Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 15



" Apa kamu menggodaku? Itu tidak mempan. " sinis Anna.


" Harusnya kamu mengucapkan terimakasih, karena kamu sudah dipinjamkan baju olehku. " kata Lim.


" Kalau begitu, aku lepaskan saja dan aku akan kembali ke rumah untuk mengganti pakaianku. "


" Tidak, sudah seperti ini saja. Maafkan aku. "


Anna terdiam, ia mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumahnya.


" Anna? " panggil Lim.


" Hmm. "


" Kenapa waktu itu kamu pulang duluan dan kenapa kamu tidak berpamit terlebih dahulu kepadaku? "


" Aku terburu-buru untuk menuju sekolah. "


" Apa kamu dimarahi oleh Orang tuamu? "


" Tidak. "


" Kalau kamu dimarahi, ucapkan maaf dari aku. Atau aku harus berbicara langsung kepadanya? "


" Tidak, itu merepotkan. "


" Baju kamu mana, aku pinjam " Pinta Anna.


" Ini belum sampai sekolah. " tolak Lim


" Aku tidak ingin ada siswa-siswi sekolah yang melihat kita berjalan berdua, jadi lebih baik kamu berikan baju kamu dan aku akan berlari. "


" Tidak, aku tidak mau! "


" Hei! "


" Kalau begitu cium pipiku dulu " goda Lim yang membuat Anna merasa geli.


" Kamu pasti seperti ini ke semua perempuan ya? "


" Tidak. Hanya kepada kamu. "


" Kalau begitu, aku tidak ingin dan lebih baik aku pergi. Aku bisa meminjam baju kepada guru. " Kata Anna seraya ingin berlari namun tertahan saat Lim memegang tas Anna sehingga Anna tidak bisa berlari.


" Lepaskan! " seru Anna.


" Kamu mau bajuku atau tidak? "


" Tidak! "


" Kembalikan jaketku! "


" Hah, kamu benar-benar menyebalkan " kesal Anna melepaskan jaketnya.


Tapi bajunya benar-benar terlihat transparan, Anna menutup dadanya dengan kedua tangannya agar Lim tidak dapat melihat.


" Silahkan jalan. " ucap Lim.


Anna menundukkan pandangannya menahan air matanya, ia kembali dipermainkan.


Anna mengigit bawah bibirnya. " Tidak apa-apa, aku akan berjalan seperti ini. " Anna terpaksa.


Anna pun berjalan dengan pandangan tertunduk dan hujan yang membasahi tubuhnya, Lim yang tidak menduga Anna akan melakukan hal ceroboh seperti itu langsung melepaskan payung menarik lengan Anna sampai dekat dengan tubuhnya.


" Diam, aku akan bunuh kamu kalau kamu memperlihatkan tubuh kamu kepada pria lain. " Bisik Lim dengan memeluk tubuh Anna sangat erat.


Lim melepaskan pelukannya dari Anna dan memberikan jaketnya kepada Anna seraya berlari ke dalam Sekolah.


Anna tidak punya pilihan lain selain memakai jaket Lim dengan pandangan kosong karena Lim tiba-tiba memeluknya.


Anna berlari menggunakan jaket Lim melawan hujan menuju Sekolah.


Sampai di Sekolah.


Tidak ada satupun orang yang datang, hanya ada security dan beberapa guru.


Lim melepaskan sepatunya dan memasuki sepatunya ke dalam lokernya.


Ia mengambil sendal sekolah seraya berjalan menuju Toilet. " Ikuti aku! " perintah Lim kepada Anna yang berada di belakang Lim.


Anna mengikutinya dari belakang sampai di depan Toilet, Lim memberikan baju kaos olahraganya kepada Anna sedangkan Lim akan memakai baju latihannya.


" Apa tidak apa-apa? " tanya Anna. " Kamu juga kebasahan. " lanjut Anna.


" Sudah tidak apa-apa, cepat ganti baju atau kamu akan terkena flu. " ucap Lim yang membuat Anna memasuki Toilet dan mengganti bajunya.


Selesai berganti baju, Anna keluar dari Toilet dan menunggu Lim.


Tapi Lim tidak kunjung keluar.


" Mungkin dia sudah kembali ke kelas. " pikir Anna sambil melangkahkan kakinya menuju kelas.


Tidak ada satupun murid yang berada di kelas, Anna melihat jam dinding waktu masih menunjukkan pukul 7:00 a.m


" Pantas saja tidak ada satupun orang yang datang " Kata Anna.


