
Lim berdiam diri dengan pikiran kosong di belakang stadion. Hideyoshi menghampirinya mengetahuinya bahwa Lim akan menyalahkan dirinya sendiri.
" Kamu sudah bermain bagus, jangan salahkan diri kamu sendiri "
" Mari kita pulang " ajak Hideyoshi untuk menghibur Lim.
" Bagaimana bisa? Aku saja ditarik, jika tidak kita pasti bisa menang " keluh Lim
" Kamu tidak boleh berbicara seperti itu! Kamu harus berterima kasih kepada Anna, karenanya kamu hanya mendapati kaki terkilir bagaimana jika kamu memaksakan diri. Kamu tidak akan pernah bisa bermain basket lagi! Lagi pula kamu masih punya target untuk Musim Dingin bukan?! Kamu harus mengejar itu, satu lagi kamu harus lebih percaya kepada teman tim kamu sendiri! " Perintah Hideyoshi.
Lim menatap Hideyoshi dengan tatapan bersalah, ia tidak bisa menangis dihadapan Hideyoshi.
" Lebih baik kamu sekarang menghampiri Anna, wajahnya terlihat seperti bersalah karena dia membuat kamu keluar " ucap Hideyoshi.
Lim yang mendengar ucapan Hideyoshi, segera berjalan mencari Anna dengan kaki yang kesulitan untuk berjalan.
Dengan berjalan lumayan jauh, Lim melihat Anna yang tengah berdiri di dekat anak tangga. Lim segera menarik lengan Anna dan membawanya kedalam sebuah kamar ganti baju untuk Tim Seido.
Anna terkejut kenapa Lim membawanya kedalam ganti baju cowok, " hei kenapa kamu membawaku kesini? " tanya Anna.
Setelah Lim membuka pintu, tidak ada siapapun didalam sana. Ia segera mengunci kamar ganti baju tersebut dan mendorong tubuh Anna ke dinding.
Anna meringis kesakitan punggungnya kesakitan karena dorongan Lim yang begitu kencang.
Lim segera mendekatkan diri kepada Anna dan menaruh kepalanya diatas pundak Anna, membuat Anna terkejut. Ia kira Lim akan marah kepadanya atau akan membentaknya, atau lebih parah lagi memukulnya.
Tapi Lim hanya bersandar di pundak Anna, " Maaf " ucap Anna bersalah.
" Aku yang harusnya minta maaf " kata Lim. " Karena membuat kamu terluka dan sedih " lanjutnya
Lim menangis di pundak Anna, Anna terkejut melihat Lim yang menangis di pundaknya. Anna ingin menenangkan Lim tapi tidak bisa, Lim mengambil lengan Anna dan menaruh tangan Anna diatas kepalanya
" Kamu harusnya mengelus kepalaku disaat seperti ini. " kesal Lim.
Anna dengan wajah memerah dan merasa lucu dengan tingkah Lim langsung mengelus kepala Lim dengan perlahan sambil berkata " Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja! ".
1 minggu, setelah pertandingan Inter-High selesai dengan berakhir menyedihkan.
Semua Tim kembali untuk berlatih setelah beristirahat selama 2 hari, namun Kakak kelas sudah berhenti begitu juga dengan Kaori yang berhenti menjadi manajer dan meminta Anna untuk mengurus segalanya serta menggantikannya menjadi manajer club basket.
Meski masih terlihat susah bagi Anna, tapi Anna akan membantu tim ini lebih dari apapun.
Namun Lim yang seharusnya datang untuk latihan, tapi tidak datang selama 5 hari. Walaupun kakinya masih dalam penyembuhan. Biasanya dia datang untuk melihat, tapi ini tidak.
Anna yang khawatir langsung bertanya kepada Okumura " Permisi, kamu tahu kenapa Lim tidak masuk sekarang? "
Okumura yang sedang melakukan shooting ke ring langsung berhenti saat Anna bertanya. " Ah, katanya dia sakit badannya demam selama 3 hari. Jadi dia tidak bisa datang "
" Sakit? "
" Iya "
" Terimakasih " ucap Anna seraya keluar dengan perasaan gelisah.
Ia ingin cepat-cepat untuk selesai, karena dia ingin menjenguk Lim. Anna juga masih merasa bersalah kepada Lim, karenanya tim kalah.
3 jam kemudian, latihan pun telah selesai.
Anna segera berlari tergesa-gesa untuk ke rumah Lim. Sesampai di rumah Lim dengan nafas terengah-engah, ia mengatur kembali nafasnya kembali sampai akhirnya dia tenang dan menekan tombol bel Lim.
Tapi tidak ada yang menjawab, Anna telah menekan tombol bel selama 3 kali tetap saja tidak ada yang menjawab.
Sampai akhirnya saat Anna mencoba membuka pintu, pintu rumah Lim sama sekali tidak terkunci. Anna segera masuk dengan perasaan tidak nyaman karena tidak sopan.
" Permisi " ucapnya seraya memasuki rumah Lim, melihat rumah Lim yang begitu gelap tanpa pencahayaan membuat Anna semakin khawatir.
Sampai tidak senggaja Anna melihat Lim yang terkapar di lantai, Anna berlari menghampiri Lim dan menggoyang-goyangkan tubuh Lim agar terbangun.
" Lim! "