
Setelah berhari-hari nya Lim meninggalkan Anna tanpa ada kabar lagi saat sampai di Amerika.
Anna hanya terdiam menyendiri di kamarnya, sampai akhirnya Gi membawa Anna keluar dari rumahnya.
Ia mengajak Anna keluar membawanya pergi ke tempat dahulu Anna selalu menangis. Yaitu pantai.
Sesampai disana, Anna hanya memperhatikan pemandangan laut yang sangat indah. Tapi Anna tidak bisa menangis, air matanya seperti tertahan oleh sesuatu.
" An. " Panggil Gi.
" Hm. " jawab Anna.
" Aku ingin berkata sesuatu. "
" Katakan saja. "
" Kita tidak bisa menikah dengan hanya satu perasaan saja An. "
" Aku bahagia lihat kamu bahagia. "
" Aku tidak suka kamu yang terpaksa menikahi aku. Lebih baik kamu kembali dengan Lim, Kamu juga telah mencintainya lebih dari 5 tahun kan? Bukankah itu waktu yang lama mencintai seseorang? Aku saja sudah tidak ada tempat untuk berada di hati kamu lagi. Jadi lebih baik kita saling melepaskan. " jelas Gi seraya mengeluarkan cincin dari jari tengah Anna dan mengeluarkan cincin dari jari tengahnya juga.
" Maafin aku Gi. " Kata Anna merasa sangat bersalah telah menyakiti Gi.
Di terbenamnya matahari, wajah Gi yang tersenyum namun terlihat sangat jelas kesedihan di matanya.
" Tidak apa-apa, lebih baik seperti ini. "
Anna menangis tersedu-sedu, kini Lim pergi dan ia menyakiti Gi.
Gi langsung memeluk erat Anna menenangkan Anna " Jadi kamu harus bahagia An. " .
••
Setelah lebih dari 1 bulan, Lim juga belum sama sekali kembali dan belum ada kabar dari Lim.
Anna hanya menjalankan kegiatannya lagi, meski berat Anna akan menunggu Lim sampai kapanpun.
Tapi ada di satu sisi dimana Anna sangat merindukan Lim. Dimana ia ingin kembali bersama dengan Lim.
Anna takut bahwa Lim tidak akan kembali.
Tapi Anna percaya bahwa pria tampan itu pasti akan kembali kepada Anna dan membawa suatu kabar bahagia.
Seterusnya Anna akan menunggu meski butuh waktu yang sangat lama.
" Dosen Anna. " panggil salah satu mahasiswa kepada Anna.
Anna menoleh-kan pandanganya melihat mahasiswa yang memanggilnya. Ia melihat wajah Lim disana, tapi tidak mungkin.
Saat Anna mengusap-usap matanya yang sepertinya sudah salah lihat, dan benar dia bukan Lim.
Dia hanya seorang mahasiswa saja.
" Maaf, ada apa? "
" Tidak, dosen harus menerimanya. Karena ini sangat penting, ini juga bukan dari aku. Aku bertemu seseorang kemarin saat berada di New York. " Jelas mahasiswa itu membuat mata Anna melebar.
" New York? "
Mahasiswa itu mengangguk-angguk kepalanya, Anna segera mengambil surat tersebut dan membacanya dalam kantornya.
" Hei Anna, apa kabar? Maaf sudah lama tidak mengabari kamu. Aku tahu, aku salah karena tidak mengabari kamu lewat telepon.
Mungkin dengan surat seperti ini, ini akan terlihat sangat romantis.
Kamu baik-baik saja kan? Tidak terluka atau pun sakit? Semoga saja seperti itu.
Maaf, aku tahu kamu pasti sedang menungguku untuk kembali. Tapi sampai saat ini aku masih belum bisa kembali.
Kamu tahu orang tua-ku sangat keras kepala, meski aku sudah besar ia masih saja memerintahkan-ku seenak mereka saja.
Aku akan menyelesaikan urusanku disini terlebih dahulu, jadi jaga diri kamu baik-baik. Aku janji, aku akan kembali.
Dan satu lagi, jika aku kembali persiapkan diri kamu secantik mungkin. "
Tulis Lim, orang itu hanya seenaknya saja memberikan sebuah surat.
Dan hanya menuliskan apa yang ingin dia katakan saja.
Tapi hanya dengan satu surat seperti ini saja membuat hati Anna sedikit merasa tenang, karena dengan begini. Anna tahu, bahwa kepastiannya akan terjawab nanti.
3 bulan kemudian.
Anna sudah membuat buku ketiganya yang berjudul " Love Captain Handsome. "
Itu adalah buku pertama nya tentang anak remaja yang jatuh cinta. Kini bukunya, bukan lagi tentang kisah nyata Anna.
Tapi tentang seorang perempuan yang di dekati oleh seorang kapten tampan.
Dan tanpa Anna ketahui, buku itu kembali menjadi populer membuat Anna terkejut dan tidak menyangka.
Anna menyewa sebuah gedung di Tokyo untuk menggelar acara pertemuan antara penulis dan penggemar.
Ia juga menggelar acara itu, untuk membuat para penulis dan penggemar bertanya apa saja kehidupan tentang dia yang mereka ingin ketahui.
Dimulai dari pertanyaan pertama dari seorang pembaca bernama Wong " Kenapa anda berniat untuk menjadi seorang penulis? Padahal anda cantik, anda bisa saja jadi seorang model. "
Anna tertawa mendengar pertanyaan dari Wong " Aku juga seorang dosen, aku memilih jadi penulis karena bagi aku itu hal yang sangat menyenangkan karena dengan menulis aku bisa mengungkapkan seluruh isi hatiku dengan tulisan. "
" Ada beberapa orang yang tidak bisa mengungkapkan hatinya lewat perkataan, tapi ia bisa mengungkapkan hatinya lewat tulisan. Contohnya adalah aku. " Jelas Anna membuat para penggemar mengerti.
Pertanyaan kedua dari Hyorin. " Kenapa anda membuat buku tentang anak remaja yang jatuh cinta? "
" Sebenarnya aku sudah membuat dua kali, tapi mungkin buku pertamaku hanya menceritakan sebagiannya saja. Aku membuat buku tentang anak remaja karena aku ingin mencoba-coba semua genre. Dan nanti mungkin aku akan membuat sebuah genre thriller ataupun action " Jelas Anna lagi.
Lalu pertanyaan ketiga dari salah seorang lelaki dengan kacamata hitam yang bernama Gildarts. " Apa anda sudah mempunyai suami? "
Pertanyaan tidak masuk akal itu membuat seluruh orang-orang disana tertawa, presenter meminta Anna untuk tidak menjawab tapi karena ini adalah pertanyaan dari penggemar Anna akan menjawab.
" Aku belum mempunyai suami, ataupun tunangan. Tapi ada seseorang yang sangat aku cintai, dan sekarang aku sedang menunggunya. " Jelas Anna yang matanya mulai mengerut karena merindukan Lim.