
" Aku ingin mengambil obat untuk kamu, jadi tolong lepaskan. " kata Anna.
Lim menggeleng-gelengkan kepalanya tidak ingin, ia ingin tetap Anna berada disisinya untuk sementara.
" Kalau kamu tidak minum obat, kamu akan terus sakit. "
" Sudah diam bawel! " tegas Lim yang tidak melepaskan tangannya dari lengan Anna.
Anna tidak punya pilihan lain selain diam dan membiarkan Lim untuk tertidur.
Dan butuh waktu berjam-jam untuk Lim tertidur, tapi saat Lim tertidur Anna juga tertidur tepat di samping Lim.
5:00 a.m
Anna terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya perlahan dan terlihat wajah Lim yang berada di sebelahnya.
Mata Anna melebar terkejut, ia mendorong bahu Lim agar menjauh dari tubuhnya.
Anna tidak menyangka bahwa ia akan tertidur di sebelah Lim tanpa sadar. Anna segera membereskan pakaiannya serta rambutnya. Lalu pergi meninggalkan penginapan tersebut tanpa berpamit terlebih dahulu.
6:00 a.m
Kring-kring
Alarm penginapan berbunyi, anggota Seido segera terbangun untuk melaksanakan latihannya kembali.
Begitu juga dengan Lim, ia terbangun dengan keadaan yang sudah fit kembali meskipun tidak dibolehkan untuk latihan.
Lim melihat kearah samping, sudah tidak ada Anna dan mungkin dia sudah pulang.
" Lim bangun!! " Tegas Hirahata.
Lim beranjak dari kasurnya dan mencari Yuki, Yuki yang tengah menyikat giginya merasa kebingungan.
" Yuki-senpai, Anna berpamitan terlebih dahulu kepada kamu tidak? " tanya Lim.
Yuki menggeleng-gelengkan kepalanya tidak. " Bukannya dia semalam tidur bersamamu? "
Seluruh anggota tim Seido yang sedang menyikat gigi langsung melotot kearah Lim " Hei, kamu melakukan apa saja dengannya? " tanya Hideyoshi dengan tatapan tajam.
Lim mengedipkan mata secara cepat, ia hanya berlari keluar dari Toilet karena tidak ingin mendengar pertanyaan-pertanyaan menjengkelkan.
Setelah selesai bersiap-siap, seluruh anggota Tim Seido serta Tim Sensen melakukan jogging bersama.
Sedangkan Lim hanya diam dan berjalan-jalan dengan udara segar, Lim ingin berterimakasih terlebih dahulu kepada Anna. Tapi Anna sudah pergi.
" Setidaknya kamu berpamitan terlebih dahulu kepadaku. " gumam Lim.
" Sedang memikirkan hal jorok ya? " tanya Eri tiba-tiba dari belakang.
Lim membalikkan tubuhnya dan terlihat Eri dengan pakaian sekolah dengan senyuman manis.
" Ohayo, Eri. " sapa Lim
" Ohayo, Lim. " Jawab Eri.
Eri berjalan mendekati Lim " Sedang memikirkan apa? " tanyanya.
" Tidak, tidak apa-apa. "
" Ah iya aku lupa, tadi saat masih pagi sekali. Aku melihat seorang perempuan keluar dari penginapan kalian sambil menangis. "
Lim mengerutkan dahinya " menangis? "
Eri menganggukkan kepalanya perlahan.
" Terus kamu ikuti dia atau tidak? " Lanjut Lim
" Tidak, tapi aku melihat seseorang dari tim kamu juga yang mengikutinya dari belakang. Lelaki itu terlihat sedang menjagai perempuan itu. "
" Lelaki? Siapa namanya? "
" Aku tidak tahu. "
" Wajahnya seperti apa? "
" Aku juga tidak tahu, keadaan disana masih sangat gelap jadi aku hanya melihat sedikit-sedikit saja. "
Lim mengigit bawah bibirnya, berarti ada salah satu dari Timnya yang tahu Anna sudah pulang.
" Tapi siapa? " pikir Lim.
