Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 16



" Kamu menganggap Anna sebagai wanita bukan? " sindir Lim.


Mata Yuki melebar " Apa maksudmu tiba-tiba berbicara seperti itu? "


" Maaf kalau tadi saya kurang sopan, saya melihat album kamu dan tertulis difoto belakang Yuki-senpai bersama dengan Anna I Love U. "


Yuki menelan ludahnya tidak bisa berbicara.


" Jadi kamu memang menganggap Anna sebagai wanita ya? " lanjut Lim.


" Saya baru lihat ada seorang sepupu yang mau merawat orang lain dengan begitu perhatiannya. " sindir Lim.


" Saya juga tidak ingin menjadi sepupu Anna! " tegas Yuki.


" Lalu? "


Yuki memalingkan wajahnya, takdir yang ia dapatkan membuatnya tidak bisa apa-apa.


" Itu bukan urusanmu! " seru Yuki dengan membawa tasnya dan berjalan keluar.


Ia menutup pintu rumahnya dengan sangat keras.


" Kamu benar-benar menyayangi Anna ya? " gumam Lim.


Tiba-tiba saja Anna membuka matanya, dan merintikan air mata.


Ia mendengar sesuatu yang tidak ingin didengar oleh Anna.


Kenapa Yuki tidak bisa menjadi Kakak bagi Anna?


Kenapa Yuki menganggap Anna sebagai wanita?


Lim menolehkan kepalanya melihat Anna yang menangis.


" Hei, kamu kenapa? " tanya Lim khawatir mendekati Anna.


" Menjauh dariku! " tegas Anna menghapus air matanya.


" Kamu baik-baik saja? Kita ke dokter ya? "


" Aku baik-baik saja. "


Lim menundukkan kepalanya. " Kamu menangis karena mendengar pembicaraan tadi ya? "


Anna terdiam, ia hanya menolehkan pandangannya tidak ingin menatap Lim.


" Maaf, aku membuat dia berbicara seperti itu. "


" Tidak apa-apa, lagipula aku hanya ingin tahu kejujuran dari Kak Yuki. "


" Maksud kamu? "


" Tidak, tidak apa-apa. Lebih baik aku istirahat dirumahku saja. " kata Anna seraya beranjak dari kasur.


Ia berdiri dengan tubuh yang sangat lemas. " Aku bantu kamu. " ucap Lim memberi bantuan.


" Tidak, kamu pulang saja. " tolak Anna berjalan keluar rumah Yuki dengan sempoyongan.


Lim mengepalkan tangannya merasa sangat kesal dengan dirinya tidak bisa menahan Anna.


Lim berjalan keluar, tubuh Anna sudah tidak terlihat lagi.


Anna berjalan sangat cepat tidak seperti Lim bayangkan.


" Loh kap, kenapa ada disini? " Tanya Okumura dari belakang.


" Tidak tahu " Jawab Lim.


" Sepertinya lagi patah hati, lebih baik ke sekolah kap. Meskipun cuman hari bersih-bersih. " Ajak Okumura seraya merangkul Lim.


" Lebih baik kesana. "


••


Tetap saja Lim tidak melakukan bersih-bersih, ia hanya tiduran di atas atap sekolah dengan mata yang terpejam.


" Lim! " panggil Hinata dari belakang.


" Iya? " jawab Lim dengan mata terpejam.


" Kenapa kamu ada disini? Tidak ikut bersih-bersih sekolah? "


Lim menggeleng-gelengkan kepalanya sedang berada dikondisi tidak nyaman.


" Kamu ingin ikut menonton baseball tidak hari ini? Hari ini adalah final, dan aku akan menjadi cheerleaders. "


" Itu bukan urusanku. "


" Woi Lim! " panggil seorang lelaki bernama Kenken seorang Kapten tim Baseball.


Lim membuka matanya karena merasa kssal ada yang menganggu ketenangannya.


" Apa! " kesal Lim.


