
Saat club basket memulai latihannya, Anna sama sekali tidak datang membuat Clara serta Kaori khawatir.
Kaori menghampiri Lim dan bertanya " Apa Anna bilang sama kamu kenapa dia sekarang tidak masuk? " tanya Kaori.
Lim hanya terdiam dan hanya mengikat tali sepatu nya itu. " Mari kita mulai latihannya " teriak Lim tanpa menjawab pertanyaan Kaori.
" Sepertinya mereka ada sesuatu " bisik Clara kepada Kaori. " Sepertinya begitu " ucap Kaori mengangguk-anggukan kepala.
" Eh tapi Sawamura juga tidak masuk hari ini " kata Kaori baru tahu bahwa Sawamura tidak ada disini.
Mata Clara mencari Sawamura tapi sama sekali tidak ada. " Ah benar " ujar Clara.
••
4 hari telah berlalu ulangan pun sudah selesai, 3 hari menjelang Inter-High. Dan besok hari penentuan antara juara pararel perkelas 1-2-3.
Anna yang sedang duduk sendirian di perpustakaan mendapat sebuah Line dari Lim yang pesannya berkata " Nanti jam 7 kita bertemu di Cafe Racer ada yang ingin aku bicarakan. Aku mohon "
Anna hanya membaca pesan tanpa menjawab pesan tersebut, Lim yang memperhatikan dari jauh merasa semakin terluka dan bersalah akan kebodohan kepada dirinya sendiri.
" Kamu mau? " tanya Sawamura sambil berjalan mendatangi Anna dan memberikan makanan. " Emang di perpustakaan boleh membawa makanan? " sinis Anna seraya berjalan keluar dari perpustakaan.
Ia sama sekali tidak perduli akan semuanya, lebih baik dia berperilaku seperti ini daripada seperti kemarin. Jika Anna berperilaku baik, ia akan disakiti kembali.
Anna melihat Lim yang tengah berdiri di depan pintu perpustakaan. Lim menatap Anna, sedangkan Anna hanya membuang mukanya dan berjalan tanpa memperdulikan Lim di depannya.
8:00 p.m
1 jam Lim menunggu Anna di Cafe Racer, ia terus mengirim pesan kepada Anna tapi sama sekali tidak menjawab.
Sampai akhirnya dia menyerah dan ingin pulang, untuk meminta maaf dia akan berbicara di sekolah saja. Tapi tanpa terduga saat ia berjalan keluar Caffe, ia melihat Anna berada di pinggir Cafe Racer bersama dengan pria yang tidak ia kenali.
Lim menghampiri Anna yang bersama dengan pria itu. Anna ketakutan melihat pria itu, ia terus menurunkan pandangannya.
" Anna " panggil Lim membuat Anna menoleh ke arahnya dengan tatapan takut.
Pria itu menoleh tajam kearah Lim dan tertawa terbahak-bahak. " Ah jadi orang ini yang sampai membuat kamu keluar? " tanya pria itu dengan nada tinggi.
" Kamu siapa? " tanya Lim penasaran.
Pria itu melipat kedua tangan didada dan berkata dengan angkuh " Aku Kazuya Dai, teman Anna. "
" Kazuya Dai? " gumam Lim sambil mengingat nama itu. Dan Lim mengingat bahwa nama itu adalah nama yang dibawa oleh Akira yang berkata bahwa Kazuya Dai suka dengan Anna.
" Kamu teman Anna kan? Kalian ada perlu? " Lim membalikan tanpa menjawab pertanyaan Kazuya.
" Kami sebenarnya ketemu di jalan, aku minta untuk mengobrol sebentar tapi dia ngga mau katanya dia mau bertemu dengan seseorang dan ternyata seseorang itu adalah Kapten tim Seido Edward Lim " jelas Kazuya.
" Kalau begitu silahkan kalian mengobrol sebentar " ucap Lim seraya pergi namun langkah kakinya terhenti saat Anna menggenggam lengan Lim agar tidak pergi.
Anna menurunkan pandangannya " Katanya kamu mau mengobrol sesuatu denganku, kok tiba-tiba pergi begitu saja? "
Lim memandang mata Anna, Anna ketakutan bersama dengan Kazuya. " Apa kamu masih takut bersamaku Anna? " Kazuya menurunkan nadanya.
" Aku kan udah bilang aku minta maaf saat SMP, dan aku melakukan itu karena aku tidak sadar. Aku gak mau kamu disakitin, kamu tahu kan kalau aku benar-benar menyukai kamu. "
Mendengar ucapan Kazuya, Lim mendengus kesal dan mengambil tangan Anna seraya menggenggam erat jari-jari tangan Anna.
Anna terkejut tapi di satu sisi, ia juga ketakutan.
" Denger ya, sekarang ini dia cewekku! Jangan pernah berbicara apapun tentang masa lalu " ujar Lim seraya membawa Anna pergi menjauh dari sana.
Saat sudah menjauh darisana menuju tempat jalan yang sepi, Lim melepaskan genggaman nya. Anna ingin mengambil lengan Lim kembali untuk menggenggamnya lagi.
Tapi Anna tidak bisa, ia hanya bisa terdiam tanpa melakukan apapun.
" Maaf aku tiba-tiba. " kata Lim
" Jadi kamu sama dia kenapa? Kalian ada hubungan apa? Kenapa kamu ketakutan sama dia? "
" Ah sepertinya aku tidak perlu bertanya seperti itu " lanjutnya lagi.
Anna memandang wajah Lim dengan senyum kecilnya di wajah Anna, Lim menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa malu.
" Aku mau minta maaf, karena waktu itu aku ngga sadar akan diri sendiri. Aku begitu ingin memiliki kamu sehingga ga bisa mengandalkan diriku sendiri. " ucap Lim dengan wajah merah karena malu
Anna mendekatkan tubuhnya kedepan Lim, Lim hanya menelan ludah melihat Anna terus mendekati ke tubuhnya. Lalu tanpa di duga Anna memeluk Lim dengan kepalanya yang berada di pundak Lim.
Lim terkejut tanpa tahu bahwa Anna akan memeluknya, dia kira bahwa Anna akan menamparnya lagi dan marah-marah kepada dirinya.
Anna menangis dipundak Lim, Lim memeluk kembali Anna dengan sangat erat sambil mengelus kepala Anna dengan lembut.
" Aku sudah memaafkan kamu " bisik Anna. Lim menahan senyumnya karena tidak bisa menahan bahagianya.
Saat ini Lim sangat bahagia, sangat sangat bahagia.