
Lim yang membopong Anna membawanya ke UKS dengan nafas tersengal karena terus berlarian sambil membopong Anna.
Sampainya di UKS, Lim segera membaringkan tubuh Anna di atas ranjang dan meminta dokter sekolah untuk memeriksanya.
Dokter berkata bahwa Anna baik-baik saja, ia hanya sedikit cemas.
Berjam-jam Anna tidak sadarkan diri dan Lim masih berada di dalam UKS untuk menjaga Anna.
-Krek
Suara pintu terbuka, Lim menolehkan kepalanya sesaat dan melihat Okumura yang membawa tas Lim.
" Ini untukmu kap. " katanya sambil memberikan tas Lim.
" Terimakasih. " ucap Lim mengambil tas dari Okumura.
Tiba-tiba jari tangan Anna mulai bergerak, dan kelopak matanya perlahan-lahan membuka mata.
" Dia bangun! " Kaget Okumura. Lim segera melihat kearah Anna, tangannya memegang jemari Anna dengan sangat erat.
Anna yang sadarkan diri melihat seorang lelaki yang berada di sampingnya dengan pandangan buram, Anna menduga bahwa lelaki yang berada di sampingnya adalah Lim.
Dan benar dugaaan Anna dia adalah Lim.
" Kamu baik-baik saja? " tanya Lim khawatir, Anna melepaskan tangan Lim dari jemarinya perlahan. " Aku baik-baik saja. " Jawabnya.
" Maaf, bisakah kamu keluar? " Pinta Anna.
" Keluar? " Lim kebinggungan.
" Iya, aku tidak suka melihat kamu disini. "
" Hah? "
" Seharusnya kamu tidak menolongku, kamu seharusnya membiarkan aku disana. "
" Anna! " seru Lim. Anna memalingkan pandangannya, ia tidak ingin menatap Lim.
Lukanya masih terasa sakit saat Ryuzaki berkata tentang masa lalu Anna. Ia tidak bisa membiarkan Lim melihat tangisan Anna lagi.
Itu terlihat sangat lemah.
" Okumura, ayo keluar. " Ajak Lim yang langsung menarik tas Okumura untuk segera keluar.
Ingatan tentang Lim yang membentak Anna terus-menerus teringat, tidak semestinya Lim membentak Anna yang sama sekali tidak bersalah.
Orang yang harus disalahkan dari semua ini adalah Lim, karena dia sangat menyukai Anna.
Dan karena dia tidak bisa melepaskan Anna sekalipun.
Hatinya sudah berlabuh untuk Anna, sehingga Lim tidak bisa menyukai orang lain selain Anna.
Meski sudah mencoba melupakan Anna, tetap saja pikiran dan hati masih untuk Anna.
" Sial! " Keluh Lim menendang sebuah botol minuman di lapangan basket.
" Kap, ini masih ada airnya. " Ujar Okumura yang mengambil botol minum tersebut.
" Dia kenapa? " Hideyoshi kebinggungan melihat Lim dengan wajah emosi.
" Biasa dicampakkan lagi. " jawab Okumura.
Tapi menurut Okumura, Anna salah. Karena tidak seharusnya ia berkata seperti itu kepada Lim meskipun ia tidak menyukainya.
Okumura tahu seusaha apa Lim untuk mendapatkan Anna, setidaknya Anna harus menghargai perasaan Lim.
Perkataan itu siapa saja bisa membuat orang terluka, begitu juga dengan Okumura.
" OKE KARENA KAPTEN KITA SEDANG PATAH HATI, LEBIH BAIK KITA MULAI LATIHAN! " Teriak Okumura di dalam lapangan basket.
Seluruh anggota mulai melakukan pemanasan, sedangkan Lim masih duduk di pinggir lapangan dengan pandangan kosong.
3 jam kemudian.
Latihan basket telah selesai, Lim juga telah menyelesaikan jogging keliling sekolah untuk menjernihkan pikirannya kembali.
Ia kembali menuju lapangan basket dan melihat anggota tim basket yang sedang melakukan pendinginan.
