
"Kamu udah selesai mandi, Nad?" tanya Alex dengan pandangan menunduk lantaran menjaga dua gelas berisi teh hangat dicampur madu di tangannya agar tidak tumpah.
Nadira terlonjak kaget mendengar suara Alex saat tangannya baru saja menggapai gagang pintu.
Desahan nafas tertahan yang mendesis dari bibir Nadira saat kaget, membuat Alex menengadahkan kepala.
"Aw ... " pekik Alex karena teh hangat di genggaman tangannya memercik dari gelas.
Alex segera mengalihkan tatapan mata yang sempat menyapu bahu dan punggung mulus istrinya itu ke pergelangan tangannya yang memerah.
Dengan langkah lebar lelaki itu berjalan menuju nakas di samping tempat tidur dan memindahkan dua buah gelas di tangannya ke atas nakas. Ia lantas meraih tisu untuk mengeringkan tangan yang terkena tumpahan teh.
Lelaki yang masih mengenakan kemeja kerja, meringis menahan panas yang menyerap ke lapisan kulit tangannya. Namun, kepalanya terus melamunkan kulit mulus sang istri. Bagaimana tidak, selama pernikahan mereka baru kali ini Alex diberikan pemandangan indah saat malam hari yang melelahkan seperti sekarang.
"Oh ... Shit ... " maki Alex pelan saat pikirannya mulai meliar dan semakin membangkitkan hasrat kelelakiannya yang sedari tadi berusaha ia tahan.
Meski Alex masih merasakan kekecewaan mendalam dengan segala sikap Nadira, tak serta merta membuat hasratnya pada perempuan itu menguap begitu saja.
"Kau masih saja membuatku begitu ingin memilikimu seutuhnya, Sherly. Setelah apa yang sudah kau lakukan padaku," sergah Alex gusar seraya menyugar rambutnya.
Alex lantas bangkit dan meninggalkan kamar tidur yang membuatnya merasa tak lagi nyaman.
Sementara di dalam kamar mandi, Nadira mendekap baju di tangannya seraya menyandarkan tubuh di balik pintu kamar mandi. Jantungnya masih berdegup kencang kala mendengar sang suami menyapa dengan keadaan setengah telanjang.
Selama pernikahannya dengan Alex, baru kali ini Nadira bertindak ceroboh. Selama ini ia tak pernah membiarkan tubuhnya terekspos di depan lelaki itu.
Sedari awal menikah dengan Alex, Nadira hanya memikirkan Ravka. Perempuan itu sibuk mencari cara agar bisa kembali pada mantan tunangannya itu. Sehingga dengan berbagai cara pula, ia terus menghindar melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
Namun, saat ia menyadari bahwa nama Ravka sudah terganti sepenuhnya dengan nama sang suami dalam hati, kecanggungan justru melingkupinya.
Ditambah lagi ia menyadari, bahwa sekarang tak ada lagi harapan merajut cinta bersama lelaki yang tidak lagi memberikan kehangatan dalam setiap tatapannya.
"Maaf Mas ... Maaf atas kesalahanku selama ini. Maaf karena terlambat menyadari ketulusanmu." Nadira menyeka kedua mata yang sudah meluruhkan cairan bening.
Ia sama sekali tak menyangka bahwa mencinta begitu menyakitkan seperti ini. Hatinya dipenuhi penyesalan sehingga membuat dadanya terasa sesak. Nadira semakin dihantui rasa bersalah akan sikapnya terdahulu pada Alex. Ia baru menyadari bahwa cintanya pada Alex jauh lebih mendalam karena sikap hangat lelaki itu di masa awal pernikahan mereka.
Ia baru merasakan cinta saat sudah kehilangan cinta itu sendiri. Keseharian tanpa lelaki itu meninggalkan ruang kosong yang membuat hatinya hampa. Hari-harinya dipenuhi ingatan akan semua sikap hangat diselimuti kasih sayang yang ditunjukkan oleh Alex.
"Apa masih ada kesempatan untukku memperbaiki semua ini, Mas?" ucap Nadira disela isakannya. "Apa kamu masih mau memberikanku kesempatan untuk membalas semua cinta yang pernah kamu berikan."
Dada Nadira kian sesak saat membayangkan tatapan Alex yang dilemparkan padanya. Tatapan penuh kelembutan. Namun, tatapan itu kini berubah menjadi tatapan penuh kebencian dan kekecewaan. Membuat penyesalan yang mendera kian terasa.
**********************************************
Hai semua.. maaf aku baru muncul kembali setelah menghilang lama seperti Nadira. Hari ini tepat 3 bulan aku hilang.. terakhir aku nulis 9 Januari.. Kangen aku sama kalian.. tapi apalah daya..
kalian jangan jadi kaya Alex yah ke aku.. benci Nadira karena menghilang tanpa penjelasan.. Aku tuh lagi mau naik kelas sepertinya tahun ini.. makanya harus nyelesain banyak ujian sekaligus... heheheeee
maaf juga tak membalas komentar kalian satu persatu.. 3 bulan kemaren aku takut liat komen.. sampe sekarang aja aku belom berani liat komen.. heheheee
Dan nulis itu susah setelah hibernasi 3bulan dalam gua.. sampe dadaku ikutan sesek kaya Nadira nih.. wkwkwkkk..
semoga kalian masih menikmati kelanjutan cerita Alex Nadira.. sampai jumpa lagi..