Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Anna.



Anna memakai jaket yang di berikan oleh Gi untuk menutupi baju bagian belakangnya dan agar badan Anna tetap hangat di saat malam hari.


Ia meninggalkan Gi dari siang untuk pergi sendirian ke tempat yang dimana satu orang pun tidak akan mengetahuinya.


Anna juga membeli botol soju sebanyak 25 botol, saat ini pikirannya di penuhi oleh Lim. Ia ingin melupakan segala hal dari Lim, tapi ternyata tidak semudah itu meskipun sudah 5 tahun.


Saat siang hari ia hanya mengendarai mobilnya kesana-kemari tidak berhenti sampai Anna akan merasa lelah.


Matahari mulai terbenam, udara semakin mendingin. Kini Anna berada di sebuah pantai yang tidak ada satu pun orang disana.


Anna merintikan air mata perlahan, lalu meminum botol soju untuk perlahan-lahan agar melupakan segalanya.


" Bodoh "


" Bodoh " kata Anna dalam keadaan sedikit mabuk.


Anna mengingat saat ia pertama kali di lamar di tengah lapangan saat itu, kenangan manis itu masih melekat di otak Anna.


Ia merintikan kembali air matanya dan meminum soju lagi dan lagi.


Sampai akhirnya dia menghabiskan sebanyak 25 botol, dan sudah sangat mabuk.


8:00 p.m


" Hei! " panggil seseorang yang membuat Anna membalikkan badannya dengan mata sayu karena sudah sangat mabuk.


" Ah kamu siapa.. jangan mendekat " katanya dengan keadaan mabuk.


Dia adalah Gi, Gi mengetahui tempat Anna menangis dan menyendiri.


Anna menatap lekat laki-laki itu dan mengetahui pria itu " Ah Gi! " teriaknya.


Gi mendekati Anna " Kenapa kamu mabuk-mabukan seperti ini? "


Anna memeluk Gi dengan kepalanya berada di pundak Gi, ia menangis tersedu-sedu tanpa hentinya.


Gi merasa sangat kasihan kepada Anna dengan menenangkan Anna, Gi membelai lembut rambut Anna " tenang Anna "


Anna tetap menangis, tangisannya tidak bisa di berhentikan. Sampai tiba-tiba Anna berkata " Gi, nikahi aku. Lamar aku! "


Gi terkejut, matanya melebar dengan ucapan Anna. " Cepat! Mari kita menikah!! " Kata Anna tanpa sadar.


" Mari kita menikah An. "


Gi mengeluarkan cincin dari celananya dan memberikan cincin itu ke jari tengah Anna. Anna tersenyum bahagia dan memeluk Gi dengan erat.


Matahari terbit, Anna dan Gi tidak sempat untuk pulang karena keadaan kemarin sudah terlalu malam.


Membuat Anna dan Gi hanya tidur di dalam mobil. Gi sama sekali tidak membawa mobil, karena mobilnya di bawa Anna sampai sini.


Mereka tidur dalam mobil dengan keadaan Anna tertidur di bahu Gi semalaman, lalu Anna terbangun perlahan melihat Gi berada di sampingnya.


Anna sedikit terkejut, ia mencium bau badannya yang sangat bau alkohol.


Anna keluar dari mobil itu dan membiarkan Gi tidur sendiri dalam mobil.


Ia meregangkan badan nya yang kaku, lalu tak senggaja melihat jari tengahnya terdapat sebuah cincin.


Anna merengutkan dahinya tidak tahu apa yang sudah terjadi kemarin, namun kenangan saat malam kemarin kembali Anna ingat.


Ia mengatakan bahwa ia ingin dinikahi oleh Gi, dan Gi menerimanya.


Mata Anna melebar terkejut dengan apa yang dia lakukan saat mabuk, Anna memberantakkan rambutnya itu " Aish! "


Lalu Gi keluar mobil sambil menguap dan meregangkan badannya itu.


Ia mendekati Anna, melihat wajah Anna yang sepertinya sedang kebinggungan dan resah.


Tapi bagaimana lagi, Gi juga sangat mencintai Anna.


Ia juga tidak ingin melepaskan Anna bagaimana pun itu, apa yang terjadi itu harus di terima apapun konsekuensi nya.


" Nanti saat kembali ke Kota, aku akan belikan cincin yang lebih bagus dari ini. Maaf aku memberi cincin yang tidak pantas untuk kamu. "


Anna tersenyum manis menatap Gi, Gi adalah seorang lelaki yang baik.


Anna menghela nafas panjang " Tidak apa-apa, ini juga sudah sangat bagus "


Gi terkejut dengan ucapan Anna, ia kira Anna akan membahas soal kemarin bahwa dia hanya mabuk saja tapi ia sama sekali tidak membahasnya dan menerima kejadian tersebut.


Hembusan angin pagi menerpa rambut Anna, terlihat wajah cantik Anna dari sinar matahari pagi. " Terimakasih " ucap Anna dengan nada rendah.