" Hirahata-senpai? Tidak mungkin. "
" Yuki-senpai? Wajah dia saja tidak tahu. "
" Okumura? Bangunnya saja telat. "
Lim memberantakkan rambutnya merasa frustasi karena tidak tahu siapa lelaki tersebut.
" Lim, sepertinya aku harus kesekolah ada beberapa tugas yang belum aku selesaikan. " ucap Eri seraya pergi meninggalkan Lim.
Setelah jogging 30 menit selesai, para tim Seido dan Sensen melakukan latihan di dalam lapangan basket.
Mereka melakukan latihan teknik dasar dari basket, seperti shooting, dribble, passing dan catching.
" Bosan " keluh Lim yang dari tadi hanya memperhatikan mereka.
Lim terus memperhatikan kearah Tim Seido, wajah yang terlihat mengantuk dialah yang mengikuti Anna tadi pagi.
Tapi tidak ada satupun yang terlihat mengantuk, Lim mengigit bawah bibirnya. Ia tidak bisa menunjuk hanya karena intusisinya saja.
" Lim! " panggil Hirahata mendekati Lim.
" Lim!! " Panggilnya yang membuat lamunan Lim buyar.
" Hirahata-senpai, maafkan saya. "
" Sudah tidak apa-apa, kamu sedang bosan kan? Lebih baik menyiapkan minuman untuk tim. "
" Itu manajer kan? "
" Manajer kita sedang tidak ada, jadi lebih baik kamu. "
Lim tidak punya pilihan lain selain menerima perintah dari Hirahata, ia menyiapkan minuman untuk tim Seido yang ingin minum layaknya seorang manajer.
" Kap, ganti posisi? " ledek Okumura.
Lim yang kesal ingin melempar air kewajahnya tapi tidak bisa.
Okumura hanya tertawa terbahak-bahak merasa sangat bahagia meledek Lim.
7:30 a.m
Selesai berolahraga pagi, Tim Sensen kembali ke asramanya dan bersiap-siap untuk sekolah.
Sedangkan Tim Seido melakukan sarapan serta mandi. Dan saat jam 13:00 p.m mereka akan melakukan latihan kembali tanpa Tim Sensen.
Lim yang sedang diam di pojok dapur memperhatikan kearah para tim Seido.
" Yuki wajahmu terlihat lelah, kamu kurang tidur? " tanya Hirahata kepada Yuki.
Benar dugaan Lim, dia adalah Yuki. Yuki yang mengantar Anna untuk pulang.
Lim mendekati Yuki perlahan dan duduk tepat disampingnya " Yuki-senpai, kamu yang mengantar Anna kan? " bisik Lim.
Yuki mengerutkan dahinya " Tidak, bukankah saya sudah bilang tidak! " seru Yuki.
" Yuki-senpai jujur. "
" Bukannya seharusnya kamu yang mengantar Anna? Kamu yang sudah bermalam dengan dia bukan? Kenapa bertanya kepadaku. "
" Tidak, saya hanya frustasi ingin tahu. Kata Eri ada seorang lelaki yang mengantar Anna, saya ingin tahu siapa lelaki tersebut. Dan lagi, saat keluar dari penginapan Anna menangis. "
" Sudah wajar dia menangis, dia mengingat...." Hampir saja Yuki kelepasan.
" Mengingat apa? " tanya Lim tidak mengerti.
" Mengingat takut dimarahi oleh kedua orangtuanya karena tidak pulang. "
" Kalau begitu biarkan saya yang meminta maaf. "
" Tidak perlu, nanti kamu akan menambah masalah. "
" Ah begitu, kalau begitu saya minta maaf. " ucap Lim seraya keluar dari dapur.
••
Malam hari.
Setelah latihan berat, para tim Seido juga melakukan penghormatan terakhir kepada Tim Sensen.
Berterimakasih karena selama 3 hari sudah berlatih bersama mereka.
Tim Seido akan kembali ke Tokyo untuk melakukan latihan kembali, tapi sebelum itu mereka akan beristirahat semalam dipenginapan ini.