" Maaf mengganggumu, tapi kamu bisa menggantikan Morio tidak? Dia tiba-tiba saja sakit dan hari ini adalah final. " pinta Kenken.


" Kenapa senpai meminta kepadaku, bukankah kalian masih memiliki cadangan? Mainkan saja mereka. "


" Tidak, orang yang berada dibangku cadangan hanyalah orang-orang yang tidak memiliki keinginan untuk menang. "


" Maaf, tapi aku hanya menyukai basket. "


" Aku akan membayarmu. "


" Aku sudah mempunyai banyak uang. "


" Kalau begitu, aku akan memberi nomer telepon Anna. "


Lim langsung berdiri, selama ini ia tidak memiliki nomer Anna.


" Tapi, dia tidak pernah membalas. " lanjut Kenken.


" Tidak apa-apa. " kata Lim.


" Kalau begitu, mari kita bermain. " antusias Lim.


Lim memberi pesan terlebih dahulu kepada Hirahata bahwa ia akan bermain pertandingan baseball dalam sehari saja.


Lalu ia pergi memasuki bis baseball bersama anggota baseball.


Karena baseball termasuk olahraga yang paling diminati oleh negara Jepang. Maka dari itu banyak pemain baseball yang memasuki club baseball.


Hampir 75 % laki-laki di SMA Seido memasuki club baseball dan sebagiannya hanya ingin mendapat nilai untuk rapotnya saja.


" Wah ada sitampan. " ucap salah satu anggota baseball yang tidak Lim kenal.


Tapi Lim tidak perlu bersikap sopan karena dia diminta oleh kaptennya sendiri.


Lim duduk bersebelahan dengan Kenken. Perjalanan menuju Lapangan Baseball.


Sebenarnya Lim tidak menyukai permainan Baseball, bukan tidak menyukai. Hanya saja Lim tidak suka bagaimana atlet baseball bisa bertahan saat panas terik menghantam mereka.


" Hei, Anna ini cantik kan? " bisik seseorang yang duduk di belakang Lim.


" Iya dia cantik, pintar lagi. "


" Tapi dia tidak pernah senyum "


" Kalau senyum mungkin dia sudah sangat cantik. "


Lim yang merasa kesal langsung berdiri dan menghadap kearah belakang.


Memberi isyarat bahwa mereka akan mati kalau mereka semakin berisik.


" Aku memberimu penjelasan tentang baseball. " Kata Kenken.


" Tidak perlu, aku sudah tahu. Lagipula, kenapa kamu meminta aku untuk bermain? " Tanya Lim tidak mengerti.


" Aku melihat permainanmu saat pelajaran olahraga, saat kamu bermain baseball. Kamu dapat melihat change up pitcher dari kelasmu, dan pitcher dari kelasmu adalah salah satu pitcher terbaik kedua yang kita miliki. "


( Change-up adalah salah satu lemparan dalam baseball )


" Ah Sora ya? "


" Iya, dan lawan kita kali ini adalah pitcher yang hebat dalam breaking ball "


( Breaking ball adalah lemparan dalam baseball contohnya, change up, curve ball, slider, sinker dan cutter. Wajar jika orang Indonesia tidak tahu, karena permainan ini jarang diminati oleh warga Indonesia. )


" Apakah Sora akan main? " tanya Lim.


" Tidak, dia terluka karena para anggota baseball. "


Lim mengerutkan dahinya " Mereka melakukan apa kepada Sora? "


" Karena Sora tidak ingin melakukan lemparan kepada mereka, mereka memukul bola baseball tepat dikepala Sora dan akhirnya Sora tidak sadarkan diri. "


" Kurang ajar! " kesal Lim seraya berdiri namun Kenken menggelengkan kepalanya untuk tidak ikut campur dalam urusan ini.


