PERFECT IMPERFECTION

PERFECT IMPERFECTION
PI 121#



"Selain pusing apa ada muntah atau mual-mual?" tanya Dokter bernama Friska sembari  melepaskan stetoskop dari telinga. 


"Beberapa kali sempat mual, Dok kalau saya telat makan," jawab Nadira masih sambil berbaring di ranjang. 


Dokter wanita yang baru saja selesai melakukan pemeriksaan itu manggut-manggut. Ia menyimpan kembali peralatan medis ke dalam tas yang dibawanya. 


"Apakah haid kamu lancar?" tanya Dokter itu lagi sembari meraih buku resep dan menuliskan sesuatu di sana. 


"Biasanya sih lancar, Dok," ucap Nadira ragu.


Wanita itu nampak menggerakkan bola matanya ke sudut kiri atas. Ia seperti sedang mengingat sesuatu. Kemudian tersentak saat ia berhasil menemukan sesuatu di cerebrumnya.


"Eh, tapi kayanya bulan ini saya udah telat lebih dari satu minggu, Dok."


"Tapi sebelum ini lancar?" tanya Dokter Friska memastikan sekali lagi. 


"Lancar, Dok."


"Apa terjadi sesuatu sama istri saya, Tan?" sambar Alex khawatir.


Lelaki itu dengan setia duduk di tepi ranjang dekat istrinya setelah Dokter yang sudah dikenal lama olehnya selesai memeriksa Nadira. 


"Tante rasa tidak ada yang perlu di khawatirkan. Istri kamu hanya kelelahan dan butuh istirahat yang cukup. Tekanan darahnya juga rendah. Tante sudah meresepkan vitamin serta tablet penambah darah," ucap Dokter itu seraya menyerahkan lembar kertas resep pada Alex. 


"Oh iya, Tante sarankan saat kamu menebus obat di apotik, kamu juga membeli tespack. Minta Nadira untuk menggunakannya."


"Testpack? untuk apa, Dok?" tanya Nadira dengan polosnya.


"Ya untuk mengetes kadar hCG di urin kamu. Jadi bisa mengetahui apakah benar kamu hamil apa tidak," jawab Dokter itu seraya terkekeh geli.


Wajah Nadira memerah saat Dokter Friska menertawakannya. Tentu saja Nadira paham fungsi testpack. Hanya saja ia tak mengerti kenapa ia harus menggunakannya. Ia tak mungkin hamil secepat itu kan? Lagi pula dia dan Alex baru-baru ini menjadi suami istri yang sebenarnya, jadi rasanya aneh kalau dokter memintanya mencoba testpack.


Sementara Alex hanya mengerutkan dahi tak mengerti dengan pembicaraan dua orang wanita beda usia di hadapannya. 


"Ma-maksud saya, apa saya hamil?" tanya Nadira terbata dengan wajah semakin memerah.


Pertanyaan Nadira itu membuat mata Alex membulat seketika. Senyum di bibir terbit saat mendengar kata hamil keluar dari mulut istrinya itu.


"Ini hanya diagnosa awal saja. Makanya perlu di tes untuk membenarkan diagnosa saya. Kalau hasilnya positif kamu perlu memeriksanya ke Dokter kandungan untuk memastikan. Kalaupun negatif, kamu tetap harus memantau kondisi mu. Jika pusing dan mualnya tetap berlanjut, kamu harus melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit."  


"Tapi Dok, apa itu mungkin? Soalnya ... e ...." Nadira merasa kesulitan mengatakan apa yang ada di benaknya. 


Rasa canggung dan malu membuat Nadira tak berani meneruskan kata yang bersarang di kepala.


Nadira mengangguk cepat menjawab pertanyaan Dokter Friska. 


"Sudah melakukan hubungan suami istri bukan?" tanya Dokter itu lagi dengan santai. 


Lagi-lagi Nadira mengangguk dengan malu. Ia bisa merasakan wajahnya kini pasti persis kepiting rebus. Merah tanpa celah setelah mendapat pertanyaan intim seperti itu. 


"Terus kenapa kamu malah kaget mendapati kemungkinan kamu hamil? Tekanan darah rendah, pusing dan mual itu biasa dialami oleh wanita hamil trimester pertama," ucap Dokter Friska menjelaskan dengan sabar. 


"Tapi Dok ... itu ... itu ...." Nadira bingung bagaimana harus menjelaskannya pada Dokter yang sudah tersenyum lebar mendapati sikap malu-malunya. 


Sebagai seseorang yang sudah menjadi Dokter lebih dari dua puluh tahun, membuat Dokter Friska menyadari apa yang membuat menantu temannya itu salah tingkah. 


Bagi sebagian orang membicarakan persolan ranjang bukanlah hal yang nyaman. Terutama di indonesia yang masih canggung membicarakan soal kegiatan ranjangnya pada orang lain meski pada Dokter sekalipun.


"Kalian ini pengantin baru ya?" sambar Dokter Friska memangkas kecanggungan Nadira. 


Nadira hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Dokter Friska. Tentu saja Dokter Friska mengartikan senyuman Nadira itu untuk mengiyakan pertanyaannya. 


"Kapan hari pertama haid terakhir kamu?" tanya Dokter Friska lagi. 


Nadira menjawab pertanyaan Dokter Friska dengan mantap. Sejak masih gadis ia selalu mendapatkan haid teratur dan lancar. Tentu sangat mudah menyebutkan tanggal hari pertama haid terakhirnya. 


"Kalau dugaan saya benar, berarti kandungan kamu sekarang seharusnya sudah berusia 5 minggu. Jadi wajar saja kalau kamu mulai mengalami gejala trimester pertama kehamilan," jelas Dokter Friska membuat mata Nadira dan Alex membulat seketika. 


"Gak mungkin, Dok," ucap Alex dan Nadira kompak.


Bagaimana bisa Nadira hamil dengan usia kandungan lima minggu? padahal Nadira dan Alex pertama kali berhubungan belum ada satu bulan.


**************************************


Oh iya sebelum ada yang protes, aku mau kasih penjelasan dulu yah. Dokter itu gak akan tau seseorang hamil atau enggak cuma dari pemeriksaan menggunakan stetoskop. Dokter itu gak akan bisa memastikan pasiennya hamil cuma dengan periksa doang terus bilang selamat kamu hamil, kalian akan segera jadi orang tua.. gak gitu cara kerjanya.. 


Dokter cuma bisa menduga dari gejala yang dialami pasien.. yang bisa memastikan orang itu hamil apa enggak yah tes urine dan juga USG. Jadi sebelum aku di protes dan dibandingkan dengan tetangga aku kasih penjelasan dulu yah.. 


Karena aku kalo nulis sesuatu gak cuma ngehalu.. aku akan riset dengan menanyakan langsung pada sumbernya kalau itu memungkinkan.. kalo gak yah paling aku tanya-tanya om aku.. yah si om gugel.. tapi kalo pertanyaan aku jawabannya meragukan aku gak akan memasukkannya dalam novel dan akan mengubah alur ku demi menyajikan cerita yang realistis pada kalian, gak hanya sekadar berhalu ria dan bersembunyi di balik kata suka-suka aku dong.. kan ini cuma cerita dan aku yang bikin.. terserah aku mau nulis kaya apa.. hay ferguso nulis itu juga butuh riset biar gak asal nulis... heheheeee.. peace


#Aku dulu sering dibandingkan, padahal pembandingnya yang gak masuk akal 😭😭😭


komen yang banyak yah biar aku semangat double up hari ini...