Tok-tok-tok


Suara pintu kelas Anna berbunyi, Anna menolehkan kepalanya.


Lim yang datang membawa sebuah minuman hangat untuk Anna. " Minum ini " ujar Lim menaruh minuman hangat tersebut dimeja Anna.


" Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. "


" Kamu benar-benar keras kepala ya. "


" Kalau begitu, terimakasih " ucap Anna seraya meminum air hangat tersebut.


" Anna, kenapa kamu tidak suka melihat orang-orang membicarakan tentang aku dan kamu? " tanya Lim tiba-tiba.


" Lagipula, kita memang tidak punya hubungan apapun. Jadi untuk apa membuat gosip satu sekolah. " jawab Anna yang menusuk hati Lim


" Benar, tidak punya hubungan apapun. " gumam Lim.


Lim menatap mata Anna, tapi mata Anna hanya memalingkan tidak ingin melihat Lim.


" Kalau aku menyukai kamu bagaimana? "


" Dan, aku ingin mempunyai hubungan denganmu? "


" Aku ingin mengetahui semua kehidupan kamu. "


" Aku ingin menjadi prioritas dalam hidup kamu. Bagaimana menurutmu? " tanya Lim terus menerus.


Anna memalsukan senyuman. " Itu hanya kebohongan semata " pekik Anna yang sama sekali tidak menyukai ucapan Lim.


" Kalau aku ju.."


" Ohayo... " ucap seorang lelaki memasuki kelas Anna yang membuat Lim tidak bisa berbicara dan hanya keluar dari kelas Anna.


Anna merintikan air matanya, perasaannya sudah menjadi dingin. Ia tidak bisa menerima siapapun, baginya semua hanyalah kepalsuan.


Orang-orang akan melihat dirinya dari luar saja, dan jika mereka tahu dalam dirinya mereka akan kecewa. Lalu menjauhi dirinya.


Seperti itulah manusia. Hanya memandang dari sebelah mata.


1:30 p.m


Lim bertopang dagu, ia berpikir kembali apa yang ia lakukan kepada Anna.


Semakin lama perasaannya semakin membesar, dan keinginan untuk berada dekat dengan Anna terus bertambah.


Bahkan sifatnya saat ini sangat agresif kepada Anna, meminta Anna untuk menciumnya adalah hal brengsek yang pernah Lim lakukan.


" Edward Lim, kamu bodoh!! " keluh Lim.


" Kap! " panggil Okumura mendekati Lim.


" Hari ini ada latihan, kamu akan latihan kan? " tanya Okumura.


" Iya, aku akan latihan. "


" Kap, kamu tahu tidak tadi aku melihat kapten Hirahata berbicara kepada Anna. "


" Kapten? " tanya Lim dengan nada tinggi.


Okumura mengangguk-anggukan kepalanya. " Udah gitu, tiba-tiba Anna pingsan. " Bisik Okumura.


" Pingsan? "


" Iya, silahkan ke UKS untuk melihat Anna. "


Dengan cepat Lim berlari menuju UKS. Tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, Lim langsung membuka pintu UKS.


Matanya mencari Anna, dan terlihat Anna yang sedang tidur di atas ranjang paling ujung.


" Anna. " Panggil Lim khawatir mendekati Anna dan Hirahata berada di samping Anna.


" Kap, kenapa kamu disini? "


" Kamu tahu, tadi aku berbicara tentang Lim kepada dia. Aku berkata bahwa baju ini miliki Lim dan tiba-tiba saja dia pingsan. Tubuhnya sangat panas, dan saat aku periksa ternyata suhu tubuhnya mencapai 38 derajat. "


Lim memegang kepala Anna dan benar tubuhnya sangat panas.


" Hei Anna, kamu baik-baik saja kan? "


" Kalau begitu aku pergi dulu " Ucap Hirahata seraya pergi dari UKS.


Lim menunggu Anna sampai Anna terbangun, ia tidak perduli dengan pelajaran.


2 jam kemudian.


Anna terbangun, Lim yang memegang tangan Anna terkejut. " Anna, kamu bangun? " tanya Lim.


" Jam berapa? Aku harus masuk kelas. " kata Anna seraya beranjak dari ranjang tapi Lim tahan.


" Kamu istirahat, tubuh kamu sangat panas. "


" Tidak. Aku harus ke kelas. "


" Anna dengarkan aku! " tegas Lim membuat Anna ketakutan.