Okumura mendekati Lim. " Bagaimana masalahmu dan Anna sudah selesai? "
" Masalah apa? "
" Soal kamu yang dicampakkan " ledek Okumura yang membuat Lim langsung mengambil sebuah bola basket dan mencoba ingin memukul Okumura dengan bola basket.
" Kamu tadi bilang apa?! " kesal Lim dengan tatapan mematikan.
Okumura hanya mengigit jemarinya takut melihat tatapan Lim yang terlihat seperti seorang yang ingin membunuhnya.
" Katakan sekali lagi! " Lim dengan nada tinggi.
" Tidak, aku tidak bilang apa-apa itu imajinasimu saja. " Kilah Okumura ketakutan.
Tak lama kemudian, Yuki dan Hirahata datang memasuki lapangan basket.
" Selamat sore. " Sapa Yuki serta Hirahata.
Lim menoleh kearah Yuki dan Hirahata, ia menurunkan kembali bola basketnya dengan sebuah tundukkan kepala sopan.
" Selamat sore! " Ucap bersamaan para anggota basket.
Hirahata menepuk pundak Hideyoshi dengan sangat keras " OH HIDEYOSHI, TUBUHMU SUDAH BESAR YA! "
" OKUMURA, PERUTMU BELUM MENJADI KOTAK-KOTAK? "
" SAWAMURA, KAMU MASIH PENDIAM AJA YA! "
" DAN LIM, BAGAIMANA PERUTMU? KAMU FRUSTASI TIDAK BERMAIN YA?! " Ucap Hirahata dengan mendatangi Hideyoshi, Okumura, Sawamura dan Lim.
" Iya kap, saya berlatih banyak! " Hideyoshi dengan menunjukkan otot tangannya.
" Kap, kap. Saya ini bukan kapten kalian lagi, lihat Lim wajahnya melas seperti itu karena kamu memanggil saya kap. " Tolak Hirahata.
Tatapan Lim masih memperhatikan kearah Yuki, matanya terbuka lebar ingin berbicara empat mata dengan Yuki.
Yuki mengerti dengan tatapan Lim, ia merangkul Lim dan membawanya untuk keluar dari lapangan basket sambil berkata " Aku pinjam kapten kalian dulu! "
" Apa yang ingin kamu bicarakan? " Tanya Yuki memberhentikan langkah kakinya di depan tribun lapangan sekolah.
" Soal Anna. "
" Kenapa? Kamu bertengkar lagi dengan dia? "
" Iya, tapi ada hal penting yang harus aku tanyakan. "
" Apa? "
" Masa lalu Anna. " Kata Lim membuat mata Yuki melebar.
Tidak ada orang yang tahu tentang masa lalu Anna di sekolah ini, bahkan Anna pindah ke Jepang untuk menjauhi masa lalunya.
Dan Yuki mengetahuinya karena Hanna pernah berkata kepadanya dengan sebuah tangisan yang tiada henti.
" Ada apa dengan masa lalu Anna? " Yuki berpura-pura.
" Tidak hanya saja Ryuzaki selalu berbicara tentang masa lalu Anna, dan wajah Anna memucat saat Ryuzaki berkata seperti itu. "
" Ryuzaki? "
Lim menganggukkan kepalanya cepat. " Sebenarnya ada apa? "
Tangan Yuki terkepal dengan erat, ia benar-benar ingin membunuh Ryuzaki saat ini. Pikiran tentang Ryuzaki mengancam Anna membuat Yuki kesal.
" Tidak ada apa-apa, Ryuzaki hanya bercanda! " Yuki menepuk-nepuk punggung Lim seraya berjalan meninggalkan Lim.
Yuki yang emosi yang bergejolak tinggi di dalam tubuhnya, ia berlari mencari Ryuzaki di sekeliling sekolah.
Ia juga bertanya kepada Security sekolah, dan Security sekolah hanya menjawab bahwa Ryuzaki baru saja pulang bersama dengan Hinata.
" Hinata? " Gumam Yuki mengangkat salah satu alisnya.
Wajah Yuki benar-benar penuh kekesalan, ia tidak bisa membiarkan Ryuzaki terus mengancam Anna.
Hidup Anna akan kembali menderita, dan Yuki akan gagal untuk melindunginya.
