Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
jadi seperti itu



" Apa maksudmu? "


" Ya seperti itu kap, mangkannya dia menjauh dari sosial karena seperti itu. "


Lim mengepalkan tangannya dengan keras dan berlari sangat kencang mengejar Anna.


Mata Lim mengelilingi mencari Anna, ia menanyakan Anna dimana kepada siswa dan siswi.


Sampai akhirnya ada seseorang yang melihat Anna berjalan ke atas atap sekolah sendirian.


Ia langsung berlari menuju atas atap sekolah, membuka pintu dan melihat Anna yang sedang duduk dan memeluk lututnya itu.


" Jadi kamu disini? " ucap Lim terengah-engah.


Ia mendekati Anna dengan perlahan, mengusap lembut kepala Anna. " Aku disini " kata Lim.


Anna mengangkat kepalanya melihat wajah Lim yang berada dekat dengannya. " Kenapa kamu disini? " tanya Anna penasaran.


" Itu.. "


" Ah iya, Minggu nanti aku ingin mengajak kamu untuk ke Taman Bermain. Kamu mau? " ajak Lim.


" Mari kita pergi " Anna dengan antusias tiba-tiba. Lim mengedipkan matanya secara cepat, tidak tahu bahwa ajakannya akan diterima secepat ini.


" Tapi.. " kata Anna setengah.


" Tapi apa? "


" Kamu harus selalu di dekatku. "


Wajah Lim memerah tersipu malu karena ucapan Anna.


" Kamu bisa tidak? " lanjut Anna dengan menatap Lim dengan serius.


Lim mengangguk-anggukan kepala mengerti dan menjulurkan tangannya " Sekarang mari kita ke kelas ". Kata Lim seraya Anna mengambil lengan Lim dan pergi keluar bersama Anna.


Saat mereka turun bersama, semua siswa-siswi memperhatikan kearahnya. Anna yang menurunkan kepalanya sambil terus memegang lengan Lim dengan ketakutan.


Lim menoleh sesaat melihat Anna yang sepertinya sedang ketakutan dengan keadaan seperti ini.


Ia langsung berinisiatif memegang jemari tangan Anna dengan lembut dan membawa Anna untuk pergi jauh dari kerumunan orang-orang yang memperhatikan mereka.


Terdengar beberapa bisikan seperti " Mereka pacaran? "


" Sedang apa mereka darisana? "


Lim dan Anna terus berjalan sampai akhirnya mereka dihentikan oleh Hinata dan teman-temannya itu.


Anna menoleh sesaat kearah Hinata dengan tatapan takut memegang erat jemari Lim dengan sangat kuat. Lim tahu bahwa saat ini Anna sedang ketakutan.


" Apa di sekolah di perbolehkan untuk pacaran? " tanya sinis Hinata.


" Apa maumu? " tanya balik dari Lim.


" Aku tanya apa di sekolah di perbolehkan untuk pacaran? "


Anna melepaskan tangannya dari tangan Lim agar tidak menyebarkan gosip yang tidak diinginkan. Tapi Lim langsung mengambil tangan Anna lagi dengan sangat kuat.


Anna terkejut melihat sikap Lim yang sepertinya sangat marah, untuk pertama kalinya Anna melihat tatapan Lim yang sangat mengerikan. Anna ketakutan, tangannya bergetar namun terhenti saat Lim memegang lengannya kembali.


" Minggir, aku tidak punya urusan denganmu! " seru Lim kepada Hinata.


" Kalau aku tidak mau? " tanya Hinata.


" Kalau kamu tidak mau aku dorong kamu sampai kamu minggir! " tegas Lim.


Hinata mendesah kesal karena melihat Lim yang menolong Anna, Hinata yang merasa ketakutan langsung membuat jalan agar Lim bisa jalan dengan Anna.


Anna kembali ke kelasnya yang di antarkan oleh Lim, Lim berkata " Pakai Headphone agar tidak terdengar suara yang menurutmu menyeramkan. "


Anna menganggukkan kepalanya mengerti dan memasuki kelasnya sambil melambaikan tangan kepada Lim.


" Terimakasih " ucap Anna dengan senyum sesaat dengan nada rendah.


Hati Lim berdegup dengan sangat dag-dig-dug. Ia tidak menyangka bahwa Anna akan tersenyum kepadanya untuk pertama kalinya.


Baginya ini adalah hari terbahagia-nya.


Bukan karena Anna tersenyum kepada Lim, tapi karena ia memegang tangan Anna untuk pertama kalinya juga.


Lim yang merasa bahagia terus-menerus tersenyum di perjalanan untuk ke kelasnya. Anna yang melihat teman kelasnya yang memperhatikan kearahnya langsung menggunakan Headphone di telinganya mendengar perkataan Lim.


Sebenarnya saat ada berada di atap, ia ingin ada satu orang saja untuk membawanya jauh dari sini untuk tidak terus bersedih dan melupakan segalanya.


Tapi ternyata harapannya terkabul dan seseorang itu adalah Lim. Anna merasa bahagia, ia merasa bahwa masalahnya akan hilang jika bersama dengan Lim.


Anna merasa nyaman jika bersama Lim, saat ini Anna ingin terus bersama dengan Lim apapun itu. Ia ingin terus berterima kasih kepada Lim karena telah membuat harapan kecil Anna terkabul.


Ketika Anna SMP, ketika ia berharap seperti itu tidak ada satupun yang membantu-nya membuat Anna terluka dan terus menerus terluka.