PERFECT IMPERFECTION

PERFECT IMPERFECTION
PI 73#



"Hi, udah lama?" sapa Nadira pada Kemal serta Elika yang sudah menanti kedatangan mereka di sebuah restoran dekat pusat perbelanjaan. 


"Baru aja nyampe kok. Hallo Tante," sapa Kemal seraya meraih tangan Shinta dan mencium punggung tangannya di ikuti oleh sang tunangan. 


"Maaf yah kitanya telat," ucap Shinta dengan senyum lembut meneduhkan.


Shinta lantas menarik kursi di seberang Elika dan menempatinya. Disusul oleh Nadira di sebelahnya. Sehingga menyisakan satu kursi kosong persis di sebelah Shinta. 


"Enggak kok Tan. Kita juga baru banget nyampe nya," ucap Elika dengan senyum tak kalah manisnya. 


"Om Firman kemana?" tanya Nadira melihat satu kursi kosong yang belum ditempati. 


Sementara Shinta nampak terkejut dengan pertanyaan putrinya. 


"Ayah lagi ke toilet," jawab Kemal santai.


"Memangnya hari ini kita makan bareng sama Ayah kamu juga, Mal?" tanya Shinta ragu. 


"Aku yang undang, Ma. Sebagai ucapan terimakasih atas bantuan om Firman selama ini sama kita. Engga apa-apa kan, Ma?" jawab Nadira cepat. 


"Enggak kok. Enggak apa-apa. Mama malah seneng, akhirnya kita bisa membalas kebaikan Kemal sama Om Firman."


"Tante enggak usah sungkan. Kaya sama siapa aja sih, Tan," timpal Kemal.


"Eh, kalian sudah sampai?" tanya Firman yang baru saja kembali dari toilet. 


Lelaki itu langsung menempati kursi di sebelah Shinta. Mereka berbasa-basi sebentar kemudian memesan makanan juga minuman.


"Oh iya gimana tempat tinggal sekarang? enak?" tanya Firman membuka pembicaraan sembari menunggu pesanan mereka datang. 


"Yah lumayan sih, tapi sepi. Udah enggak ada Nak Kemal lagi yang bisa nemenin kalau Nadira lagi enggak ada."


"Lah emang Nadira suka ninggalin Tante sendiri?" tanya Kemal.


"Kan Nadira lagi tinggal di rumah keluarga suaminya. Kakeknya lagi sakit," jawab Shinta. 


"Itu artinya sudah waktunya Tante nyari temen hidup. Biar ga bergantung sama Nadira. Ayah juga sama, sering banget ngeluh kesepian," ucap Kemal tiba-tiba, membuat wajah Ayahnya memerah seketika.


Pun dengan Shinta yang ikut salah tingkah. Rona merah muda nampak menjalar di pipi perempuan paruh baya itu. Hal itu tentu tak luput dari pengamatan Nadira. 


Meski ibunya tak pernah bercerita kisah masa lalunya, Nadira yakin ada sesuatu antara Shinta dengan Ayahnya kemal. Hal itulah yang mendorong Nadira menjadi wanita kuat. Bagaimanapun dia ingin memberikan kebahagiaan buat Ibunya. Salah satunya melepaskan belenggu sang Ayah yang menjerat Ibunya dengan kencang. 


"Kamu kira nyari teman hidup itu semudah nyari kerja," ucap Firman seraya menoyor jidat Kemal. 


"Nah itu, betul banget," sambar Firman. 


"Makanya ngapain capek-capek cari sana-sini kalau yang deket ada. Iya kan, Om?" timpal Nadira seraya menhan seringai di bibir. 


Sontak wajah Firman kembali memerah. Di ikuti oleh Shinta yang memelototi Nadira. 


"Duh, tumben banget sih adek gue ini pinter," ucap Kemal seraya merangkul Nadira. "Kita ini udah kaya keluarga paket lengkap kan," lanjut Kemal lagi dengan cengiran lebar menghiasi wajahnya.


"Tinggal resmiin doang kan yak," balas Nadira seraya terkekeh diikuti oleh Kemal dan Elika.


"Eh, Bang. Kalau kita nikahnya barengan juga seru tuh kayanya," timpal Elika tak mau ketinggalan meledek Firman dan Shinta yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus. 


********************************************


hi hello aku kembali menyapa..


kali ini aku mau jawab pertanyaan yang banyak banget ditanyaain.. soal part alex nadira yang sedikit..




kenapa part mereka sedikit karena sebetulnya center cerita ini Nadira, mengupas hidup dia.. enggak cuma masalah dia sama Alex tapi sama keluarganya juga sama part yang mengupas tentang penyesalan dia di masa lalu sambil mencari jati diri untuk berubah ke arah lebih baik.. jadi banyak part yang lain ikutan nyelip tapi masih berhubungan dengan Nadira.




Masalah antara Nadira sama Alex belum tuntas.. tar kalo udah tuntas baru didominasi part mereka berdua..




kalo kalian masih sabar nunggu.. tar cerita Nino sama Tiara ga kemana2 kaya cerita Alea sama Nadira.. yang terlalu ruwet.. cerita Nino sama Tiara hanya berfokus sama mereka doang.. karena gak ada masalah dendam yang ngikutin.. mereka cuma masalah percintaan doang.. yang sweet doang..