Tim Sensen menerimanya dan membiarkan Tim Seido untuk bermalam disini.
" Lelahnya " ucap Hideyoshi yang segera ke kamar mandi.
" Lim, ambilkan minum. " perintah Hadji.
" Hei, saya bukan pesuruh kalian! " kesal Lim.
" Tapi, kamu disini hanya diam dan istirahat saja. Bukankah kamu terlihat cocok untuk jadi pesuruh? " ledek Hideyoshi.
Lim mengepalkan tangannya menahan emosinya. Hirahata meleraikan mereka dan berkata " Hadji ambil sendiri! Dan Hideyoshi jaga omongan kamu, besok Lim akan melakukan latihan bersama kita lagi. Ingat dia itu bukan pesuruh! " Jelas Hirahata yang membuat Hadji dan Hideyoshi terdiam.
" Iya kap. " jawab Hadji dan Hideyoshi bersamaan.
" Cepat kalian mandi, selanjutnya saya. " Kata Hirahata mendorong Lim untuk keluar penginapan sebentar.
" Kenapa kap? " Tanya Lim tidak mengerti.
" Kamu besok sudah bisa berlatih kan? "
Lim menganggukkan kepalanya. " Lebih baik kamu tidak sakit lagi, karena besok adalah pelatihan sebenarnya. " ucap Hirahata dengan senyuman liciknya.
" Pelatihan sebenarnya itu apa? "
" Sudah kamu lihat besok saja. "
" Sepertinya ada sesuatu yang buruk. " Firasat Lim tidak enak.
Hirahata hanya tertawa kecil seraya berjalan kembali ke penginapan.
Keesokan harinya.
Tim Seido berangkat dari Chiba pukul 8:00 a.m dan sampai di Tokyo pukul 9:30 a.m
Mereka pulang bukan ke Sekolah melainkan ke Tempat Pelatihan yang berada di dekat Pantai.
" Sepertinya bakal seru. " ucap Okumura keluar dari bis.
Hideyoshi hanya menyikut perut Okumura untuk tidak berbicara seperti itu karena jika Okumura berbicara seperti itu Pelatihan akan semakin berat.
" Kita ke penginapan terbaru kita. " ujar Hirahata berjalan ke penginapan terbaru yang diikuti oleh para tim Seido.
Sesampai di penginapan yang sangat indah, dengan berbagai pemandian air panas, gor lapangan basket, dan beberapa gym yang berada di dekat penginapan tersebut.
Ini adalah penginapan terindah bagi para Atlet.
Tapi tidak dengan Tim Seido, pelatihan pertama ini akan menjadi pelatihan neraka pertama dalam bulan ini.
" Hahaha, selamat datang anak-anakku. " ucap Coach dengan pakaian hawainya kembali.
" Coach kamu tidak ke Hawai kan? Kita baru saja pulang dari Chiba, seharusnya memakai baju Chiba. " kata Lim yang melihat Coachnya menyukai pakaian hawainya tersebut.
" Stop, stop. Disini pantai berarti Hawai. "
" Hah " ucap bersamaan para tim Seido.
" Sudah, sudah lebih baik kita masuk dan beristirahat. Saat pukul 4:00 p.m kita akan melaksanakan pelatihan kembali. " perintah Coach yang membuat para tim Seido segera memasuki tempat penginapan dan bersandar di kasur yang sangat nyaman layaknya Hotel.
" Enaknya. " ucap Okumura yang sekamar dengan Lim.
" Pelatihan seberat apapun aku tidak masalah kap. " Lanjut Okumura.
Lim hanya tertawa firasatnya sangat buruk tentang pelatihan kali ini.
Meskipun tempat ini adalah penginapan terbaik, tapi Lim mengetahui bahwa pelatihan kali ini para tim Seido tidak bisa bersenang-senang.
4:00 p.m
Dan benar firasat Lim.
Pelatihan pertama sudah seperti Neraka, belum juga berlatih selama 1 jam.
