
Pertandingan penyisihan sampai semifinal Inter-High akan di adakan di Stadion Ariake Coliseum yang bertempat di Kota Tokyo, Jepang.
Seluruh Tim Sekolah yang mengikuti Inter-High di wajibkan untuk melakukan pembukaan pada jam 9:00 a.m dengan pakaian Tim masing-masing sekolah.
Seluruh Tim sudah berkumpul pada pukul 8.00 a.m begitu juga dengan Tim Seido sedangkan untuk manajer akan datang setelah pembukaan.
Anna di perintahkan oleh Kaori untuk mengambil sebuah banner yang bertulis " Strong dan Fight " di dalam lapangan basket. Tapi ia tidak menemukannya sama sekali sampai akhirnya ia di berikan pesan oleh Kaori bahwa banner-nya berada di dalam rumah Lim.
Anna tidak bisa mengambilnya, ia tidak memiliki kunci rumah Lim. Maka dari itu ia akan mengambil saat pertandingan pertama selesai bersama dengan Lim.
Pembukaan Inter-High selesai, pertandingan pertama akan dilakukan pukul 10:00 a.m. Tim Seido mendapatkan jadwal bermain pukul 12:45, setelah selesai jam istirahat.
Anna berangkat dari sekolah menuju stadion, sesampai di stadion kakinya terhenti saat ingin memasuki stadion. Ia melihat Kazuya yang tengah berdiri di hadapannya dengan menatap Anna dengan tatapan menakutkan.
Orang-orang disana memperhatikan kearah mereka, membicarakan antara Anna dengan Kazuya. Beberapa orang terlihat seperti penasaran, dan beberapa orang juga terlihat merasa iri dengan Anna.
Tangan Anna bergetar ketakutan melihat situasi seperti ini. Kazuya mendekatkan diri ke Anna membuat Anna terus berjalan menjauh.
" Kalau aku menang saat final nanti kamu harus memaafkan ku! " Bisiknya di telinga Anna.
Anna mengepalkan tangannya menahan tangis dan menahan emosinya. Lalu Sawamura datang mengambil lengan Anna dan membawanya pergi dari sana.
" Jadi sainganku bertambah lagi? " gumam Kazuya merasa kesal.
Sawamura membawa Anna kedalam tribun Tim Seido, tangan Anna masih bergetar. " Kamu tidak apa-apa? " tanya Sawamura khawatir.
Mata Anna berkeliling mencari seseorang yang ia cari, dan seseorang itu tengah duduk di depan sambil memperhatikan pertandingan pertama yang akan dimulai.
Anna menghela nafas panjang, tangannya berhenti bergetar. Sawamura melihat mata Anna yang tengah melihat Lim. Ia tahu bahwa Anna sudah kembali tenang saat melihat Lim.
Ia juga tahu bahwa saat ini, dia bukanlah orang yang dapat membuat Anna tenang. Dia hanyalah seseorang pengganggu yang akan membuat hidup Anna terus-menerus terluka karena mengingat masa lalunya.
Sawamura melepaskan genggamannya dari lengan Anna perlahan, lalu Anna pergi begitu saja menghampiri Lim. Sawamura menundukkan pandangannya tidak ingin melihat pemandangan seperti itu, Kaori yang memperhatikan Sawamura dan tahu bahwa dia sedang terluka menarik lengan Sawamura untuk keluar dari tribun sebentar.
" Kap! " Panggil Anna sambil menyentuh pundak Lim dengan ujung jari.
Lim menoleh sesaat dan melihat Anna yang berada di belakangnya. " Anna! " Antusiasnya. Anna tersenyum kecil melihat Lim yang bahagia melihat Anna di sampingnya begitu juga dengannya yang bahagia melihat Lim.
" Maaf, aku sedang memperhatikan pertandingan ini. Karena kalau aku menang, aku akan melawan salah satu dari Tim ini " ucap serius Lim.
" Tidak apa-apa " jawab Anna.