Anna mengurungkan niatnya untuk kembali ke kelas. " Iya, maafkan aku. "


" An, kamu harus istirahat. Saat pulang nanti aku antar kamu pulang. "


" Tidak aku bisa sendiri. " Ucap Anna. Lim mengetuk dahi kepala Anna perlahan. " Aku bilang, aku akan mengantarkan kamu pulang! " seru Lim.


Bel pulang sekolah berbunyi.


Seluruh siswa-siswi berjalan untuk pulang dan ada beberapa yang mengikuti club.


Anna dan Lim berjalan dengan waspada karena takut ada yang memperhatikan kearah mereka.


" Kap! " panggil Okumura dengan sangat keras.


Lim menoleh dan memberi isyarat kepada Okumura untuk mengecilkan suaranya.


Okumura mengerti dan hanya berdiam.


Anna dan Lim pun keluar tanpa ada orang yang tahu selain Okumura.


Anna berjalan sempoyongan, Lim berjalan di depan Annan dan menempatkan badan dengan melipat kedua lutut, serta bertumpu pada telapak kaki dengan pantat yang tidak menjejak.


Lim menepuk pundaknya " Naik " Pinta Lim.


Anna menggelengkan kepalanya tidak ingin karena merasa malu.


" Sudah naik saja. "


Anna menghela nafas panjang, ia tidak punya pilihan. Kepalanya sudah sangat berat, tubuhnya sangat lemas. Anna sudah tidak punya tenaga untuk berjalan lebih jauh lagi.


Anna melingkarkan tangannya di leher Lim dan membiarkan Lim menggendong Anna.


Dalam perjalanan pulang menuju rumah Anna, hanya ada keheningan.


Lim tidak berbicara kepada Anna begitu juga Anna.


Dan sampai di Taman Bermain, Anna menepuk pundak Lim untuk berhenti serta menurunkan Anna.


" Sampai disini saja, aku bisa sendiri. " kata Anna.


" Kenapa? Biarkan aku mengantarmu sampai pulang. "


" Tidak, aku tidak ingin. Ibuku akan memarahiku. "


" Kalau begitu, terimakasih. " ucap Anna seraya berjalan meninggalkan Lim.


Dret-dret-dret.


Lim mendapat sebuah pesan dari Hirahata yang menyuruhnya untuk cepat datang berlatih.


" Maaf Anna. " gumam Lim yang berlari menuju Sekolah untuk kembali berlatih.


••


Seluruh siswa-siswi melakukan bersih-bersih, sedangkan Anna tidak. Ia hanya membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan suhu tubuh yang sangat panas.


Anna juga mendapat pesan dari Yuki, tapi Anna tidak sempat untuk membalas.


" Ibu tolong belikan aku obat. " Teriak Anna dari dalam kamar.


Tapi tidak ada jawaban sama sekali. " Ah lupa, Ibu sedang tidak ada dirumah. "


Anna beranjak dari kasur dan berjalan menuju Toko Obat untuk membeli obat penurun demam.


Ia ingin kembali ke rumahnya, tapi langkah kakinya terhenti saat melihat Lim berdiri di depannya.



" Anna. " sapa Lim.


" Kamu tidak sekolah? " tanya Anna sambil batuk-batuk.


" Tidak, kamu sedang apa di luar? "


" Membeli obat. "


" Kamu sudah baik-baik saja? "


" Tidak. "


" Terus kenapa keluar? Kamu bodoh! "


" Ibuku sedang tidak ada dirumah. "


" Kalau begitu aku akan merawatmu. "


" Tidak, lagipula. Kak Yuki menyuruhku untuk kerumahnya karena Ibuku meminta Kak Yuki merawatku. "


" Yuki-senpai bodoh, bagaimana bisa kamu kerumah Kak Yuki. Seharusnya dia yang kerumah kamu. "


" Aku ingin kerumahnya, maaf. " kata Anna seraya berjalan. " Aku akan menemani kamu. "


Anna tidak memperdulikan Lim lagi, entah apa yang akan dilakukan Lim. Ia sudah tidak perduli, Anna tidak bisa meminta Lim untuk tidak melakukannya.


Lim selalu memaksa dan keras kepala.


Sesampai dirumah Yuki. Anna mengambil kunci yang berada di balik sepatu basket Yuki.


Anna segera membuka pintu dan tidur di ranjang kasur Yuki.