" Senpai kelas 3 kan, apa senpai tidak bisa lebih tegas kepada mereka? "


" Aku sudah tegas, tapi mereka hanya tidak ingin mendengar. Aku sudah putus asa, maka dari itu dengan kemenangan ini aku harus membuat mereka sadar akan diri mereka. "


" Aku akan membantu senpai, aku juga tidak mungkin membiarkan Sora begitu saja. Aku akan membawa piala thropy untuk dia. "


Kenken tersenyum lebar. " Kalau begitu kamu harus bisa memukul lemparan dari lawan kita ya. "


" Aku pastikan itu. "


Setelah perjalanan cukup jauh.


Kami sampai di Shinjuku, Meiji Jingu Stadium.


Tempat pertandingan baseball diadakan.


Lim kagum dengan stadium yang sangat besar dan penonton yang sudah memenuhi bangku.


" Jepang bener-bener menyukai baseball. Basket di Jepang hanya sebagian. "


" Ganti bajumu. " Perintah Kenken.


Lim mengganti bajunya dengan pakaian basket, ia merasa aneh dan kaku karena pertama kalinya ia memakai baju seperti ini.


" Tidak keren. " gumam Lim.


" 30 menit, kita pemanasan. " teriak Kenken.


Seluruh anggota baseball memulai pemanasan, tapi hanya sebagian yang serius untuk pemanasan.


Sisanya hanya bermain-main saja, Lim tidak menyukai tim yang hanya bermain-main.


" Hei, kalian bisa serius tidak?! " kesal Lim.


" Wah tampan ini kamu baru masuk sudah berani memerintahkan kita. " kata salah seorang lelaki yang tadi menyapanya juga di dalam bis.


Lim ingin mendekati namun lengannya tertahan oleh Kenken, Kenken terus menggeleng-gelengkan kepalanya.


30 menit selesai.


Game Tim Inashiro melawan Tim Seido.


Pertandingan dimulai.


Lim tidak mengerti akan lari untuk pembukaan, ia hanya mengikuti ke 8 pemain inti lainnya yang saling berlari sambil berteriak.


Offense akan dilakukan oleh Tim Seido, sedangkan Defense akan dilakukan oleh Tim Inashiro.


Pemukul pertama dalam Tim Seido ialah, Asada sebagai pelari tercepat dalam Tim Seido.


Peluit berbunyi, pertandingan dimulai.


" Benar-benar gila. " gumam Kenken.


" Kenapa, bukankah itu gampang? " tanya Lim.


" Tidak, tidak segampang yang kamu kira. "


Sudah 2 strike, 1 ball.


Tim Inashiro melemparkan sebuah lemparan change-up dan Asada terpancing.


Lalu Tim Inashiro mendapatkan 1 out dalam Inning pertama.


Pemukul kedua adalah, Kominato.


Kominato dapat memukul change-up dalam lemparan pertama tapi pukulan tersebut melayang kearah outfielder dan membuat 2 out dalam Inning pertama.


Selanjutnya adalah pemukul ketiga, Shirasu.


Tidak seperti yang lainnya, Shirasu lebih tenang.


Ia dapat melihat arah bola dan membuat pukulan melayang jauh sampai ia berlari ke 2 base.


Dalam Inning pertama 2 out, base 2.


Selanjutnya adalah Kenken pemukul keempat dan pemukul andalan.


Tim Inashiro tidak ingin melawan Kenken, karena pukulannya bisa sampai luar lapangan.


Ia hanya membuat four ball sehingga Kenken dapat walak.


Dan pemukul kelima adalah Lim.


Tim Inashiro tidak mengetahui data tentang Lim, ia hanya meremehkan Lim.


Pitcher melakukan lemparan tepat di dada Lim membuat Lim terkejut. " Wah, apa bola kecil seperti itu bisa dilempar sangat cepat? "


Lim melihat kearah Kenken, Kenken memberi sinyal kepada Lim untuk melempar jauh.


Hitungan 1 ball. Pitcher Inashiro kembali melemparkan bola dan 1 strike.


" Ball, strike? Apa itu? " tanya Lim dalam kotak box pemukul.


