
"Aku sudah memperhatikan kamu duduk sendirian dari tadi. Kamu bahkan memesan minuman sampai tiga gelas. Apa kamu sedang patah hati? Aku bisa membantu mengobati patah hatimu," ucap lelaki yang tidak Nadira kenal sama sekali, terus mencoba merobohkan pertahanannya.
"Aku sedang menunggu suami ku di sini. Jadi sebaiknya kamu pergi karena suami ku pencemburu," balas Nadira mulai tak sabaran.
"Oh ya? Suami macam apa yang tega meninggalkan istri secantik anda menunggu seorang diri di sini?" balas lelaki itu cuek.
"Suami seperti saya. Apa anda ada masalah?" sambar Alex berdiri di belakang Nadira dengan wajah geram yang tidak dia tutupi.
Lelaki itu nampak terkejut mengetahui kedatangan Alex yang mengaku suami Nadira. Wajahnya berubah tegang seketika menghadapi Nadira yang tersenyum menantang, pun dengan Alex yang siap menghajar.
"Sorry, saya pikir nona ini hanya mengaku-ngaku saja kalau sudah menikah," ucap lelaki itu salah tingkah.
Alex menarik tangan Nadira hingga membuat perempuan itu sempat terpana beberapa saat. "Ayo," ucap Alex membuat Nadira segera bangkit berdiri dari duduknya.
"Seharusnya anda segera pergi jika seorang wanita tidak menerima kehadiran anda," ucap Alex tegas sebelum menggiring Nadira menjauhi lelaki yang hampir membuat Alex kehilangan kontrol.
Keduanya berjalan beriringan dengan Alex yang masih terus menggenggam erat jemari Nadira. lelaki itu berjalan cepat meninggalkan restoran, hingga membuat Nadira sempat kesulitan mengimbangi langkah sang suami.
"Mas, kita mau kemana?" tanya Nadira memberanikan diri saat Alex mulai menormalkan langkahnya.
Alex menghentikan langkahnya. Ia memutar tubuh menghadap Nadira. "Bukankah ada yang mau kamu jelaskan?" tanya Alex seraya mengunci tatapan Nadira.
Jantung Nadira berdetak dua kali lipat saat mendapat tatapan mendalam dari Alex. Ditambah lagi, tangan mereka yang masih bertautan membuat irama jantung Nadira seakan memainkan Symphony Up Beat.
"Tentu, tapi sebelum itu, aku mau mengajak kamu menemui mama," ucap Nadira ragu.
"Mama sedang ada di sini," ucap Nadira. "Ayo kita temui mama terlebih dahulu. Setelah itu terserah Mas Alex mau kemana. Aku kan ikut."
Kali ini Nadira yang menarik Alex mengikuti langkahnya tanpa melepaskan genggaman tangan lelaki itu. Meski, jantung seakan mau runtuh dari tempatnya, tapi hati Nadira menghangat hanya dengan genggaman tangan suaminya.
Sementara Alex hanya mengikuti Nadira dengan berjuta penasaran menggayut di dada.
"Itu mereka," ucap Nadira sesaat setelah memasuki restoran yang tadi ia datangi bersama ibunya.
Dari kejauhan, Alex dapat melihat sekumpulan orang yang sedang duduk sambil bercengkrama. Tentu saja diantaranya Alex mendapati ibu mertuanya duduk di sana dengan senyum bahagia.
"Hi, maaf aku tadi pergi tiba-tiba tanpa memberitahu terlebih dahulu. Dan terimakasih sudah mau menungguku di sini," ucap Nadira dengan senyum mengembang.
Nadira memang sempat memberitahu Kemal pasal kepergiannya melalui aplikasi hijau berlogo telepon, agar mereka tidak khawatir. Ia juga meminta Kemal menahan mereka sedikit lebih lama untuk memudahkan ia menjelaskan segala sesuatunya pada Alex nantinya. Ia akan mengenalkan semua orang yang berarti dalam hidupnya kini, pada lelaki yang menjulang di sampingnya.
"Tadi mama sempat khawatir saat Elika bilang kamu pergi begitu saja. Untung Nak Kemal bilang kalau kamu sedang menemui Nak Alex," jawab Shinta sembari menatap lembut anak dan menantunya.
Alex langsung menghampiri Ibu mertuanya dan menyalami perempuan paruh baya itu dengan takzim tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Nadira. Namun, wajahnya menampakkan kewaspadaan saat menatap Kemal serta Elroy yang berada di sana.
*******************************************
helehhhh jan kendor napa komennya biar aku semangat.. wkwkwkwkwwkkkkk
masih mau nambah kan malam ini??