Lim terus memperhatikan dengan serius pertandingan pertama ini, Anna yang tidak bisa memalingkan pandangannya dari wajah Lim hanya terus-menerus memandanginya tanpa Lim tahu.
Sampai akhirnya pertandingan pertama selesai pukul 11:00, pertandingan kedua dimulai. Lim memutarkan kepalanya ke kanan-kiri ke belakang-depan secara perlahan merasa letih karena memperhatikan dengan seksama.
Ia menoleh kearah kanan melihat Anna yang tertidur sambil bertopang dagu. " Hei Anna.. " bisiknya di telinga Anna.
Perkataan Lim membuat Anna terbangun dari tidurnya, ketika Lim mengetahui Anna akan terbangun ia segera menjauhkan tubuhnya dari tubuh Anna.
Anna membuka mata secara perlahan melihat Lim yang masih saja melihat kearah pertandingan, tapi sesaat ia seperti di bisikan oleh seseorang.
Perkataannya tidak jelas dalam telinga Anna, namun perkataan itulah yang membuatnya terbangun dari tidurnya.
" Maaf, aku tertidur " Anna dengan nada rendah.
" Lain kali jangan tertidur lagi! Kamu ini manajer, kamu harus membantu " tegas Lim.
Anna hanya menganggukkan kepalanya mengerti ucapan Lim.
Pukul 12:45 p.m
Pertandingan ketiga dimulai, Tim Seido melawan Tim Shiraishi. Tim Shiraishi adalah Tim 4 Raja dalam Tokyo.
Raja pertama adalah Tim Okawa, Raja kedua adalah Tim Miami, Raja ke-tiga adalah Tim Shiraishi dan terakhir Raja ke-empat adalah Tim Seido.
Seluruh Tim sudah bersiap dalam bench ( bangku cadangan ) untuk persiapan. Hanya dua orang official saja yang boleh memasuki bench selain tim yaitu Coach dan Manajer.
Anna tidak bisa duduk dalam bench karena Kaori masih belum lulus ataupun berhenti, maka dari itu Kaori masih duduk di bench bersama Coach dan Tim.
Anna melihat Lim yang tengah duduk di bench dengan kepala yang tertunduk. Anna merasa khawatir karena untuk pertama kalinya ia melihat pertandingan asli dari Tim Seido yang seisi tribun sudah di penuhi oleh banyak penonton.
Kazuya serta Timnya pun sedang menonton, untung saja Kazuya berjarak jauh dari Anna sehingga Anna tidak terlalu takut untuk berada dekat dengannya
Bel pertandingan dimulai.
Seluruh tim menuju lapangan, Tim Seido diawali oleh starter Okumura, Sawamura, Lim, Hadji dan Hideyoshi.
Sedangkan Tim Shirashi diawali oleh starter Haru, Kado, Ichiro, Jiro dan Masaki.
Peluit wasit berbunyi, masing-masing tim sudah berada di tempat untuk mengambil jumpball.
Dua orang yang berbeda dari tim berada di dalam lingkaran tengah. Yang berada disana adalah Hideyoshi serta Masaki, orang yang paling tinggi di dalam tim.
Wasit melemparkan bola keatas secara vertikal diantar dua jumper, saat bola sudah mencapai titik tertinggi Hideyoshi serta Masaki menepis dan yang mendapatkan duluan adalah Hideyoshi.
Hideyoshi menepis kearah Lim yang membuat Lim langsung mengambil dan berlari dengan permainan cepat, ia melewati tiga orang sekaligus dan langsung memasukan bola tersebut ke dalam ring sambil menghujamkannya dengan satu tangan menyentuh besi dalam ring basket.
Seluruh penonton langsung terdiam saat Lim melakukan dunk, lalu saat Lim melepaskan tangannya dari besi seluruh tribun langsung heboh dan meneriaki Lim.
Point pertama di dapatkan oleh Tim Seido dan rencana pertama dari coach berhasil untuk mendapatkan point pertama.