Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 24



" Hei, apa ini? "


" Kenapa Ryuzaki memeluk Anna? "


" Kenapa? " bisik seluruh siswa-siswi di dalam Aula.


Ryuzaki tidak perduli, ia hanya ingin membawa Anna keluar dari Aula.


Wajah Anna terlihat sangat pucat dan ketakutan, Ryuzaki tidak bisa melihat Anna seperti itu.


Lim yang berdiri sendirian di atas Aula dengan mata melebar terkejut. Ia tidak bisa menerima hadiah ini sendirian.


" Pilih saja yang lain " tolak Lim.


Lalu Hinata berjalan ke atas Aula sambil berkata " Sebenarnya pasangan asli dalam drama tersebut adalah Ryuzaki, Lim tidak ada dalam naskah. Ia hanya ingin berdiri di atas panggung agar menjadi sorotan kembali. Benar bukan? "


Lim menyeringai kesal " Tahu apa kamu soal aku? "


" Tapi, apa kamu tidak tahu soal Ryuzaki dan Anna. Bukankah mereka sudah menjadi tunangan? " ucap Hinata membuat seluruh siswa-siswi terdiam.


" Tunangan? "


" Anna dan Ryuzaki? "


" Tidak mungkin " bisik lagi para siswa-siswi.


" Bahkan mereka tinggal bersama, kamu tidak tahu itu? " tanya Hinata seraya ingin memberikan foto kepada seluruh siswa-siswi.


Tapi dengan cepat, Yuki datang dan mengambil handphone Hinata.


" Mengambil foto orang tanpa bilang bukankah itu tindakan jahat? " sindir Yuki.


" Aku hanya tidak sengaja memfotonya " jawab Hinata.


" Tidak sengaja? Lalu untuk apa kamu beritahu seluruh sekolah? Untuk menghancurkan Anna atau ingin membuat dirimu terlihat hebat? "


Hinata mengangkat satu alisnya " Kenapa senpai membela Anna? Senpai juga menyukai Anna? "


" Aku sepupunya, wajar bila aku membelanya bukan? "


Lim tidak tahu bahwa mereka sudah tinggal bersama, ia kira mereka hanya berstatus sebagai Tunangan saja.


Perasaan Lim yang sangat frustasi langsung berlari turun dari aula menuju Anna dan Ryuzaki.


Lim terus berlari mencari mereka, sampai akhirnya Lim melihat antara Ryuzaki dan Anna yang sedang duduk di sebuah tribun lapangan sekolah.


" Anna! " panggil Lim.


Anna yang masih ketakutan, hanya memalingkan pandangannya tidak ingin melihat Lim.


Luka Anna dimasa lalu saja belum selesai, datang lagi luka yang membuat Anna mengingat masa lalunya yang sangat kelam dan jahat itu.


Ryuzaki tanpa pikir panjang langsung meninju wajah Lim dengan sangat keras " KAMU TIDAK MELIHAT TADI WAJAH ANNA KETAKUTAN? TAPI KAMU TERUS MEMAKSANYA! KAMU BODOH?! " bentak Ryuzaki.


Tinju Ryuzaki membuat Lim sadar bahwa wajah Anna sudah terlihat pucat saat menaiki panggung di Aula. Tapi karena Lim terlalu senang, tidak menyadari soal itu dan membiarkan Anna terus berdiri dipanggung.


" Aku tahu, kamu menyukainya. Bahkan aku melihat kamu dilorong dekat tempat makan ramen tersebut. Tapi kamu seharusnya tahu hubungan sebagai Tunangan itu tidak bisa dianggap remeh! " seru Ryuzaki.


" Kalian bahkan belum tukar cincin, bagaimana bisa aku percaya? "


Ryuzaki mengerutkan dahinya. " Kamu ingin tukar cincin? Kalau begitu, akan aku perlihatkan kamu besok. "


Mata Anna melebar terkejut dengan ucapan Ryuzaki.


" Lihat, wajah Anna saja tidak siap. " sindir Lim.


Ryuzaki mengigit bawah bibirnya tidak bisa berkata apapun.


" Sudah cukup, kalian berhentilah! Aku sudah tidak tahan!! " kesal Anna dengan tangisan seperti seorang bayi.


Yuki yang melihat Anna menangis langsung berlari dan membawa Anna keluar dari sana. " Kalian berdua sangat memuakkan! ".


