Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Menjengkelkan



Anna yang sudah rapih dan membawa bekal makan siangnya itu ke atap sekolah untuk makan siang bersama dengan Lim.


Lim sudah menunggunya di atas atap sekolah, Anna membuka pintu dan langsung menghampiri Lim dengan sumringah.


Lim hanya menatap Anna cuek, perasaan kesal kemarin masih menyelimuti Lim. Anna bahkan tidak berbicara kepadanya bahwa dia kemarin bertemu dengan Kazuya.


Itu membuat Lim sedikit jengkel.


" Kamu ga bawa bekal? " tanya Anna melihat Lim yang tidak membawa apapun.


Lim hanya menggelengkan kepalanya, " Kalo begitu kita makan berdua "


" Tidak " jawab Lim.


" Kenapa? Kamu lapar kan? "


" Kamu saja yang makan! Nanti kalau kamu lapar, kamu menyalahkan ku "


" Ha! Aku juga masih bisa beli, mari kita makan bersama-sama. "


" Tidak, kamu saja biar aku yang beli. "


" Kalau selagi ada buat apa beli? Kita makan bersama-sama apa susahnya? "


" Kenapa kamu menjadi keras kepala gini?! "


" Bukankah kamu yang keras kepala hah! "


" Hah kamu yang keras kepala "


" Yaudah kalau begitu biar aku saja " ucap Anna menghentikan pertengkaran yang seperti anak kecil itu.


Anna segera memakan bekalnya dengan perasaan sangat jengkel, karena dia masih baik untuk memberikan bekalnya tapi Lim menolak membuatnya kesal.


Lim memperhatikan Anna yang mengunyah makanannya dengan sangat lama, memperhatikannya saja sudah membuatnya kesal.


Dengan cepat Lim menarik dasi Anna dan mencium bibir Anna dengan tiba-tiba.



Anna segera melepaskan ciuman Lim dengan paksa dan menelan makanannya itu. " Kamu gila kali ya aku sedang makan! "


Anna menelan ludahnya, ia lupa mengatakan kepada Lim.


" Ya menurutku itu tidak terlalu mengkhawatirkan bukan? Lagipula dia hanya meminta maaf jadi jangan terlalu di perbesar. " Kata Anna.


Lim langsung menjitak kepala Anna, Anna meringis kesakitan. " Tetap saja katakan! "


Anna menundukan kepalanya " maaf, buka mulut " ujarnya seraya mengambil makanannya dan memberikannya kepada Lim.


Lim mengambil suapan makanan dari Anna dan mengunyah dengan sangat kesal, mungkin hanya karena itu Lim tidak bisa marah kepada Anna.


Namun setidaknya Anna sudah menjelaskan kepada Lim, sehingga Lim tidak perlu berbasa-basi atau pertengkaran yang tidak di perlukan.


" jadi kamu maafkan atau tidak? " Tanya Anna merasa bersalah.


" Tidak aku tidak marah "


" Lalu, tadi untuk apa marah? "


" Aku hanya kesal saja kamu tidak bilang kepadaku. "


" Iya maaf. "


" Lagipula aku juga harus berterimakasih kepada Kazuya, karena dia yang memberitahu-ku asli dari Hinata. jadi untuk apa aku marah. "


Anna langsung mengecup pipi Lim dengan lembut merasa bangga karena memiliki pacar yang pemikirannya sudah dewasa.


Lim langsung meminta Anna untuk mencium bibirnya, Anna tidak mau karena ini area sekolah.


" Cih " desis kesal Lim.


Anna tertawa kecil melihat tingkah Lim lagi yang kesal, dengan perlahan Anna mencium dahi Lim dengan memejamkan matanya.


Anna menyayangi Lim, entah apapun itu Anna akan selalu menyayanginya.


Lim yang tersipu malu karena Anna mencium dahi Anna, dengan berinisiatif Lim langsung memegang pipi Anna dan mencium bibir Anna dengan sangat lama.


Lim juga bahagia, setelah penantian lama akhirnya dia mendapatkan Anna. Semua pengorbanan sudah di lakukan oleh Lim, maka dari itu Lim tidak akan melepaskan Anna.