
Setelah 3 hari beristirahat, Anna kembali berkerja sehari-hari. Dimulai dari menjadi dosen, dan terakhir adalah rapat tentang pertemuan Anna dengan para penggemar di sebuah Toko Buku di Osaka.
Namun sebelum ia pergi untuk rapat, Anna tidak senggaja mendengar sebuah hentakkan bola di Lapangan Indoor.
Tidak biasanya jam-jam segini seseorang bermain berolahraga permainan bola, apalagi di kampus ini lapangan indoor jarang untuk dipakai kecuali untuk club-club olahraga saja.
Anna perlahan mendekati suara hentakkan bola, ia rindu hentakkan suara bola keras ini. Hanya masa-masa SMA saja ia selalu mendengar suara hentakkan bola.
Anna melihat seseorang yang sedang bermain bakset dalam lapangan itu, melakukan dribble dan shooting yang amat sangat keren.
Ia mendekati perlahan seseorang yang sedang bermain itu.
" Wah. " kagum Anna setelah sekian lama ia tidak melihat seseorang melakukan dribble dan shooting di jarak sedekat ini dengannya.
Seseorang itu menengok kearah Anna.
Anna terkejut melihat pria itu adalah Lim.
" Sedang apa kamu disini? " sinis Anna.
" Hei, tadi kamu kagum kepadaku. Sekarang kamu malah bertanya dengan sinis " kata Lim.
Anna menelan ludah merasa gugup berbicara dengan Lim karena mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya ia katakan kepada Lim.
" Jadi kenapa kamu bermain di lapangan basket kampus ini? "
" Aku hanya di suruh datang oleh pelatih club basket disini untuk memberi sebuah arahan. "
" Pelatih club basket? "
" Kamu seorang dosen disini tapi kamu tidak tahu. "
Anna memalingkan pandangannya berpura-pura tidak perduli.
" Dia Sawamura. "
" Sawamura? " Kaget Anna. " Sejak kapan? " Lanjutnya.
" Tuh kan, kamu saja baru tahu. " Ledek Lim.
" Dia baru saja membuat club basket disini. Karena saudaranya meminta dia menjadi pelatih bakset disini. " Jelas Lim membuat Anna mengerti.
" Sekarang aku tanya balik. Sedang apa kamu disini? " tanya Lim.
" Sedang jalan-jalan saja. "
" Aku hanya kebetulan lewat saja dan tidak senggaja mendengar suara bola. "
" Jadi kamu rindu itu? "
Mata Anna dan Lim bertemu sesaat, berbicara sedekat dan senyaman ini mengingatkan mereka akan masa SMA. Tapi bagi Anna itu hanyalah sebuah kenangan yang tidak perlu di ingat kembali.
" Tidak. " jawab Anna cuek seraya keluar dari lapangan basket itu. Sedangkan Lim mengepalkan tangannya merasa kesal dengan perasaannya sendiri yang merindukan Anna seorang.
" Annaaa " teriak seseorang yang membuat Lim keluar dari lapangan basket dan ternyata dia adalah Gi yang sedang menjemput Anna.
Gi menggengam jemari Anna, Lim hanya bisa melihat dari jauh.
Anna tidak boleh dengan siapapun. Pikir Lim kesal
••
Setelah pulang dari rapat, Anna berjalan pulang ke apatonya. Gi juga sudah mengantarnya sampai ke depan apato.
" Huft! " kata Anna merasa lelah.
Lalu saat Anna ingin membuka pintu apatonya, tiba-tiba seseorang dari belakang tubuhnya menahannya.
Membuat Anna terkejut dan tidak bisa apa-apa. " Diam! " seru suara seseorang yang sangat familiar di telinga Anna.
" Kenapa kamu lagi-lagi ada disini? " tanya Anna.
Anna mencium bau alkohol di tubuh Lim. " hei kamu mabuk!! " Lanjut Anna.
Anna membalikkan tubuhnya kearah Lim, Lim terlihat seperti orang yang sangat pusing. Dan ia pingsan di pundak Anna.
Anna menggoyang-goyangkan tubuh Lim " Hei Lim! " panggil Anna.
Gi yang melihat handphone Anna masih berada di mobilnya, langsung segera keluar dan berlari menuju apato Anna.
Tapi kejadian tidak terduga, Gi melihat Ann yang tengah merangkul Lim dan membawanya ke dalam apatonya.
Hati Gi terluka, ia cemburu melihat Anna dengan Lim.
Gi yang tidak ingin menggangu mereka hanya membalikkan badan dan berjalan kembali pulang dengan pandangan tertunduk.