" Anna. " ucap Lim ingin menahan Anna tapi punggung Anna semakin lama semakin jauh dan semakin sulit untuk digapai.


••


Lim berjalan memasuki lapangan basket setelah sekian lamanya tidak berlatih bersama SMA Seido. Para anggota tim juga merindukannya.


" Lim, apa kabar? " tanya Hideyoshi mendekati Lim.


" Baik, bagaimana denganmu senpai? " balik Lim.


" Baik, ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu. " kata Hideyoshi.


Hideyoshi berjalan menuju ruang club yang diikuti oleh Lim dari belakang.


" Lim. " ucap Hideyoshi memberhentikan langkah kakinya.


" Aku ingin kamu yang menjadi kapten dari tim Seido. " lanjut Hideyoshi membuat mata Lim melebar.


" Bukannya harusnya kamu senpai? "


" Tidak, aku tidak bisa. Kamu tahu bagaimana sifatku, mudah emosi dan tidak sabar. Berbeda dengan kamu yang dapat mengatur seluruh anggota. "


" Tidak, senpai tidak seperti itu. "


" Tolong Lim, Hirahata-senpai juga seperti ragu-ragu saat memilihku. "


" Ragu-ragu? "


" Iya, dia tidak percaya denganku. Dia takut bahwa aku tidak bisa membawa kalian menjadi juara. "


Lim mengerutkan dahinya. " Mungkin aku lebih buruk. "


" Tidak Lim, seluruh anggota juga meminta kamu yang menjadi kapten. "


" Tapi senpa.. " Belum ucapan Lim selesai, Hideyoshi dengan pandangan tertunduk berjalan kembali menuju lapangan basket.


Hideyoshi memberitahu seluruh anggota bahwa Lim akan menjadi Kapten Tim Seido, dan hanya ada satu orang yang menolak Lim untuk menjadi Kapten Tim Seido.


Dia adalah Sawamura.


Sawamura menentang bahwa siswa kelas 1 menjadi seorang Kapten, pengalaman yang Lim lakukan juga tidak sebanyak pengalaman dari Kakak Kelas.


Kelas 2 lebih tahu bagaimana berjuangnya selama 1 tahun di Tim SMA Seido, maka dari itu Sawamura menentang bahwa Lim menjadi Kapten dari Tim Seido.


Tapi Hideyoshi meyakinkan Sawamura bahwa Lim akan menjadi Kapten yang hebat dan bisa membawa Tim menuju kesuksesannya kembali.


Dengan terpaksa, Sawamura menerima Lim menjadi Kapten.


Dan Lim dinyatakan sebagai Kapten Tim Seido dari sekarang.


Setelah 3 jam latihan basket, Lim pulang terlebih dahulu.


Pikirannya tentang Anna masih sangat melekat, wajah Anna yang ketakutan dan tangisan Anna.


Lim tidak bisa menerima dirinya sendiri bahwa ia sudah menyakiti Anna. Lim ingin minta maaf dengan setulus-tulusnya.


Sampai dalam perjalanan pulang, Lim tidak sengaja melihat Anna berdiri di depan rumah Yuki sendirian dengan bando yang berada dikepalanya


Lim menghampiri Anna. " Hai, An " sapa Lim.



" Sedang apa disini? " tanya Lim.


Anna tidak menjawab pertanyaan dari Lim sama sekali.


" Selagi menunggu Yuki-senpai, aku menunggu bersamamu tidak apa-apa? " kata Lim.


Anna hanya terdiam, dan Lim menganggap bahwa diamnya Anna adalah jawaban " iya "


" Anna, maafkan aku. Aku hanya memikirkan diriku sendiri, dan lagi.. " Ucap Lim terhenti saat Anna berdiri dan melambaikan tangannya kearah Yuki yang sedang berjalan ke rumahnya.


" Kak Yuki. " panggil Anna.


" Anna, sedang apa kamu disini? " tanya Yuki.


" Selamat malam Yuki-senpai. " sapa Lim.


Yuki menarik Anna ke belakang tubuh Lim, menjaganya dari Lim.


" Kamu ngapain kesini? " tanya Yuki.


" Aku hanya menemani Anna. " jawab Lim.


