
Nadira melangkah ragu saat memasuki ruangan Elroy bersama Elika dan juga Kemal. Ia tidak menyangka bahwa Aldi turut menyeret namanya dalam masalah ini. Meski ia sudah mempersiapkan diri, tapi terap saja jantungnya berdegup kencang lantaran khawatir akan dipecat karena masalah ini.
"Ck ... dimana ada Elu, semua masalah bakal runyam." Kemal berdecak kesal seraya menyorot Thalita dengan tajam.
"Elu yang bikin masalah, kenapa jadi nyalahin gue?" balas Thalita tak terima dengan ucapan Kemal.
"Cukup ... Kalau kalian ingin bertengkar, silahkan keluar dari ruangan saya," tegas Elroy membungkam Thalita serta Kemal.
"Jadi ... bisa kamu jelasi Mal, apa yang sebemernya terjadi?" tanya Elroy tanpa berbasa-basi.
"Kalian ga pernah liat cowo berantem, ya? Kenapa masalahnya jadi di besar-besarin gini sih?" jawab Kemal acuh.
"Ya jelas besar lah? Elu berantemnya sama orang besar?" sambar Thalita.
"Dia orang, Gue juga orang. Ga usah lebay deh Lu."
"Cukup ... Silahkan kalian keluar ruangan ini kalau tidak lagi menghargai keberadaan saya di sini," hardik Elroy membuat wajah Thalita memucat.
Pun dengan Kemal yang merubah wajahnya lebih serius.
"Maaf, Mas. Persoalan yang terjadi antara saya dan Alex murni persoalan pribadi. Tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Jadi tidak ada yang perlu saya jelaskan di sini."
Mulut Thalita sudah membuka hendak membantah ucapan Kemal, tapi ia tahan saat melihat wajah Elroy seakan tidak terima dengan penjelasan Kemal.
"Tapi kamu berkelahi dengan cilent Kemal. Jadi kamu tetap haru menjelaskan apa yang terjadi sesungguhya."
"Kamu dengar sendiri kan, El. Laki-laki ini tidak bertanggung jawab. Bahkan dari tadi dia mengelak untuk menjawab. Padahal semua orang di lokasi shooting menyaksikan apa yang terjadi. Tanyakan saja pada Aldi."
"Maaf, Pak. Kami tidak tahu awal mula persoalannya. Saat saya datang, Pak Alex sedang mencengkram baju Kemal. Hanya itu yang saya lihat." Aldi menjawab senetral mungkin.
Ia memang berniat melaporkan kejadian di lokasi shooting tadi. Namun, ia tak pernah berniat menyudutkan siapapun disini. Sayangnya, Thalita sudah lebih dulu sampai di ruangan Elroy. Entah apa yang disampaikan oleh Thalita hingga membuat Elroy nampak murka. Seperti yang di ucapkan oleh Kemal tadi, segala sesuatunya bakal runyam kalau Thalita sudah turut campur.
"Saya sudah cukup mendengar penjelasan dari kamu Thalita. Sekarang biarkan Kemal yang menjelaskan persoalannya," ucap Elroy melemparkan tatapan tajam pada Kemal.
"Kalau boleh saya sarankan, sebaiknya Mas Elroy tanyakan langsung pada Alex. Saya sedang makan siang berdua dengan Elika saat Alex datang dan tiba-tiba memukul saya."
"Tidak ada orang yang memukul tanpa alasan Kemal," sambar Elroy.
"Tentu saja karena perempuan itu," ujar Elika menuding Nadira.
Wajah Nadira memucat saat namanya tiba-tiba disebut. Elroy mengalihkan tatapannya pada perempuan yang berdiri tertunduk di belakang. Elroy mengakui, perempuan itu cukup menarik dalam kesederhanaanya. Akan tetapi, ia tak menyangka perempuan biasa seperti Nadira bisa menarik perhatian lelaki dari kalangan atas seperti Alex.
Meski tak dapat dipungkiri, semakin lama menatap Nadira, perempuan itu semakin menarik untuk dikenal lebih dalam. Nadira tidak seperti perempuan kebanyakan yang Elroy kenal. Ia selama ini memang selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan demi meraih impian. Sehingga tak sedikitpun memberi ruang bagi kehadiran perempuan dalam hidupnya. Namun, keberadaan Nadira seolah memiliki magnet untuk diperhatikan sejak kehadirannya di perusahaan yang sudah ia rintis dari nol.
"Apa maksudmu membawa-bawa Nadira dalam persoalan ini?" sanggah Kemal membuat Elroy memutuskan kontak matanya pada Nadira.
"Kalau kamu tidak ingin orang lain terseret dalam masalah ini. Sebaiknya kamu jelaskan apa yang sudah terjadi," perintah Elroy lugas.
"Kalau Mas Elroy ingin mendengar penjelasan. Bukankah lebih baik Mas Elroy mengundang Alex kemari dan meminta penjelasan langsung dari dia? Karena saya juga ingin mendengar penjelasan dari lelaki itu. Sikapnya sudah keterlaluan dan hampir membuat tunangan saya membatalkan rencana pernikahan kami," timpal Kemal masih berusaha menutupi alasan di balik perkelahiannya dengan Alex.