Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 43



Anna tidak mendengar panggilan tersebut, ia hanya terus mengatur nafasnya kembali. Keadaannya saat ini membuat tubuhnya mulai melemah, sehingga ia tidak bisa mendengar, melihat, atau mencium dengan baik.


Nafasnya masih terasa sangat sesak, namun seseorang tersebut langsung berjalan mendekati Anna dan memeluknya dengan sangat erat.


Ia berkata sambil mengelus kepala Anna. " Tenang, ada aku disini. "


Perkataan itu membuat Anna sedikit tenang dan mulai kehilangan kesadaran.


Treng-treng.


Bel berbunyi pulang sekolah, suara bel membuat Anna terbangun dari pingsannya. Ia membuka mata perlahan, terlihat lampu dan pantulan sinar matahari sore yang menusuk kulitnya.


Matanya mengelilingi mencari seseorang yang membawanya kesini. Tapi tidak ada satupun, ingatannya menghilang saat ada seseorang yag memeluknya.


Dan setelah itu, Anna sudah tidak mengingat lagi. Siapa orang yang memeluknya dan siapa yang membawanya ke dalam UKS.


Pintu UKS terbuka, terlihat Yuki yang memasuki ruangan dengan khawatir. " Anna kamu baik-baik saja? " Tanyanya mendekati Anna.


" Aku baik-baik saja. " Jawab Anna seraya membangunkan tubuhnya menjadi setengah duduk.


" Tapi kenapa tadi kamu tiba-tiba pingsan? Penyakitmu kembali lagi? "


" Tunggu, apa Kak Yuki yang membawaku kesini? " Anna kebinggungan. " Tidak, bukan aku. " Kata Yuki yang membuat Anna semakin penasaran.


Jika seseorang tahu bahwa Anna memiliki penyakit kecemasan, yang ditakutkan oleh Anna adalah seseorang itu akan membocorkan penyakitnya ke satu sekolah.


Kepala Anna mulai kembali terasa pusing, dadanya juga masih terasa sangat sakit.


" Anna, kenapa? " Yuki khawatir memegang kedua tangan Anna. Anna melepaskan tangan Yuki sambil berkata " Aku tidak apa-apa kak. "


Tok-tok-tok.


Ketukan pintu terdengar dari dalam ruang UKS, Yuki segera membuka pintu dan melihat Riko yang memasuki ruangan dengan membawa sebuah bubur untuk Anna.


" Kamu siapa? " Yuki tidak tahu siapa yang berada di depannya saat ini. " Aku Riko, teman Anna. " Riko dengan senyuman.


Yuki mengerutkan keningnya. " Teman? " Riko menjawab dengan mengangguk kepalanya cepat. Yuki hanya mengangkat kedua bahunya tidak perduli dan membiarkan Riko mengikutinya dari belakang untuk menjenguk Anna.


" Anna. " Sapa Riko yang membuat Anna memalingkan wajahnya. " Ini buat kamu. " Riko memberikan sebuah bubur untuk Anna.


" Aku menolak. " Tolak Anna. " Kita bukan teman, jadi tolong jangan pura-pura perduli dengan aku. "


" Aku tidak pura-pura perduli. "


" Aku benar-benar perduli sama kamu. " Tukas Riko.


" Hah. " Anna tidak percaya dengan ucapannya, dahulu juga Anna memiliki seorang teman yang sangat dekat dengannya.


Kemana-mana selalu pergi bersama, makan bersama, jalan bersama dan hampir setiap harinya selalu bersamaan.


Namun, tiba-tiba saja ia pergi meninggalkan Anna tanpa alasan yang jelas. Dan dia juga berbicara tentang kejelekan Anna kepada seluruh sekolah.


Membuat kenangan buruk yang tidak bisa dapat Anna lupakan, kenangan manis bersama teman baiknya menghilang setelah semua kenangan buruk sudah memasuki otak Anna.


Ia membuat Anna, dihina, dicaci-maki dan hampir dilecehkan. Tidak ada kenangan yang tidak bisa Anna lupakan dari kejadian itu.


Usia sekitar 14 tahun sudah dapat hinaan dan cacian, seharusnya di usia 14 tahun adalah masa dimana harus membuat sebuah kenangan indah untuk masa depan.


Tapi nyatanya, Anna hanya memiliki kenangan buruk. Apalagi kenangan tersebut berasal dari teman baiknya sendiri.


" Ini tolong dimakan, aku cuman ingin memberi ini saja. " Mohon Riko sambil menaruh bubur di atas meja dan melangkahkan kakinya pergi keluar ruang UKS.


" Kamu tidak apa-apa membiarkan dia seperti itu? " Yuki yang sebenarnya ingin melihat Anna memiliki seorang teman lagi.


" Tidak apa-apa. "


Teng-


Sebuah pesan memasuki handphone Yuki, pesan yang berasal dari Todorki yaitu wali kelas Lim. Tertulis " Ingatkan Anna untuk datang ke perpustakaan. "


Lalu, Yuki memberikan pesan tersebut kepada Anna. Mata Anna melebar, ia lupa bahwa hari ini Anna harus mengajar Lim untuk persiapan ulangan mid semester.


Anna mulai merapihkan bajunya, mengambil tas dan mulai berlari keluar dengan tergesa-gesa, ia takut bahwa Lim sudah menunggunya.


" ANNA, KAMU MAU KEMANA? " Teriak Yuki tanpa dijawab oleh Anna.


