Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Final Akhir.



Final di mulai antara Tim Seido dengan Tim Okawa, akhirnya balas dendam akan tercapai untuk Tim Seido.


Starter untuk Tim Seido : Lim, Sawamura, Okumura, Kenji dan Tama.


Starter untuk Tim Okawa : Akira, Kazuya, Yu, Kaya dan Kagami.


Starter untuk Tim Okawa masih seperti Inter-High kemarin.


Bel berbunyi, salah satu pemain berdiri di depan lingkaran untuk melakukan Jump Ball. Dari Tim Seido adalah Kenji sedangkan dari tim Okawa adalah Kagami.


Peluit berbunyi, bola di lemparkan. Kenji berhasil menangkis bola dan memberikannya kepada Lim.


Lim juga dengan cepat mengatur tempo permainan, kali ini ia tidak berhadapan dengan Akira melainkan Kazuya.


Lim telah berkembang, tidak seperti dahulu lagi. Kini ia lebih hebat di bandingkan kemarin, Lim dengan tenang dapat membuat Kazuya tertipu dan melakukan three point.


Skor pertama di dapatkan oleh Tim Seido.


Quarter pertama memanas, skor akhir dari quarter pertama adalah 11-8 di menangkan oleh Tim Seido.


Istirahat 2 menit, quarter kedua di mulai. Tim Seido dan Tim Okawa tidak ingin kalah satu sama lain. Mereka terus mencetak point.


Quarter kedua di akhiri dengan skor 24-22 yang di menangkan oleh Tim Okawa.


Istirahat 10 menit menuju quarter ketiga.


Seluruh penoton merasa sangat penasaran dengan siapa pemenang dari pertandingan ini.


10 menit telah berlalu.


Quarter ketiga di mulai, tapi hal yang tidak terduga kembali datang. Saat Lim ingin menghentikan shoot dari Kazuya.


Bola tersebut terkena wajah Lim, sehingga wasit menghentikan pertandingan sebentar. Hidung Lim mengeluarkan darah.



Lim segera di tarik keluar dari lapangan di gantikan oleh Bek, Coach meminta Anna untuk membawa Lim menuju ruang rawat sebentar.


Anna membawa Lim menuju ruang rawat, hidung Lim terus berdarah membuat Anna khawatir. Lim terus memegangi hidungnya agar darah tidak keluar terlalu banyak.


Lim menidurkan tubuhnya diatas ranjang, sedangkan Anna meminta perawat untuk mengobatinya sebentar.


Setelah di obati dan darah sedikit demi sedikit terhenti. Anna bertanya kepada perawat dengan khawatir " dia kenapa? "


" Terimakasih atas informasinya " kata Anna. Perawat itu segera keluar dari ruang rawat.


Lim memegang lengan Anna, ia memohon untuk dimainkan kembali.


Anna tahu bahwa pertandingan ini adalah pertandingan akhir dengan Tim. " Aku akan menerima permohonanmu itu " ucap Anna dengan terpaksa.


5 menit kemudian, Anna membawa Lim kembali ke lapangan. Penoton histeris akan kedatangan kembali Lim, tapi yang lebih mengejutkannya lagi.


Skor tidak terlalu jauh yaitu 50-55.


Coach bertanya kepada Anna, Anna menjawab bahwa Lim dapat dimainkan kembali.


Anna berdiri berhadapan dengan Lim dengan wajah sangat khawatir. Lim mengelus kepala Anna dengan lembut.



Dan memasuki kembali lapangan menggantikan bek. " AYO SEMANGAT " teriak Lim kembali bersemangat.


Setelah Lim memasuki, skor kembali menipis yaitu 55-52.


Quarter ke-tiga berakhir.


Istirahat dua menit, Anna sama sekali tidak ingin menatap Lim. Lim hanya terdiam melihat Anna yang tidak ingin melihat kearahnya.


Lim hanya harus membuktikan bahwa dia tidak apa-apa, bahwa dia dapat memenangkan pertandingan ini.


Quarter ke-empat dimulai.


Kedua tim sudah sama-sama lelah, tapi mereka harus bermain sampai detik-detik terakhir.


Sampai bel berbunyi, pertandingan berakhir dengan skor 78-76. Tim Seido memenangkan pertandingan.


Sorak tim dan seluruh penoton memberikan tepuk tangan kepada mereka, dan tim Okawa hanya tersedih.


Setelah selesai melakukan penghormatan, Anna menatap Lim dengan kesal. Lim membuka tangannya lebar, dengan cepat Anna langsung berlari dan memeluk Lim sambil menangis seperti anak kecil.


Tim Seido sangat bahagia, melihat Anna yang memeluk Lim dengan cepat juga Tim Seido memeluk Lim dari belakang membuat Lim terjatuh diatas lapangan.


Tim Seido pun tertawa bahagia, akhirnya balas dendamnya tercapai. Seluruh para senpai pun merasa sangat terharu dengan permainan mereka dan memberikan tepuk tangan bahagia.