Dan selanjutnya Pitcher melemparkan bola change-up, Lim yang dapat melihat langsung menghantam lemparan dari pitcher tersebut sangat jauh.


Seluruh penoton, anggota Tim Seido dan Tim Inashiro terkejut.


Karena Lim mendapatkan home run dari lemparan change-up, lemparan andalan dari Tim Inashiro.


Seluruh anggota yang berada dibase kembali ke home dan skor menjadi 3-0 di Inning pertama.


" Kamu hebat!! " kata Kominato.


" Aku tidak salah membawamu " Ucap Kenken merasa bahagia.


" Tapi maaf, aku hanya menyukai basket. " kata Lim dengan percaya diri.


2 jam 20 menit.


Permainan Baseball akhirnya berakhir dimenangkan oleh Tim Seido, dan Tim Seido melaju tingkat Nasional.


Skor akhir dari pertandingan tersebut adalah " 5-2 "


Dan yang tidak disangka-sangka adalah, Lim yang mendapatkan 3 point.


Seluruh Tim Seido sorak bahagia dengan kembali pulang.


Lim merasa sangat lelah karena untuk pertama kalinya ia bermain selama 2 jam dalam terik panas matahari.


" Aku benar-benar tidak menyukai ini. " gumam Lim.


" Ini benar-benar melelahkan. " Lanjut Lim.


" Apa kamu menyukai ini? " tanya Kenken.


Lim tidak menyukai. " Tidak, bagaimana kalau Anna nanti tidak menyukaiku karena aku hitam? Itu salahmu senpai. "


Kenken tertawa. " Tapi, aku sangat berterimakasih untuk hari ini. "


" Sudahlah, anggap itu sebagai hutang budi. "


" Aku akan berikan nomer Anna. "


" Tidak perlu, aku akan memintanya sendiri. "


••


Lim kembali pulang dengan tubuh yang sangat lesu " Aku harus menambah staminaku, pemain baseball semuanya benar-benar bodoh. "


" Kamu. " panggil Anna dari depan.


Dengan melihat Anna tubuh Lim kembali sepenuhnya semangat.


" Anna, kamu ada disini? "


" Aku ingin menjelaskan soal tadi, tapi aku harap kamu tidak membicarakan ini kepada siapapun. "


Sudut mata Lim mengerut. " Silahkan. "


Anna berjalan di depan Lim, sedangkan Lim berjalan di belakang Anna.


" Aku dan Kak Yuki bertemu saat aku berumur 7 tahun dan Kak Yuki berumur 9 tahun. Keluarga dia benar-benar sedang dalam pertengkaran, Kak Yuki selalu menangis dan aku selalu membantunya. Tapi tiba-tiba saja keluarganya cerai, itu membuat Kak Yuki semakin patah hati. Ia terus menangis dan aku selalu menghiburnya bagaimana pun itu. Tidak kurang dari 2 bulan, Ibu Kak Yuki menikah dengan Pamanku yang dikatakan sebagai selingkuhannya dari Ibu Kak Yuki. Kak Yuki tidak bisa menerima, ia ingin menjadi salah satu suamiku dimasa depan nanti. Tapi takdir berkata lain kepada Kak Yuki. " jelas Anna.


" Apa kamu menyukainya juga? " tanya Lim dengan mata serius.


" Tidak, aku hanya menganggapnya sebagai Kakak. Apa aku salah? "


Lim mendekati Anna perlahan. " Tidak. "


Ia ingin memeluk Anna yang sedang merintikan air mata, tapi ada sebuah dinding lagi yang membuat Lim tidak bisa mendekati Anna.


" Lebih baik kamu berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Yuki-senpai saat tadi. " Kata Lim.


Anna mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.


" Lim. " sapa Hinata dari belakang Lim.


Anna yang melihat seseorang langsung berlari meninggalkan Lim, tapi saat Lim ingin mengejar Anna.


Hinata juga ikut mengejar dan terjatuh.



