
8:29 a.m
1 menit sebelum bel sekolah.
Anna yang berlari terburu-buru karena 1 menit lagi sekolah akan ditutup, dan Anna masih berada lumayan jauh dengan gedung sekolah.
Nafasnya terengah-engah, ia terlambat karena Ibunya yang selalu berbicara tidak jelas sejak kemarin.
Perkataan yang mengharuskan Anna untuk menghargai lelaki. " Jika kamu menyukainya katakan dengan jelas. " Ucapan Hanna yang membuat Anna terus terngiang-ngiang di otak.
" Ah menyebalkan " Keluh Anna sambil berlari.
Waktu tersisa 30 detik lagi, Anna sudah berada di depan gedung sekolah. Dan akhirnya selamat sebelum gerbang ditutup.
" Hosh...Hosh.. " Nafasnya tersengal. Ia berjalan memasuki kelas, hawa dingin mulai menyentuh kulit Anna.
Sewaktu Anna berlari, hawa dingin sama sekali tidak terasa tetapi saat ia berhenti berlari kulit Anna sudah merasakan cuaca yang sangat dingin.
Musim dingin adalah musim yang tidak disukai oleh Anna, udara dingin merupakan hal yang dibenci Anna. Meskipun ia menyukai saat salju turun.
Ketika Anna memasuki kelasnya, tidak sengaja Anna dan Lim berpapasan di depan pintu.
Keduanya terkejut melihat satu sama lain, Anna membalikkan tubuhnya dan perkataan Hanna mulai kembali teringat oleh Anna.
" Tidak, aku tidak menyukainya. " Gumam Anna.
Sedangkan Lim hanya membenarkan dasinya, 5 hari tidak bertemu dengan Anna. Ia merasa sangat merindukan Anna, selama pelatihan Lim hampir tiap hari memikirkan Anna.
Perasaan itu membuatnya sedikit jengkel karena tidak bisa fokus dalam pelatihan.
Dan kali ini, mereka bertemu satu sama lain. Senyuman mulai melengkung dibibir Lim, terlihat wajah sumringah Lim.
" Kap! " Panggil Okumura dari depan Anna. " Oh, Anna apa kabar. " Ujar Okumura yang melihat Anna berada di hadapannya.
Lim berjalan melewati Anna dan merangkul bahu Okumura. " Bagaimana pertandingan mu? Hari ini aku bermain kan? "
" Tentu saja. " Jawab Okumura sepanjang perjalanan yang terdengar oleh Anna.
Hari ini adalah pertandingan terakhir dari Kejuaraan Musim Dingin dan ini juga adalah pertandingan pertama dan terakhir Lim di Kejuaraan Musim Dingin.
Lim berharap dengan Anna mendengar perkataan kali ini, Anna akan menonton pertandingannya.
5:00 p.m
Pertandingan akhir SMA Seido melawan SMA Shiraishi yang merupakan raja keempat.
Di quarter pertama sampai quarter ketiga, Lim sama sekali tidak dimainkan. Namun skor sudah cukup jauh, yaitu 88-78.
Dan disaat quarter keempat, Lim memasuki lapangan. Dengan masuknya Lim di dalam lapangan, Anna juga datang tepat pada waktunya.
Lim meregangkan tubuhnya untuk bersiap-siap bermain, ia menolehkan kepalanya melihat Anna berada di belakangnya bukan berada di tribun.
Wajahnya sedikit kebinggungan dan akhirnya ia menatap kearah Lim.
Harapan Lim akhirnya terkabulkan, bahwa Anna melihat pertandingan Musim dinginnya.
Dimenit awal, Lim sudah menunjukkan permainan yang luar biasa yaitu dunk yang sempurna.
Ini adalah pertandingan awal Lim, tetapi permainannya sudah sangat menakjubkan.
Dia adalah anak yang berbakat.
Chris dari samping Anna juga tersenyum lebar karena dapat melihat permainan Lim di dalam lapangan yang sesungguhnya.
Para penonton juga berteriak heboh melihat kemampuan Lim yang benar-benar sudah berbeda di bandingkan musim panas lalu.
Dari kursi penonton juga terlihat Kazuya dan Akira. Akira bergumam " Musim panas besok akan lebih menakutkan. "
Anna juga terpukau dalam permainan Lim, ia bisa hebat. Siapapun akan jatuh cinta saat melihat permainan Lim, begitu juga dengan Anna yang hatinya berdebar kencang melihat permainan Lim.
" Tidak, tidak boleh. " Anna menolak perasannya dan berlari keluar dari lapangan.
Permainan telah selesai, dan pertandingan dimenangkan oleh SMA Seido dengan skor 95-88.
Semenjak kedatangan Lim, SMA Shiraishi sudah tidak dapat mencetak skor lagi.
Kedua pemain berbaris saling berhadapan dan menundukkan kepalanya sopan bertanda telah mengakhiri pertandingan.
Seluruh anggota merasa sangat senang dan bahagia karena kejuaraan kali ini dapat dimenangkan oleh SMA Seido.
Hanya saja dalam kejuaraan kali ini, SMA Okawa tidak ada.
Seluruh anggota SMA Seido menolehkan kepalanya kearah SMA Okawa yang sedang menonton di atas tribun.
Mereka menunjuk kearah SMA Okawa sambil berkata bersamaan " KAMI TUNGGU DI INTER-HIGH SELANJUTNYA! "
Mata Lim mengelilingi sekitar lapangan mencari Anna, dan dia sudah tidak ada. Lim berlari mencari Anna, namu lengannya tertahan oleh Okumura.
" Kamu mau kemana? Ada pembicaraan terlebih dahulu. " Katanya. " Sebentar saja, aku pergi. " Lim melepaskan tangan Okumura dari lengannya.
" Bawa ini, nanti kamu kedinginan. " Okumura melemparkan jaket kepada Lim.
Lim segera mengambil dan memakai jaketnya sambil berkata " Terimakasih. "
Kaki Lim yang sudah sangat lemas terus mencari Anna kesana-kemari, dan akhirnya bertemu.
Di belakang gor, ia sedang memainkan kucing yang berada di belakang gor sendirian tanpa ada seseorang disampingnya.
" Anna. " Panggil Lim yang membuat Anna menolehkan kepalanya, wajahnya memerah saat melihat Lim.
" Ah menyebalkan. " Gumam Anna memalingkan pandangannya.
Lim yang melihat wajah Anna memerah langsung menggenggam jemari tangan Anna sambil bertanya khawatir. " Kamu baik-baik saja? Tidak kedinginan? "