Wajah Lim memerah, ia tidak bisa memasuki rumah berduaan dengan Anna.


Ini adalah hal yang tidak biasa bagi murid kelas 1 SMA.


Lalu Yuki datang dengan kaos hitam. " Lim, sedang apa disini? " tanya Yuki.


" Yuki-senpai, tadi aku mengantar Anna. "


" Kenapa tidak masuk? "


" Kalau begitu, permisi. " Ucap Lim memasuki rumah Yuki.


Terlihat barang-barang antik yang jarang sekali ditemui oleh beberapa orang. Lim segera duduk di sofa dengan keadaan tidak bisa diam karena khawatir dengan Anna.


Yuki berjalan memasuki kamar dan menutup pintu kamarnya.


Lim terkejut. " Hei, apa yang kalian lakukan disana? Kalian tidak boleh, itu hal yang tabu! " pikir Lim ingin mendekati kamar Yuki namun terhenti saat Yuki sudah keluar dan membiarkan pintu kamarnya terbuka.


Terlihat Anna yang tubuhnya sudah ditutupi oleh selimut.


" Anna terkena demam, kamu tahu penyebabnya? " tanya Yuki


" Karena kemarin dia terkena hujan " Jawab Lim.


" Anna selalu membuat keluarga khawatir. "


" Apa Anna selalu seperti itu? "


" Iya. "


Yuki mendekati Anna dan mengelus dahi Anna. " Kamu harus menjadi anak yang baik. " ucap Yuki yang terlihat sangat menyayangi Anna.


" Apa kamu mengganggap Anna sebagai adik kamu? " tanya Lim.


" Iya, karena dia Hero saya sejak kecil. Selalu tersenyum dan memberikan semangat kepada saya. Dia satu-satunya yang bisa membuat Ibu saya mengizinkan saya bermain basket. "


" Selalu tersenyum ya? " pikir Lim karena Lim tidak pernah melihat Anna tersenyum satu kali pun.


" Ngomong-ngomong, kamu tidak sekolah Lim? "


" Tidak, saya ketiduran semalam. Apa hari ini ada latihan? "


" Tidak, hari ini semuanya libur. Tapi sekarang saya harus pergi ke Kanagawa untuk pelatihan seleksi Tim Japan bersama Hirahata. "


" Wah Tim Japan. "


" Itu memang hebat, tapi saya tahu kamu pasti akan lebih hebat dari saya dan Hirahata. "


" Apa maksud Yuki-senpai? "


" Bukankah kamu ingin menjadi pemain NBA? "


" Saya ingin, tapi sepertinya itu tidak mungkin. "


Yuki tersenyum kecil, ia mengambil tas ransel yang berisi baju serta sepatu untuk pelatihan.


" Tidak ada yang tidak mungkin, saya titip Anna. " Bisik Yuki tepat ditelinga Lim seraya pergi keluar dari rumahnya.


Lim mengedipkan mata secara cepat " BERDUA DENGAN ANNA? " Teriak Lim.


Lim menepuk-nepuk pipinya " Lim kamu tidak boleh memikirkan hal-hal yang buruk! " serunya kepada diri sendiri untuk menjaga nafsunya.


" Kak Yuki " Panggil Anna dengan mata terpejam.


Lim menghampiri Anna " Yuki-senpai tidak ada, ada aku disini. " jawab Lim


Anna tidak berkata lagi, ia hanya kembali tidur.


" Sepertinya dia mengigau. "


1 jam kemudian.


Anna tidak kunjung bangun, karena terlalu bosan Lim mengelilingi rumah Yuki.


Melihat-lihat koleksi mainan Yuki dan album dari kamar Yuki.


Terlihat foto keluarga Yuki dan foto kecil Yuki bersama dengan Anna. Dan tertulis di belakang foto tersebut " I love u Anna. "


Lim mengerutkan dahinya tidak mengerti " Apa maksudnya ini? "


Lim juga mencari-cari foto lain dan ternyata banyak foto Anna yang sudah dipaparazikan oleh Yuki.


Foto Anna yang sedang makan saat SD, foto Anna tertawa bahagia.


" Sebenarnya perasaan apa yang ada pada Yuki-senpai? "


Tapi tak senggaja Lim melihat sebuah foto keluarga yang berbeda dari foto pertama yang ia lihat.


Pria yang berbeda berada di samping Yuki, Lim membandingkan kembali foto tersebut. Wajah Yuki sangat berbeda.


