
Nadira melangkah ragu di sebelah Alex saat berjalan keluar dari kamar Kakek Bayu. Permintaan kakek dari suaminya itu, masih terus terngiang di telinga. Pikiran berkecamuk tercetak jelas di wajah yang membuat guratan lelah semakin mendera.
Dalam kegamangan, Nadira seolah hanya melangkahkan kaki begitu saja mengikuti langkah sang suami. Tiba-tiba sebuah tawa menelusup di telinga, hingga membuat Nadira menghenyakkan segala pikiran yang berkelabat di kepala.
Saat mencari asal suara, matanya menangkap sebuah momen yang mengusik jiwa perempuan itu. Dimana Alea sedang bercanda tawa dengan kedua adik iparnya. Sementara lengan kokoh Ravka merangkul bahu perempuan itu dengan lembut dan posesif.
"Kak Sherly," ucap Sandra menghentikan ayunan tangannya yang hendak memasukkan sepotong kripik kentang ke dalam mulut.
Ucapan Sandra membuat tiga pasang mata lainnnya ikut melemparkan tatapan pada perempuan yang terpaku di tempatnya seraya berusaha menyembunyikan perasaan tak nyaman yang terlukis jelas di wajah.
"Hi ... " sapa Nadira terdengar ragu.
Perempuan itu lantas melangkahkan kaki menghampiri Sandra dan saudara-saudaranya setelah dapat menguasai hati.
"Kak Sherly kapan dateng?" tanya Tiara riang seolah tak pernah terjadi hal yang tidak mengenakkan diantara mereka.
Pada dasarnya ia memang tak pernah bermasalah langsung baik dengan Sandra maupun Tiara, jadi tak aneh jika dua gadis itu menyapa riang tanpa beban.
"Sudah dari tadi," jawab Nadira berusaha terdengar sesantai mungkin.
"Kakek sudah tidur?" tanya Alea seraya mencoba melepaskan rangkulan tangan Ravka di bahunya.
Bukannya melepaskan rangkulan, sang suami justru semakin mempereratnya. Membuat Alea tersenyum simpul, merasa tak enak hati pada Nadira yang menatapnya penuh kecemburuan.
"Entahlah. Aku rasa sudah. Tadi saat ke luar kamar Kakek, katanya beliau mau langsung istirahat," jawab Nadira salah tingkah melihat kemesraan yang sengaja diperlihatkan oleh Ravka.
Nadira memang menampakkan raut kecemburuan di wajahnya. Hanya saja, bukan lagi cemburu pada sosok sang mantan tunangan yang dengan mudahnya jatuh hati pada istri yang semula di benci. Ia cemburu pada kehidupan rumah tangga bahagia yang mereka jalani. Sementara dirinya sendiri hidup dengan status sebagai seorang istri, tapi lebih seperti seorang perempuan tak bersuami.
"Oh iya, sudah terlalu malam. Aku permisi pulang," ucap Nadira cepat agar segera berlalu dari ruangan yang membuat dadanya kian sesak.
"Oh iya Nad, Pak Dito tidak bisa mengantarmu karena ia harus segera pulang," ujar Alea dengan wajah merasa bersalah.
"Tidak apa-apa kok, Al. Aku bisa pulang naik taxi," jawab Nadira.
"Ini sudah malam, tidak baik kalau perempuan naik Taxi sendiri," cetus Alea.
"Masih jam sepuluh kok, Al. Belum tengah malam. Jalanan masih ramai jam segini. Jadi mudah-mudahan ga akan kenapa-napa."
"Tidak ... tidak ... Kamu tidak boleh pulang sendiri. Mas, kamu aja yang anter deh," celetuk Alea seraya menolehkan wajahnya pada Ravka.
"Loh kok aku? Kan di sini ada suaminya. Kenapa ga minta dianter Mas Alex aja sih?" timpal Ravka.
Alex yang tadinya hendak berbalik menuju kamarnya di rumah itu langsung memicingkan mata menatap Ravka.