Ia terus berlari sampai di depan Perpustakaan Metropolitan Tokyo, banyak para mahasiswa dan kelas 3 yang belajar disana mencari buku-buku untuk persiapan ujian.


Nafasnya terengah-engah, perutnya juga mulai terasa sangat lapar karena seharian ini sama sekali belum makan.


Anna mulai memasuki perpustakaan tersebut, mencari-cari Lim dari banyaknya orang yang sedang berada di perpustakaan. Ia juga mencari tempat yang pernah ditempati oleh Anna dan Lim.


Tapi, Lim tetap tidak ada. Anna menghela nafas panjang dan duduk ditempat yang sepi dan nyaman.


Beberapa jam kemudian, Lim juga tidak datang. Wajah Lim sama sekali tidak muncul, beberapa orang juga sudah pulang karena waktu sudah mulai malam.


Perut Anna juga sudah sangat lapar ingin makan sesuatu, tetapi ia takut saat Anna mencoba membeli makanan di luar. Lim datang dan mencari Anna.


••


Lapangan basket SMA Seido.


" Kamu yakin tidak ingin datang? " Tanya Okumura kepada Lim yang membersihkan lapangan basket.


Pikiran Lim sedang diambang gundah dan resah, ia tidak tahu harus datang atau tidak.


Jam juga sudah menunjukkan pukul 8:00 malam, tidak mungkin Anna masih menunggu Lim.


Hanya orang bodoh saja yang menunggunya berjam-jam.


" Tidak. " Jawab Lim. " Kap tidak khawatir kalau dia akan diganggu oleh orang lain? " Goda Okumura.


" Kamu mau mati ya? " Kesal Lim melemparkan sapunya.


" Tapi kap, tadi aku dengar. Anna pingsan dan dibawa ke dalam ruang UKS. "


Mendengar perkataan bahwa Anna pingsan membuat Lim terdiam kaku, ia bahkan tidak tahu tentang berita tersebut.


" Jelaskan! " Seru Lim. " Aku hanya mendengar saat sedang berada di kamar mandi, katanya Anna berlari keatas atap dengan wajah pucat. Lalu Anna pingsan dan membawanya ke dalam ruang UKS. " Jelas Okumura yang tidak tahu lagi cerita kelanjutannya.


" Kalau begitu 99% Anna tidak akan ke perpustakaan. " Lim yakin.


" Tidak, tadi aku melihatnya berlari keluar gedung sekolah. "


" Mungkin dia punya urusan yang penting. "


Kreak-


Pintu depan lapangan basket terbuka, Yuki dengan nafas tersengal menghampiri Lim. " Dimana Anna? "


Pertanyaan Yuki membuat mata Lim melebar dan langsung berlari tergesa-gesa menuju Perpustakaan Metropolitan Tokyo.


" Anna kamu bodoh. " Gumam Lim yang terus berlari tidak ada hentinya, dan ia tidak sengaja menabrak seorang pesepeda di pinggir jalan.


Kaki Lim terluka karena tabrakan tersebut, tapi ia tetap mencoba berdiri dan kembali berlari dengan perasaan yang sangat khawatir.


Sampai di depan perpustakaan, Lim memasuki perpustakaan dan terus mencari Anna.


Dari jauh, terlihat Anna yang sedang menuliskan sesuatu.


Perasaan Lim mulai tenang kembali, nafasnya juga sudah kembali normal. Ia mendekati Anna dan langsung menarik lengannya untuk keluar dari perpustakaan.


" Kamu. " Anna terkejut sambil membawa sebuah buku di tangannya.


Lim membawa Anna menjauhi perpustakaan dan ketika sudah lumayan jauh, ia melepaskan lengan Anna di hadapannya.


Keringat Lim mengucuri wajahnya, Anna mengeluarkan sebuah tissu dan mencoba menghapus keringat diwajah Lim. " Kenapa kamu berlari? "


" Anna! " Tegas Lim menahan tangan Anna untuk tidak menghapus keringat diwajahnya.


Anna menurunkan tangannya dengan pandangan tertunduk. " Tatap aku! " Seru Lim karena pandangan Anna selalu tertunduk kearahnya.


" Kamu mau apa? " Anna tidak ingin menatap mata Lim. " Tatap mata aku dulu!! " Bentak Lim yang membuat Anna mengangkat kepalanya dan melihat kearah Lim.


" KAMU BODOH YA? " Emosi Lim yang membuat Anna terkejut.



" Kenapa menunggu aku?! "


" Sudah tahu tidak akan datang, tetap saja menunggu. Kamu bodoh? "


" Seharusnya kalau aku tidak datang lebih dari 1 jam, kamu tidak harus menunggu! Kamu pulang, makan, dan tidur saja! " lanjut Lim.


" Aku yakin kamu datang, dan lihat? Kamu datang kan. " Anna dengan keyakinan penuh.


" Aku datang karena terpaksa. "


" Tapi intinya kamu datang. " Anna memberikan kertas yang sudah ia tulis banyak tentang ulangan yang akan datang dan perkiraan soal-soal yang harus dipelajarkan oleh Lim.


Lim mencoba membaca isi tulisan tersebut. " Kamu menulis ini semua? "


" Iya, jadi kamu belajar yang rajin ya. Aku tahu kamu tidak ingin belajar bersama, maka dari itu aku membuat tulisan seperti ini untuk kamu belajar dirumah. " Kata Anna mendekati Lim dan berbisik " Jangan terkena belajar tambahan lagi ya. "