspresif dan emosional."
"Iya Kek. Aku bisa mengerti kenapa mama Erica bisa marah seperti itu. Itu memang kesalahan ku yang tidak mudah untuk di maafkan," ucap Nadira sendu.
"Jadi, apa rencana kalian?"
"Kami mau minta izin Kakek untuk pulang ke apartemen sementara waktu," ucap Alex kemudian.
"Kenapa harus pulang ke Apartemen?"
"Mama kembali ke Indonesia sebetulnya ingin menemani Kakek di sini. Tapi aku tau kehadiran kami di sini membuat mama enggan sering-sering mengunjungi Kakek. Kalau kami pulang ke apartemen, mama pasti akan tinggal di rumah ini. Dengan begitu kami bisa pelan-pelan mendekati mama. Tante Dilla serta Alea bersedia membantu kami untuk melunakkan hati mama," jelas Alex panjang lebar.
"Kakek mengerti posisi kalian saat ini. Kakek paham dan akan mendukung apapun keputusan kalian," ucap Kakek Bayu tanpa bantahan.
"Maaf kan kami, Kek. Karena kami harus ingkar janji sama Kakek. Kami tidak bisa menemani Kakek lebih lama di sini. Tapi kami janji akan sering-sering mengunjungi Kakek di sini," ucap Nadora tertunduk lesu.
"Hei, kalian tidak usah berpikir terlalu jauh. Kakek ingin rumah tangga kalian baik-baik saja. Kakek juga berharap hubungan kalian dengan Erika bisa segera membaik. Jadi Kakek akan mendukung keputusan kalian. Sebagai orang tua yang lemah, Kakek sudah tidak bisa berbuat banyak untuk kalian. Kakek hanya bisa mensuport kalian," tutup Kakek Bayu dengan senyum penuh pengertian.
"Terimakasih Kek," ucap Bayu langsung memeluk Kakek Bayu dengan hangat.
Rasanya begitu lega saat telah membicarakannya langsung dengan Kakek Bayu. Ia bersyukur kini bisa ada di tahap ini setelah sempat bertahun-tahun tidak dekat dan bersikap dingin pada Kakeknya. Kini mereka bisa bercerita, bercengkrama dan bertukar pikiran. Membuat Alex benar-benar merasa beruntung memiliki Kakek Bayu dan merasakan kasih sayangnya.
********************************************
guys yang punya ungu/kuda poni di Hp nya minta tolong tap Love yah buat karya baru ku biar bisa lanjut..
Judulnya : LOVE HURTS
penulis : Tsabitah