Difoto keluarga pertamanya, Yuki terlihat tersenyum lebar. Sedangkan difoto kedua, Yuki terpaksa untuk tersenyum.


Lim menutup album dan melihat-lihat keliling rumah Yuki, tidak ada kamar selain kamar Yuki.


Lim berpikir sejenak, mungkin keluarga Yuki sama dengan Lim.


" Kak Yuki, aku panas. " Teriak Anna.


Lim yang mendengar suara Anna langsung berlari kearah kamar Yuki dan mendekati Anna.


" Kamu kenapa? " Tanya Lim khawatir.


Anna dengan mata terpejam menarik lengan Lim menuju tubuhnya.


Anna memeluk tubuh Lim dengan sangat erat " Aku panas, aku tidak suka. " keluhnya membuat mata Lim melebar.


Wajah Lim pun memerah karena bisa sedekat ini dengan Anna.


" Anna, lepaskan. " kata Lim karena Lim tidak bisa bernafas.


Anna menggelengkan kepalanya " Tidak, kamu dingin Kak. Aku panas. "


" Kalau begitu, aku kompres kamu ya. "


" Tidak, aku bilang tidak! Aku ingin seperti ini!! "


Lim merapatkan bibirnya tidak bisa berbicara, ia berpikir kalau yang berada disini tadi adalah Yuki.


" Ah, kenapa aku bisa cemburu dengan keluarganya sendiri. " kesal Lim dengan nada rendah.


Anna kembali tertidur, tapi ia tidak melepaskan pelukannya sedikit pun.


Dret-dret-dret


Pesan dari handphone Lim datang, Lim segera mengeluarkan handphone nya dari saku.


Ia membaca pesan tersebut dari Edward.


" What are you doing? "


Lim ingin membalas tapi ia kesulitan karena Anna memeluknya membuat tangannya sulit untuk digerakkan.


Karena terlalu lama membalas, Edward menelepon Lim.


" Ah bapak sialan itu. " kesal Lim dengan menjawab telepon dari Ayahnya.


" Hei, why did you answer my message for so long?"


" I'm sorry dad " kata Lim dengan nada rendah tidak ingin membangunkan Anna.


" I don't hear you, why is your voice so small? "


" I'm sorry Dad. "


" Hei, answer me! "


" Kak. " ucap Anna tiba-tiba yang terdengar oleh Ayahnya.


Lim mengigit bawah bibirnya, kejadian ini akan menjadi kacau balau.


" What are you doing jerk! " emosi Edward yang terdengar sangat kencang.


" Why is there a female voice near you? " Lanjut Edward.


" No, it's not like that "


" Kak! " keluh Anna lagi dengan mata terpejam.


" Hei Anna, bisa kamu tidak berbicara dahulu? " bisik Lim.


" You go home alone or one of my employees will pick you up! " Perintah Edward.


" But this is not yet a holiday " Tolak Lim.


" Japanese summer vacation soon, right? You have to go home right then! " tegas Edward menutup panggilan.


" Anna, aku harus pulang nanti. Tapi, aku tidak bisa. "


Suara pintu tiba-tiba terbuka " Maaf, aku lupa membawa botol minum. " kata Yuki


Dan Yuki melihat sebuah pemandangan yang tidak ingin ia lihat.


Anna yang memeluk Lim dan Lim yang berada sangat dekat dengan tubuh Anna.


Yuki melepaskan tasnya, lalu mendekati Lim seraya menarik Lim untuk menjauh dari Anna.


" Hei, apa maksudmu? " tegas Yuki


" Tidak, ini tidak seperti yang Yuki-senpai pikirkan. "


" Kamu mencoba mengambil kesempatan saat saya tidak ada ya?! "


" Tidak! "


Yuki tanpa mendengar penjelasan Lim, langsung meninju wajah Lim dengan sangat keras.


Lim meringis kesakitan, dan saat Yuki ingin memukul wajah Lim lagi. Lim menahan pukulan Yuki dengan satu tangan.


" Saya bilang dengarkan penjelasan saya dulu! " seru Lim.


Yuki terus mendorong tangan Lim, tapi tenaga Lim lebih besar dari Yuki.


" Saya tidak butuh penjelasan kamu! " tolak Yuki menaruh tangannya di bawah kembali.


" Apa kamu menganggap Anna sebagai perempuan? Bukan sebagai Adik? "