Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Ma-ri



Tangan, kaki Anna diikat oleh sebuah tali. Ia membuka matanya perlahan, melihat sekitar gubuk yang tidak memiliki barang apapun.


Ia ingin melepaskan tangan dan kakinya dari lilitan tali, tapi tidak bisa tali itu diikat sangat kencang di tangan serta kaki Anna.


Ini menakutkan, tidak ada pencahayaan sedikitpun. Anna tidak bisa melihat siapapun.


" Tolong! " teriaknya.


Ia datang kesini untuk menyelamatkan Sawamura, tapi mengapa kini dia yang berada disini.


Jebakan ini membuat Anna semakin ketakutan, menangis tidak henti karena takutnya berada sendirian di dalam hutan yang gelap.


" Sawamura! " teriaknya lagi berharap Sawamura ada disini juga.


Tapi Anna tidak mendengar sedikitpun suara, namun tiba-tiba terdengar suara seperti dalam radio.


" Hai Anna, apa kabar?. "


Mendengar suara itu, Anna ketakutan bibirnya bergetar ingin lari dari tempat ini tapi tidak bisa.


Anna tahu suara itu dia adalah Mari, dalang dari semua pembullyan nya. Tapi kenapa ada suaranya? Bukankah kata Hinata dia sudah bunuh diri?


Kenapa sekarang ada suaranya lagi?


" Ini video yang aku buat sebelum aku masuk penjara, sebenarnya aku sudah tahu bahwa aku akan masuk penjara. Dan aku hanya ikhlas, nyatanya memang aku seperti ini untuk membuat hidupmu menjadi sulit " lagi dan lagi terdengar suara itu entah dari mana.


" Pertama aku akan jelaskan kenapa aku berbuat sangat jahat kepadamu. Yaitu karena Ayahmu membuat keluargaku hancur, dia membuat Ayahku masuk penjara, membuat Ibuku harus menjadi kepala keluarga dan meninggal karena terlalu lelah. Lalu saat Ayahku keluar dia melakukan pelecehan karena stress tidak mendapatkan pekerjaan apapun dan Ibuku yang meninggal. Kamu tahu itu? Ayahmu di anggap sebagai Hero di Korea, karena memasukan Ayahku yang seorang Korupsi dengan bukti-bukti yang sangat kuat. Mungkin seluruh Korea menyukainya, tapi aku tidak. Karena Ayahmu yang membuat hidup keluargaku hancur, aku tidak ada hal lain untuk membullymu selain untuk balas dendam. Tadinya aku hanya ingin sendiri, tapi melihatmu mempunyai banyak teman, dan disukai oleh banyak orang membuatku jijik. Oleh karena itu aku merebut segalanya dari kamu, Ayaka dan Sawamura. "


Mendengar penjelasan dari suara dalam radio itu membuat Anna mengerti kenapa semua alasan Sawamura tidak dapat di terima oleh Anna, kenapa ada sesuatu yang mengganjal dalam hati Anna saat Sawamura menjelaskan segalanya.


Anna tahu saat Anna terpuruk tidak ada satupun yang membantunya, Anna tahu dan kenyataan itu memang benar adanya.


" Aku merasa iri karena Sawamura pernah mengatakan kepadaku bahwa dia sangat menyukaimu, dan dia tidak ingin lepas darimu. Tapi dia juga tidak ingin melepaskanku, karena baginya aku adalah seorang mainan. Bukankah itu menjijikan? "


" Maka dari itu aku membuat rencana membawamu bersama dengan Kazuya ke sebuah hotel dan membuat Sawamura jijik terhadapmu. "


" Nyatanya, cintanya lebih besar dari yang aku duga. Dia percaya denganmu, dan aku tidak menyangka itu semua. Namun brengsek tetap saja brengsek, dia juga pernah mendua-kan kamu jadi apa sekarang dia masih pantas untuk di sandingkan denganmu? Tidak! "


" Dia hanya seorang pecundang yang hanya bisa memainkan perasaan seseorang "


Anna menangis tapi kali ini tidak dengan berteriak atau mengeluh, dia hanya merintikan air mata tanpa suara menyadari hal yang dia inginkan selama ini.


Tapi waktu sudah terlewat, apa yang sudah menjadi masa lalu lebih baik di lupakan bukan?


Lebih baik memaafkan daripada membenci, karena membenci pun akan semakin membuat hati kita semakin keras.


Lalu datang seseorang tanpa terduga, ia berjalan menyalakan sebuah lilin satu persatu membuat sekeliling gubuk tersebut menyala.


Anna seperti dalam lingkaran, sekelilingnya hanyalah lilin yang menyala sangat terang namun dalam terang tersebut ada seseorang dalam kegelapan yang menatap Anna dengan penuh kebencian.


" Halo, Anna "