Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
orang-orang yang menakutkan.



Lim terus menggengam erat jemari Anna sampai depan sekolah saat Anna ingin melepaskannya Lim terus menggengamnya sehingga Anna tidak bisa melepaskan tangannya itu.


Seluruh siswa-siswi melihat kearah mereka, melihat Anna dengan menjijikan. Anna hanya menoleh sesaat kearah mereka yang membicarakan Anna dengan berbisik.


Lalu datang Nana dan Hinata menghampiri Anna serta Lim.


" Lihat orang yang kamu cintai, dia tidur bersama dengan lelaki lain. " Ejek Hinata.


" Jaga ucapanmu! " Seru Lim.


" Bagaimana tidurmu dengan lelaki itu Anna? " goda Nana membuat Lim mendorong bahu Nana dengan keras membuat Nana hampir terjatuh.


" Minggir, kamu tidak pantas untuk berbicara dengan kita " ucap Lim.


Hinata hanya menatap tajam kearah Anna, sedangkan Anna yang tidak punya keberanian hanya memalingkan pandangannya.


Lalu datang Sawamura yang juga tergesa-gesa khawatir dengan Anna. Ia melihat Hinata dengan Nana yang sepertinya sedang mengguraukan Anna.


" Kalian pergi! " Bentak Sawamura membuat Nana dan Hinata pergi meninggalkan mereka.


Namun seluruh siswa-siswi masih saja membicarakan Anna dan memperhatikan kearah Anna. Sawamura membubarkan mereka yang membicarakan nya.


" Tidak apa-apa " kata Sawamura menenangkan dengan memegang kedua bahu Anna.


Sawamura yang melihat Lim memegang tangan Anna dengan erat. Sawamura membuang nafas dengan lega melihat Anna yang sepertinya tenang saat bersama Lim.


" Kalau kamu gagal menjaganya kamu berurusan denganku! " tegas Sawamura di telinga Lim.


" Aku pergi kekelas ya " ucap Sawamura meninggalkan Anna dengan Lim.


Anna melepaskan genggaman Lim " Terimakasih " kata Anna seraya meninggalkan Lim.


••


1:56 p.m


Pelajaran ketiga dimulai, namun Anna telah di panggil oleh Kepala Sekolah untuk menuju ruangannya.


Anna berjalan menuju ruang kepala sekolah, terlihat Hanna yang berada dalam ruang kepala sekolah.


Terlihat juga kepala sekolah yang sedang bertanya kepada Hanna.


Anna memasuki ruang kepala sekolah " permisi " kata Anna.


Pak Kataoka " silahkan masuk Anna " perintahnya.


Anna menjelaskan semuanya kepada Pak Kataoka, Pak Kataoka mengerti ucapan Anna.


" Kalau begitu sekolah akan membantu siapa yang mengirim video tersebut, bapak juga akan membantu berbicara kepada seluruh siswa-siswi. Tapi sebelum itu kamu harus bertahan terlebih dahulu ya " jelas Pak Katoka sambil menepukkan punggung Anna menenangkan Anna.


Anna menundukan kepala hormat kepada Pak Katoka seraya keluar bersama Hanna. Saat Anna keluar bersama Hanna, terlihat Lim yang tengah berdiri sambil menyandarkan punggungnya di dinding.


Ia menundukan kepala ke Hanna " Selamat siang " sapa Lim kepada Hanna. Hanna hanya menjawab sapaan Lim dengan tersenyum " Kalau begitu, Ibu pulang dulu. Ibu mau menjemput Ayahmu. Sekarang saatnya kamu berdamai, dan Ayahmu akan membantumu " pekik Hanna seraya meninggalkan Anna.


" Kenapa kamu disini? " tanya Anna.


" Kenapa memang? Aku hanya tidak mau melihat wanitaku terlihat sedih " candanya.


" Wanita mu? "


" Iya "


Anna hanya acuh kepada Lim dan pergi keluar menuju taman, bukannya balik ke dalam kelas. Ia malah menuju taman belakang sekolah.


Lim hanya mengikutinya dari belakang, ia tidak ingin Anna terlihat sedih sedikitpun. Meskipun sedih, ia ingin bahwa dirinya berada di sebelah Anna.


Anna bermain di Taman itu, melihat bunga yang mekar sangat indah. " Bunga saja tidak boleh di petik, karena membuat kehidupannya berkurang bukan karena salah satu bunganya di petik? Tapi mereka bisa tumbuh lagi meskipun harus butuh waktu yang lama. "


" Begitu juga dengan manusia, jika ia terluka mungkin untuk kembali akan butuh waktu yang lama. Tapi entah kenapa kali ini aku merasakan ketakutan yang berbeda, kamu tahu saat berada dekat denganmu ketakutanku hilang. Itu aneh bukan? "


Perkataan Anna membuat Lim tersipu malu dan berdeham berpura-pura tidak mengerti. " Jadi? "


Sudut mata Anna berkerut " Tapi setiap orang datang dan pergi, itu adalah hal yang paling menakutkan. Begitu juga dengan kamu, kamu datang dan pergi. Entah itu pergi karena kematian, atau karena memang kamu dan aku tidak bisa bersatu. "


" Itu menakutkan, jadi aku tidak bisa terus bersandar ke kamu. Meskipun kamu buat ketakutanku hilang, aku tidak bisa terus berada dekat denganmu untuk menghilangkan ketakutanku. Aku harus bisa berdiri sendiri seperti pohon yang kuat. "


" Kamu bisa kapan saja bersandar kepadaku! " kata Lim tiba-tiba, membuat mata Anna melebar terkejut dengan ucapan Lim.


Anna mengetahui masa depan Lim yang akan mendatang, Anna tahu bahwa Lim akan meninggalkan Anna.


Anna berjalan mendekatkan diri kepada Lim, ia memeluk Lim dengan erat menaruh kepalanya di depan dada Lim.



Waktu yang tersisa baginya untuk berada dekat dengan Lim hanya tersisa 6 bulan lagi, Anna tahu itu adalah waktu yang singkat. Tapi sebisa apapun, ia ingin terus berada dekat dengan Lim.


Perasaan nya tumbuh terlalu cepat dan tidak terduga