" Pergi, Anna sudah ada aku! "


" Saya ingin berbicara sebentar dengan dia. "


" Tidak, Anna tidak ingin. "


" An, kamu mau berbicara sebentar denganku? " Mohon Lim.


Anna hanya memalingkan wajahnya " Maaf, tidak. " jawab singkat Anna.


" Sudah dengar? Kalau begitu pergilah. " perintah Yuki.


" Kalau kamu tetap disini, saya akan laporkan kamu tentang pemaksaan. " lanjut Yuki.


Lim tidak punya pilihan lain, ia hanya memundurkan langkah kakinya dan berjalan menuju rumahnya kembali.


Lim tahu bahwa bahwa dirinya sudah menyakiti Anna dan memaksa Anna melakukan hal yang tidak diinginkannya hanya demi perasaan Lim saja.


" Wah siapa ini, ini Lim! " antusias dari Kazuya. Lim mengangkat kepalanya dan melihat Kazuya yang berada di depannya.


" Sedang apa kamu disini? " sinis Lim.


" Aku mencari Anna. "


Mendengar nama Anna dari mulutnya membuat Lim langsung menarik kerah baju Kazuya dengan emosi yang bergejolak dihatinya.


" Mau apa kamu sama dia?! "


" Aku hanya ingin tanya kepadanya, apa dia benar-benar sudah bertunangan atau belum. Dan lagi, kamu mengaku menjadi pacarnya? Sepertinya itu hanya kebohongan semata. Jelas-jelas Anna sudah mempunyai tunangan. "


" Diam! "


" Kamu emosi? Kamu tidak suka melihat Anna bersama dengan orang lain? Aku juga. "


" Apa maksud kamu! "


" Jadi lebih baik kita bekerjasama untuk menjatuhkan tunangannya, bagaimana? Itu ide bagus bukan? "


Lim melepaskan tangannya dari kerah baju Kazuya.


" Kamu ingin bukan? " lanjut Kazuya memprovokasi.


" Tidak, aku tidak ingin. Lebih baik seperti ini karena jika aku menjatuhkan tunangannya. Anna akan semakin membenciku, kamu tahu itu kan. "


Kazuya mendesis kesal " Tch. "


" Sudahlah, aku ingin pergi. Suasana hatiku sedang buruk. " ucap Lim seraya meninggalkan Kazuya.


Keesokan harinya.


Sebuah berita besar menghebohkan satu sekolah yaitu Anna dan Ryuzaki yang terfoto sedang bersamaan memasuki rumah.


Grup kelas 1 banyak yang membicarakan Anna dan Ryuzaki.


" Berita tentang mereka tunangan ternyata benar. "


" Apa mereka cocok? "


" Anna terlihat sangat pendiam. "


" Harusnya Ryuzaki milikku bukan milik Anna. "


" Ah, jadi Ryuzaki pindah kesini karena Anna. "


" Anna juga kemarin dicium oleh Lim bukan. "


" Betapa senangnya menjadi jalang. "


Lim membaca tulisan komentar-komentar tersebut, ia ingin menghapus semua komentar yang beredar. Lim tahu bahwa Anna akan tertekan dan tidak menyukai berita seperti ini.


Lim berjalan keluar kelasnya, ia melihat Anna yang sedang dibicarakan oleh teman-teman kelasnya.


Wajah Anna terlihat sangat ketakutan, tapi disamping Anna ada Ryuzaki yang menemani Anna.


Namun, tiba-tiba sebuah foto kembali beredar antara Anna dan Lim.


" Hei lihat, dia benar-benar jalang. "


" Wah benar, dia sudah bersama Ryuzaki dan sekarang sama Lim. Memang dia cantik? "


" Mati saja. "


" Mati. "


" Dasar tidak tahu malu. "


Mata Anna melebar, ia berlari keluar mencari tempat tenang untuk dirinya sendiri dengan rintikan air mata yang menjatuhi pipinya.


Masa SMP kembali menghantuinya lagi, seluruh orang kembali membicarakan Anna.


Tidak ada yang tahu kebenarannya satu pun.


Dan tidak ada yang dapat mengerti Anna.


Lim yang melihat foto kemarin mengetahui bahwa selama ini ada seseorang yang mengikutinya terus-menerus.


" Sial, siapa orang itu! " kesal Lim di tengah lapangan basket.


" Hai kap, kenapa disini? " tanya Okumura yang tiba-tiba datang.


