PERFECT IMPERFECTION

PERFECT IMPERFECTION
PI 35# Aneh



Nadira berusaha meyakinkan diri dan memperkuat tekad, manakala kakinya melewati pintu otomatis di sebuah gedung yang dulu sering dilaluinya dengan santai.


Perempuan itu membalas senyum beberapa petugas keamanan yang menyapa dan menundukkan kepala sebagai tanda hormat. Selintas perempuan itu dapat melihat keterkejutan di wajah orang-orang yang ia berikan senyuman tulus sebagai balasan.


Entah kenapa, kini hatinya serasa menghangat saat melihat senyum para karyawan yang nampak canggung. Padahal dulu ia begitu menikmati sikap hormat seluruh karyawan dalam gedung ini. Namun, ternyata sikap tulus jauh lebih menyenangkan dari pada dihormati karena arogansi yang selalu ia pamerkan.


"Fight Nadira ... Everything gonna be okay," gumam Nadira menyemangati diri sendiri saat ia termangu di dalam lift seorang diri.


Langkahnya kian ringan manakala kegugupan yang mendera jiwa selama perjalanan menuju kantor sang suami, mulai mencair hanya dengan melihat senyum tulus yang berusaha orang lain berikan untuknya.


Membuat Nadira semakin yakin untuk apa yang akan ia lakukan. Selama itu dilakukan dengan niat yang baik, maka segalanya pasti akan baik pula.


"Calm down... Nadira, Calm down ... You can do it," kembali perempuan itu bergumam seraya mendongakkan kepala memperhatikan layar digital yang mencetak angka berwarna merah.


Angka-angka yang terus berubah seiring dengan gerakan lift yang semakin naik dengan cepat. Gemuruh dalam dada kembali bertalu saat dentingan suara lift memekakkaan telinga. Dengan sedikit gemetaran, Nadira menginjakkan kakinya keluar lift.


"Selamat malam, Bu," sapa sebuah suara yang sudah akrab di telinga Nadira.


"Malam," balas Nadira seraya tersenyum.


"Maaf Bu Sherly, tapi Pak Alex saat ini sedang menerima client penting di ruangannya," ujar lelaki muda dihadapan Nadira tersebut dengan wajah cemas.


"Nadira ... panggil saja aku Nadira, Win," ujar Nadira dengan lembut.


"Baik Bu Nadira." Lelaki bernama Erwin tersebut menjawab terbata.


Nadira dapat melihat kecemasan di wajah lelaki yang sekarang mengiringi langkahnya menuju ruang kerja sang suami. Perempuan semampai itu dapat memahami kecemasan di wajah Erwin.


Bagaimana tidak, setelah sekian lama menghilang, ia kembali menghubungi lelaki itu untuk menanyakan keberadaan Alex serta memberitahukan keinginannya untuk menemui sang suami.


Seperti yang sudah-sudah, Nadira biasanya tak perduli alasan yang dilontarkan lelaki yang menjadi sisten pribadi Alex tersebut. Sebagai Nyonya muda, ia berhak melakukan apa saja yang ia sukai. Apalagi, Nadira sadar betul bahwa tak hanya sang suami yang memiliki saham di perusahaan itu. Ayahnya juga turut andil untuk semakin membesarkan BeTrust di kancah internasional. Membuat Nadira semakin bersikap sekehendak hati.


"Kamu tidak usah khawatir. Aku tidak akan mengganggu pertemuan penting bos mu. Aku akan menunggu disini sampai pertemuannya selesai," ucap Nadira mencoba mengurai kecemasan yang tercetak jelas di wajah Erwin.


"Mira, susah pulang, Win?" tanya Nadira berbasa basi.


"Ah ... " Erwin menaikkan alisnya bingung menghadapi sikap istri atasannya itu.


Ia tak mengira bahwa Nadira bersedia duduk di sofa dan menunggu. Belum lagi senyuman yang selalu bertengger di bibirnya sudah cukup membuat lelaki itu terheran-heran. Ditambah lagi, perempuan itu seperti menunjukkan kepedulian terhadap bawahan suaminya.


"Mira masih menjadi sekretarisnya Mas Alex kan?" Nadira mengubah pertanyaannya saat Erwin masih nampak tercengang.


"I-iya ... masih, Bu. Sekretaris Pak Alex masih Mira. Tapi dia jarang lembur kalau bukan karena sesuatu yang mendesak," jelas Erwin.


Nadira melongok ke pergelangan tangannya. Jarum-jarum yang tak pernah berhenti memutari porosnya itu memberikan sinyal bahwa saat ini memang sudah mulai larut. Tak heran kalau sekretaris suaminya sudah tak menempati pos nya.


Namun, belum ada tanda-tanda Alex menyelesaikan pertemuannya. Membuat kantuk yang datang bersamaan dengan penat setelah bekerja seharian meruntuhkan pertahanan perempuan itu.


Sementara tak jauh dari tempatnya duduk, Erwin masih tak habis pikir dengan perubahan sikap Nadira. Pun dengan sikap atasanya yang juga terlihat aneh beberapa hari terakhir ini.


Akhir-akhir ini, Erwin banyak mendapat mandat dari atasannya untuk menggantikan pertemuan penting yang seharusnya dihadiri langsung oleh Alex. Sementara sang atasan menghilang entah kemana.


"Apa karena Bu Sherly, Pak Alex beberapa hari ini tidak fokus dengan pekerjaannya?" gumam Erwin seraya memperhatikan Nadira yang mulai memejamkan mata seraya menempelkan tubuhnya pada sandaran sofa.


Erwin sadar betul, bahwa ada yang tidak beres dengan pernikahan atasannya itu. Ia tak lagi melihat keberadaan Nadira di sekitar Alex. Bahkan di apartemennya, Alex seperti tinggal seorang diri. Sebagai asisten pribadi yang selalu menemani atasannya lebih dari 12 jam setiap hari, membuat Erwin melihat bagaimana kebiasaan Alex di kantor maupun kehidupan pribadinya.


*********************************************


Hallo readers ku tercinta.. aku mau minta maaf karena udah ingkar janji sabtu kemaren.. Aku bukannya ketiduran tapi si kecil yang entah kenapa ga bisa tidur sampai dini hari.. Ditambah naskah yang udah di tulis ga ke save sebagian ternyata.. ngebuat konsentrasi ambyar buat ngelanjutin nulis karena belom move on dari tulisan sebelumnya.. jadi mohon dimaafkan karena aku udah ingkar janji..


hari ini aku up date 3 part yah.. maaf juga karena ga maksimal dua bulan kemaren.. mudah2an kalian ga bosan baca kisah Nadira dan Alex.. Akhir-akhir ini emang ga konsen nulis.. jadilah banyak repetisi di dalamnya dengan diksi ala kadarnya.. aku lebih fokus menyuguhkan alur cerita saja biar ga putus di tengah jalan... semoga di tahun 2021 ini aku bisa lebih produktif lagi dibanding dua bulan kemaren... Dan bisa menghasilkan karya yang lebih baik ke depannya... tak hanya menghibur tapi memiliki pesan moral yang bisa kita petik pelajaran di dalamnya..


akhir kata, terimakasih sudah mau terus menemani dan mensuport aku tahun kemaren.. semoga di tahun baru kita semua punya semangat baru..


see u later... luv u all...