"Bagaimanapun dia istrimu, Mas. Jadi masih menjadi tanggung jawab mu," ujar Ravka lagi.
"Emang Kak Sherly ga tinggal bareng Mas Alex?" celetuk Sandra membuat semua orang di ruangan terdiam.
"Aku antar kamu pulang sekarang," ucap Alex seraya memutar kepala menghadap Nadira.
"Tidak usah, Mas. Aku bisa sendiri," jawab Nadira lirih.
"Aku permisi dulu," ucap Nadira seraya mengedarkan pandangannya pada semua orang di dalam ruangan. Kemudia ia berjalan cepat mengikuti langkah lebar Alex.
Sementara di ruangan tengah Alea melebarkan senyumnya. Ia berhasil membuat suami istri itu pulang bersama. Mereka harus sering di berikan kesempatan untuk berduaan saja. Agar bisa cepat menyelesaikan masalah diantara mereka.
"Awas ya kalau kamu minta yang aneh-aneh lagi," bisik Ravka seraya mencubit pipi Alea yang semakin chubby.
"Hey, aku ga minta yang aneh-aneh kok. Aku cuma minta kita sedikit membantu Mas Alex untuk memperbaiki hubungan mereka," jawab Alea santai.
"Tapi kita tidak harus ikut campur urusan rumah tangga mereka."
"Aku tidak berniat ikut campur. Aku hanya menjalankan perintah Kakek untuk mencoba membuat mereka menghabiskan waktu bersama," jelas Alea merasa tak bersalah dengan tuduhan sang suami. "Lagipula mereka berdua itu hanya butuh sedikit dorongan agar mau saling bicara. Aku tidak mau Nadira mengalami apa yang aku alami. Diabaikan suami sendiri tanpa diberi kesempatan untuk menjelaskan duduk persoalan sebenarnya," sindir Alea membuat wajah Ravka memerah.
"Kamu nyindir aku?" Ravka memelototkan kedua matanya menatap Alea.
"Ga kok Mas, kamu nya aja yang sensitif," jawab Alea misuh-misuh.
"Ga mau ngaku yah," ucap Ravka seraya mencubit kedua pipi Alea yang hanya dijawab gelengan kepala oleh Alea.
Alea lantas tertawa seraya mencoba melepas kedua tangan Ravla dari pipinya.
"Sakit Mas ah, lepas," jerit Alea.
"Ga akan sebelum kamu mengakui dan minta maaf," jawab Ravka seraya menyipitkan mata.
"Woi ... kalau mau pacaran di kamar kalaian aja napa. Di sini area para jomblo, jadi dilarang mesra-mesraan di sini?" celetuk Tiara menghentikan canda tawa Alea dan Ravka.
Sontak Ravka melepaskan tangannya dari pipi sang istri saat mendengar celetukan Tiara. Alea langsung menyambar kesempatan itu dengan berlari menuju kamarnya sendiri.
"Gara-gara kamu nih," decak Ravka seraya melotot pada Tiara seraya berlalu dari hadapan adik-adiknya.
"Lah kok udah pada bubar sih? Pertanyaan aku tadi kok ga ada yang jawab?" ujar Sandra dengan cemberut.
"Pertanyaan apa?"
"Itu Kak Sherly emang ga tinggal bareng Mas Alex?" Sandra mengulang pertanyaannya.
"Anak kecil ga usah ikut campur urusan orang dewasa. Udah malem, sana tidur. Besok mau sekolah," jawab Tiara sembari menimpukkan bantal sofa ke arah Sandra.
"Yah kok gitu? Orang aku nanya doang malah dibilang ikut campur. Gimana sih?" gerutu Sandra seraya bangkit dari duduknya menyusul Tiara yang sudah lebih dulu berlalu.
********************************************
Maaf yah kalau masih slow up date.. sambil nunggu up bisa kepoin karya temen ku dulu.. siapa tau suka...