Anggota Tim Seido sudah kelelahan karena diwajibkan untuk berlari di atas pasir sebanyak 30 menit bolak-balik.
Apalagi Lim yang sudah tidak berolahraga selama 3 hari. Dan pelatihan ini sangat berat bagi Lim untuk menaikkan kembali fisiknya.
Selesai berlari, keringat Tim Seido sudah mengucur melebihi 1 game set.
" Benar-benar Neraka. " Keluh Hideyoshi.
" Lihat Coach kita malah bersantai di pantai. " kata Yuki yang menunuk kearah Coach yang sedang menikmati suasana pantai.
Selanjutnya dari pelatihan ini adalah loncat selama 15 menit dan diharuskan mendapat sebanyak 100 loncatan.
Namun, semua anggota gagal dan kembali mengulang sebanyak 5 kali.
" Kap, sepertinya ini bukan pelatihan yang diinginkan olehku. " Ucapnya kepada Lim yang sudah hampir tidak bisa bernafas.
" Kap, kamu baik-baik saja? " tanya Okumura khawatir.
" Tidak apa-apa, aku hanya butuh minum. " jawab Lim seraya mengambil botol minum dan meminum air tersebut.
Pelatihan ketiga adalah melakukan game di pantai.
Pertandingan pertama antara kelas 1 dan kelas 2, permainan kali ini berbeda saat berada di dalam lapangan.
Para Tim tidak bisa melakukan dribble, ia hanya bisa melakukan passing.
" Sulit sekali untuk berlari. " Keluh Lim.
Tapi Lim tetap harus mengusahakannya, dan saat Lim berada di inside tim kelas 2. Lim mengangkat tangannya meminta Okumura membagi kearahnya.
Tepat setelah Lim loncat, loncatan Lim tidak sampai keatas ring dan hanya terjatuh.
" Benar-benar menyebalkan " kesal Lim.
2 jam kemudian.
Pelatihan Neraka Pertama \= Selesai.
Seluruh anggota kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Pelatihan Neraka Kedua besok akan dimulai dari pagi dan akan semakin melebihi dari hari pertama.
Setelah Lim mandi dan makan malam, ia berjalan keluar untuk mencari udara segar.
Lim harus lebih banyak berlatih lagi untuk mengembalikan fisiknya seperti semula.
Dan Lim tidak sengaja bertemu dengan seorang lelaki yang sedang berlari di atas pasir.
Di tengah malam seperti ini dan lampu yang hanya sedikit Lim mendekati lelaki tersebut.
" Permisi. " ucapnya.
Lelaki tersebut menoleh kearahnya dan dia adalah Akira.
Mata Lim melebar terkejut karena Akira bisa berada ditempat ini.
" Lim? " tanya Akira kebinggungan.
" Maaf mengganggumu, silahkan kembali berlari. "
" Tunggu Lim, kamu sedang berlatih disini? "
" Apa ada urusannya denganmu? "
" Kebetulan sekali, timku juga sedang berlatih disini. "
" Kalau begitu semangat. "
" Katakan kepada Kaptenmu, besok kita akan melakukan sparing bersama. "
" Bicara saja sendiri kepada Hirahata-senpai. "
" Yakin? "
" Lim! " panggil Hirahata-senpai kepada Lim.
" Baru saja diomongin, dia sudah datang. " gumam Lim.
" Hirahata-senpai, kenapa? "
" Kamu sedang apa? " tanya Hirahata-senpai.
" Jadi kamu kapten Tim Seido ya? Saya Akira dari Tim Okawa. " Perkenalan Akira dengan menjulurkan tangannya.
Hirahata mengambil tangan Akira dan menjawab " Iya, Hirahata. "
" Kalian sedang berlatih disini? " Tanya Akira.
" Iya, Tim Okawa juga? "
" Iya, ngomong-ngomong bagaimana kalau setiap sore nanti kita melakukan latihan bersama seperti sparing. " ajak Akira.
" Boleh " Hirahata menerima ajakan dari Akira.