" Satu sekolah membicarakan kamu, Anna dan Ryuzaki. " lanjut Okumura.


" Okumura, kamu jago dalam bidang komputer bukan? "


" Maksud kap? "


" Tolong lihat IP address dari orang yang selalu mengirim fotoku! " pinta Lim.


" Aku mohon. " harap Lim.


" Aku akan bantumu kap, tapi hanya sekali. " jawab Okumura.


Lim menganggukkan kepalanya mengerti. Mereka berdua menuju ruang komputer untuk mencari IP Address dari pemilik akun yang bernama " siapa ya? "


Okumura terus mencari dengan tangannya yang sangat lincah mengetik keyboard.


Hanya butuh 5 menit sampai Okumura mengetahui siapa pemilik akun tersebut dan dia adalah Nana dari kelas 1-4.


" Coba kamu lihat sekarang dia ada dimana. " Kata Lim.


" Dari handphonenya dia berada di perpustakaan kap. " ucap Okumura.


Lim yang mengetahui Nana yang berada dimana langsung berlari menuju perpustakaan, dan benar.


Nana sedang duduk sendirian di Perpustakaan sambil membaca buku.


Lim berjalan menghampiri Nana dan mengambil handphone Anna tanpa bilang terlebih dahulu kepadanya.


" Hai, Nana. " sapa Lim dengan senyuman licik.


Anna yang berada di perpustakaan tidak sengaja mendengar suara Lim langsung mengumpat di balik rak buku.



" Nana dari kelas 1-4? " lanjut Lim.


" Kenapa kamu tiba-tiba mengambil handphoneku? " tanya Nana tidak mengerti.


" Kamu benar-benar tidak tahu malu. "


" Apa maksudmu? "


" Kamu menyebarkan foto antara Anna dengan Ryuzaki bukan? Dan kamu juga menyebarkan foto antara saya dengan Anna. "


" Apa maksudmu aku tidak mengerti. "


" Jangan berlaga bodoh. "


Lim membuka handphone Nana dan melihat banyak foto antara Lim dan Anna.


" Jadi kamu benar-benar seorang stalker ya? "


" Kembalikan handphoneku! " seru Nana seraya berdiri.


Sebelum Lim membalikkan handphone Nana, ia menghapus semua foto yang berada dalam handphone Nana.


Dan berbisik tepat ditelinga Nana " Beritahu seluruh sekolah bahwa berita itu tidak benar, saya dan Anna tidak memiliki hubungan apapun. Anna juga tidak bertunangan dengan Ryuzaki, sebarkan berita itu atau saya akan menyebarkan tentang kamu yang bermain malam dengan seorang guru disekolah ini. " Ancam Lim seraya menjatuhkan handphone Nana ke lantai.


Mata Nana melebar terkejut, ia hanya mengambil kembali handphonenya yang terjatuh dan berjalan keluar Perpustakaan dengan wajah takutnya.


Lim menghela nafas panjang karena merasa sangat lega.


Lalu tidak lama, Anna keluar dari belakang rak untuk melihat Lim.


Anna ingin berterimakasih kepada Lim karena sudah membuat Anna tahu siapa yang mengirim berita tidak benar tersebut dan ia juga ingin berterimakasih karena Lim hatinya sudah sedikit lebih tenang dari sebelumnya.


" Hai. " sapa Anna gugup.


Lim mengangkat kedua alisnya, ia terkejut melihat Anna berada disini.


" Terimakasih " Kata Anna.


" Kamu mendengar? "


Anna menganggukkan kepalanya perlahan.


" Kamu benar, sepertinya kita harus menjauh. Seluruh orang sudah membicarakan kamu dan aku, aku tahu kamu tidak nyaman dan menderita karena komentar-komentar jahat mereka. Maka dari itu, lebih baik kita menjauh. Aku tidak harus berbicara lagi denganmu. " jelas Lim dengan pandangan tertunduk.


Anna ingin berbicara, tapi Lim sudah berjalan keluar dari Perpustakaan.


Hati Anna terasa sedikit terluka karena Lim, entah kenapa Anna tidak ingin Lim menjauhinya.


Perasaannya ingin menahan Lim lebih lama.


Dan tanpa sadar air mata menjatuhi pipi Anna.


" Jangan menjauh. "