Lim tidak punya pilihan lain selain membantu Hinata dan membiarkan Anna pergi.


" Kamu baik-baik saja? " tanya Lim membangunkan Hinata.


" Aku baik-baik saja. " jawab Hinata dengan luka kecil dilututnya.


" Aku obati dulu ya. "


" Kamu tunggu disini " lanjut Lim membawa Hinata ke sebuah kursi kosong dan berlari ke Toko Obat untuk membeli beberapa plaster.


Setelah membeli obat, Lim kembali kepada Hinata.


Ia membersihkan luka Hinata terlebih dahulu, lalu menutup luka tersebut dengan plaster.


" Sudah tidak sakit lagi. "


" Terimakasih Lim. "


" Ngomong-ngomong, tadi Anna ya? " tanya Hinata.


" Iya. "


" Apa kamu dekat dengan dia? "


" Tidak tahu, kalau aku bilang aku dekat dengan dia. Nanti Anna bilang tidak dekat denganku. "


" Kenapa bisa seperti itu? "


" Karena dia tidak tahu nama asliku, dia hanya memanggilku ' Kamu, Kamu saja "


" Kenapa kamu tidak memberitahu? "


" Aku tidak ingin. "


" Kenapa? "


" Hanya tidak ingin saja. Lagipula aku menyukai dia memanggilku seperti itu. "


" Kamu menyukai Anna ya? "


Lim tidak bisa memungkiri lagi bahwa perasaannya sudah melebihi dari kata suka. " Aku mencintai dia. "


Mata Hinata melebar terkejut. " Apa kamu tahu Anna sepenuhnya? "


" Tidak. "


" Kalau kamu tahu, apa kamu akan tetap mencintainya? "


" Sepertinya, karena aku tidak bisa melupakannya. "


Hinata yang melihat Anna berada di belakang Lim, langsung memeluk Lim tanpa Lim duga.


Mata Anna melebar terkejut, hatinya seperti terhantam beda tajam saat melihat Lim berpelukan dengan Hinata.


" Hei, apa yang kamu lakukan? " dorong Lim tidak suka.


" Aku menyukai kamu Lim, jadi bisakah kamu melupakan Anna? Aku akan mencintai kamu dengan tulus. "


Wajah Hinata perlahan mendekati Lim dan ingin mencium bibir Lim.


Salah satu teman Hinata memotret antara Lim dan Hinata.


Perasaan Anna semakin merasa resah, ia tidak bisa apa-apa.


Lim yang teringat oleh masa lalunya langsung menutup mulut Hinata dengan tangan kanan serta wajah tertunduk.


" Maaf Hinata, bukan seperti ini yang aku inginkan. " tolak Lim.


Hinata mengurungkan niatnya untuk mencium bibir Lim.


" Aku sudah mencintai seseorang, aku harap kamu bisa melupakan aku. Bagaimana pun juga hati aku tidak akan berpaling untuk siapapun. "


" Aku mencintai dia, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dia meskipun itu aku. Karena aku perduli dengan perasaan dia melebihi perasaanku sendiri, aku tidak pernah merasaan seperti itu kepada siapapun. Kecuali kepada dia. " lanjut Lim.


Hinata tertawa melihat perasan Lim yang sangat mencintai Anna.


" Kalau begitu, aku tidak akan pernah menjadi bagian dari hidup kamu? "


" Maaf. "


" Sebegitu pentingkah Anna untuk kamu? "


" Iya, sangat penting. "


Ketika Anna mendengar namanya disebut, mata Anna melebar terkejut.


Perasaannya terombang-ambing, perasaan yang tidak pernah Anna rasakan sebelumnya.


Ia juga tidak pernah mendengar ada seorang lelaki yang berkata seperti itu.


Tapi Anna tidak bisa menerima.


Hatinya hanya kepalsuan, di dunia ini tidak ada yang benar-benar tulus kepadanya.


Semua hanya omong kosong bagi Anna.