" Saya akan bilang kepada kapten saya, jadi siap-siapkan diri kalian. " kata Akira seraya kembali ke penginapannya.
Lim hanya menundukkan pandangannya tidak bisa berbicara. " Kamu bermasalah dengan dia ya? " Tanya Hirahata mengetahui dari sudut pandang Lim.
" Tidak kap, mari kita kembali ke dalam. Dan besok biarkan saya bermain " ucap Lim dengan serius.
Keesokan harinya.
Pertandingan melawan Tim Okawa vs Tim Seido.
Hirahata yang mengetahui kemampuan Tim Okawa membiarkan Tim Kelas 1 untuk bertanding melawan dengan Tim Okawa.
Agar Hirahata dapat melihat kemampuan Tim Okawa, tetapi Tim Okawa juga membiarkan Tim Kelas 1nya untuk bermain.
Mereka tidak ingin Tim Seido dapat membaca strategi dari permainan mereka, apalagi dalam Tim Seido ada Hirahata yang dijuluki cerdas dalam membaca strategi lawannya.
" Kap aku main? " tanya Lim.
" Tidak, lebih baik kamu belikan 50 minuman untuk para tim dan tim Okawa. " jawab Hirahata.
" Tapi jarak dari toko untuk kesini sangat jauh. "
" Kalau kamu ingin bermain, berlari agar bisa bermain. "
Lim tidak punya pilihan lain selain berlari, tapi setelah ia kembali sparing antara Tim Seido dengan Tim Okawa sudah selesai.
Lim tidak dapat bermain dalam permainan tersebut, ia hanya berjalan kembali ke penginapan dengan pandangan tertunduk.
" Saya pulang. " ucap Lim dengan keringat yang membasahi wajahnya.
Okumura yang baru saja selesai mandi terkejut dengan wajah Lim yang sudah dikelilingi banyak keringat.
" Kap, mandi mandi cepat. "
" Baik. "
Lim berjalan menuju kamar mandi dan memandikan tubuhnya yang sangat lengket karena keringat.
" Hai Lim. " sapa Coach yang masih berada di pemandian air panas membuat Lim terkejut.
" Coach, kenapa ada disini? " tanya Lim kebingungan.
" Masih menikmati air yang sangat nyaman ini. " jawabnya.
" Ngomong-ngomong Lim, kamu sudah berlari berapa km? " lanjut Coach.
" Sekitar 5 km mungkin tadi. "
" Besok kamu juga tidak diizinkan bermain, kamu masih harus berlari seperti tadi. Jika kamu ingin mengembalikan fisik kamu seperti semula. " jelas Coach membuat Lim mengerti kenapa Kapten menyuruhnya untuk berlari.
" Tapi besok adalah hari terakhir Coach. " Lim menentang.
" Kamu ingin bermain Inter-High bukan? Kalau begitu fisik kamu harus dikembalikan! "
Lim menelan ludah, ia menerima semua perintah dari Coachnya. Lebih baik ia tidak dimainkan saat sparing daripada tidak dimainkan saat Inter-High.
Sabtu, 7:00 p.m
Pelatihan Neraka \= Selesai.
Sparing melawan Tim Okawa pun juga sudah selesai, Lim tidak bermain sepanjang permainan.
Ia juga tidak bisa melihat permainan dari Akira. Lim ingin tahu apa Akira sudah berkembang atau belum.
" Kap. " panggil Lim mendekati Hirahata yang sedang makan malam di dapur.
" Kenapa Lim? " tanya Hirahata.
" Kamu tahu Akira kan? Bagaimana permainannya? Apa dia bagus? "
Hirahata tertawa " Permainan dia sangat bagus melebihi anak kelas 1 lainnya. "
Lim mengepalkan tangannya ingin bermain melawan Akira.
" Kamu ingin melawan dia? " lanjut Hirahata.
" Iya kap. "
" Kalau begitu, bawa Tim Seido menuju Final. Kita akan bertemu dia saat Final, dan itu pasti. "
Mata Lim melebar " Apa saya akan bermain? "
" Tergantung permainanmu dan tekadmu. "
" Kap! " Lim yang merasa bahagia.