Bagi Yuki, tidak ada yang lebih putus ada dibandingkan gagal melindungi Anna.
Nafas Yuki tersengal karena terus berlari mencari Ryuzaki, sampai akhirnya Yuki melihat Ryuzaki yang berjalan berdampingan dengan Hinata.
" Hei Ryuzaki! " Tegas Yuki menghampiri Ryuzaki.
" Kak Yuki? "
Tanpa berbasa-basi, Yuki menendang perut Ryuzaki dengan sangat keras membuat Ryuzaki terjatuh dan meringis kesakitan.
" Kak Yuki, kenapa?! " Ryuzaki tidak mengerti.
" Jangan pernah kamu dekat-dekat dengan Anna lagi atau kamu akan mati ditanganku! " Ancam Yuki.
" Anna? " Ucap Hinata dengan senyuman kecil. Hinata mendekati Yuki dan berbisik tepat ditelinganya " Senpai melakukan hal seperti ini, apa karena Ryuzaki yang mengancam memberitahu seluruh sekolah tentang masa lalu Anna? "
Yuki mengerutkan dahinya. " Kamu tahu? "
" Jelas aku tahu, aku yang memberitahu kepada Ryuzaki tentang masa lalu Anna. " Hinata dengan tatapan dingin.
" Kamu yang memberitahu? Bagaimana kamu tahu? " Yuki kebinggungan.
" Ah... "
" Aku tidak akan memberitahu, tapi kalau kamu melakukan hal seperti ini lagi. Aku akan membuat Anna menderita lebih dari sebelumnya, dan mungkin seluruh sekolah akan tahu tentang masa lalu Anna. "
" Jadi, jangan pernah ikut campur dengan urusan ini. "
Yuki menyeringai kesal. " Jadi kamu akar dari permasalahan ini ya? "
" Belum tentu. "
Dengan tatapan emosi, Yuki mendekati Hinata perlahan dan mencengkram mulut Hinata dengan kuat " Hati-hati dengan omongan kamu. "
Bibir Hinata bergetar ketakutan, ia menelan ludah.
" Apa yang perlu aku takuti? " Hinata dengan sombong.
" Tidak ada yang perlu aku takuti dengan kamu lelaki tidak tahu malu dan Anna, perempuan menjijikan. " Jelas Hinata membuat Yuki cengkraman nya semakin kuat.
Ryuzaki yang melihat Hinata kesakitan langsung mendorong tubuh Yuki untuk menjauh dari Hinata.
" Jangan sentuh dia! " Seru Ryuzaki berdiri di depan tubuh Hinata.
" HAHAHAHA " tawa Yuki. " Jadi kamu sudah dibutakan oleh perempuan berhati dingin itu? "
" KAK YUKI TIDAK AKAN SENTUH DIA, DAN AKU TIDAK AKAN SENTUH ANNA! " Tegas Ryuzaki.
" Kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan? " Yuki tidak yakin.
" Kak Yuki, Ryuzaki, Hinata? " Panggil Anna kebingungan dari belakang mereka.
Yuki membalikan tubuhnya " Anna. "
" Kalian kenapa ada disini? " Anna penasaran.
" Kami hanya sedang berbicara kecil-kecil saja. " Jawab Hinata.
" Ah, Ryuzaki. Aku ingin bilang, Ayah kamu tadi datang lagi dan berkata bahwa tunangan sudah dibatalkan dari kedua pihak. Jadi aku diperintahkan untuk bilang sama kamu tentang ini dan kamu diharuskan untuk bertemu dengan Pak Tanaka. " Papar Anna.
" Terimakasih. " Kata Ryuzaki sambil berjalan menuju arah sebaliknya untuk berbicara dengan Ayahnya meninggalkan Hinata, Ryuzaki dan Anna.
" Kalau begitu aku pergi dulu. " Ujar Anna seraya membalikkan tubuhnya.
Langkah kakinya terhenti saat melihat Lim berdiri lumayan jauh dari hadapannya.
Anna menolehkan pandangannya tidak ingin menatap Lim, namun dari jauh ia berteriak " ANNA MAAFKAN AKU "