" Sudah lebih baik makan, besok kita akan istirahat. Dan Senin akan kembali berlatihan. "
" Tidak, karena saya terlalu bahagia. Saya harus keluar mencari udara segar. "
Lim berlari keluar mengelilingi pantai, ini adalah hari terakhir pelatihan neraka. Dan dalam hari terakhir Lim mendapatkan kabar bahagia.
" Kamu terlihat sangat senang. " kata Akira yang membuat Lim menberhentikan langkah kakinya.
" Kamu tidak bermain dalam sparing, tapi wajahmu terlihat bahagia. Apa karena tidak bermain denganku? " lanjut Akira.
" Tidak, aku ingin bermain denganmu. Tapi Coach dan Kapten tidak mengizinkanku untuk bermain. "
" Lalu apa Inter-High kamu akan bermain? "
" Mungkin. "
" Kalau begitu semangat. "
" Terimakasih, semangat untukmu juga. "
Akira menundukkan kepalanya, berjalan melewati Lim dengan berbisik " Aku ingin bermain denganmu lagi Lim. "
Lim membeku seperti batu, Akira hanya berjalan kembali meninggalkan Lim.
Lim tahu bahwa Akira dari dulu sangat hebat dalam bidang Basket. Lim juga ingin bermain kembali bersama dengan Akira.
Saat SMP, pertandingan yang menyenangkan adalah bersama dengan Akira. Tidak ada yang bisa mengalahkan Akira dan Lim saat bermain bersama.
Tapi seiring waktu, Akira menolak untuk bermain bersama Lim. Dan hanya membiarkan Lim bermain seorang diri.
Lim tahu betul senyuman Akira saat menikmati permainan basket, Lim ingin melihat saat sparing tadi. Apa Akira bahagia bersama dengan Timnya saat ini.
" Hati-hati dijalan, Kira. " Teriak Lim.
Akira yang mendengar ucapan Lim hanya mengepalkan tangannya, apapun itu ia harus berkembang agar bisa bermain bersama Lim kembali.
••
Setelah 6 hari pelatihan, dan 1 hari istirahat.
Hari ini adalah hari kembalinya bersekolah, Lim terbangun dengan tubuh yang masih malas karena hujan membuat Lim malas untuk bangun dari kasurnya.
Lim memaksakan diri sendiri untuk bersekolah dengan niat bertemu dengan Anna.
Lim bersiap-siap untuk berangkat dan membawa payung karena pagi ini sedang hujan.
Lim berjalan perlahan-lahan menuju sekolah, tapi mata serta kakinya terhenti saat melihat seorang perempuan sedang berteduh disebuah rumah kosong.
Perempuan itu adalah Anna.
Lim mendekati Anna, Anna hanya terdiam dengan badan yang kedinginan karena seluruh badannya sudah basah terkena hujan.
" Ohayo Anna. " sapa Lim mengangkat payungnya.
Mata Anna bertemu dengan Lim sesaat, senyuman Lim yang membuat hati Anna nyaman membuatnya sedikit jengkel karena perasaan itu.
" Ingin berjalan bersamaku kesekolah? "
" Tidak, bajuku basah. Aku harus kembali kerumah. "
" Aku membawa baju dua, tapi baju olahraga. Tidak apa-apa? "
" Tapi, aku tidak bisa kesekolah dengan keadaan seperti ini. Bajuku menjadi transparan. "
Lim menaruh payungnya, dan mengeluarkan jaket dari tasnya.
" Pakai ini, tidak apa-apa kan? "
Anna tidak punya pilihan, ia hanya memakai jaket yang diberikan oleh Lim.
" Kalau begitu mari kesekolah. " ajak Lim seraya mengangkat payungnya kembali.
Anna dan Lim berjalan bersamaan menuju sekolah.
Wajah Lim memerah karena bahagia bisa sedekat ini dengan Anna.
" Kamu datang pagi sekali, kenapa? " tanya Anna heran.
" Aku ingin bertemu denganmu. "