Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Gi.



Anna menangis di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, ia menangis tak henti karena sikap Lim yang dingin kepadanya.


Beberapa orang memperhatikan Anna dengan kasihan, Anna yang merasa malu ingin berhenti tapi tidak bisa.


Ia tidak bisa berhenti menangis, air matanya selalu saja menuruni pipinya tanpa henti.


Tiba-tiba saja datang seorang lelaki dengan tinggi sekitar 180 cm, kulit putih dan rambut ke coklatan. Matanya berwarna hitam, hidungnya mancung. Lelaki itu terlihat seperti blasteran Korea-Prancis.


" Are you okay? " tanyanya kepada Anna.


Anna tidak menjawab sama sekali, ia hanya terus menangis dengan menutupi wajahnya dengan tangannya itu.


Lalu Laki-laki itu memberikan sapu tangan hitam kepada Anna, Anna mengambil sapu tangan Lelaki itu dengan berkata " Thank you! "


Anna melihat sebuah tulisan di sapu tangan lelaki itu " Moon gi? " gumam Anna.


" That's my name " ucap Gi.


Mendengar nama itu, Anna sejenak berhenti menangis dan menatap lelaki tersebut " Are you Korean? "


Gi mengangguk-anggukan kepalanya, tapi nama itu seperti tidak asing bagi Anna. Kapan dan dimana ia pernah mendengar nama itu.


" Gi? Gi? Gi? " gumam Anna memikirkan nama itu.


" Oraemaniyeyo ( lama tidak berjumpa denganmu), Anna " sapa Gi membuat Anna tahu bahwa dia adalah Anak dari teman Ayah Anna.


"  jal jinae syeosseoyo? ( Baik-baik saja kan? ) " tanya Gi. " jal jinaeyo ( baik-baik saja) " jawab Anna dengan sumringah.


" Tapi kenapa kamu disini Gi? " tanya Anna penasaran.


" Aku sedang menjemput Ayahku disini. " Jawabnya


" Ayahmu? "


" Iya, tapi aku harus cepat-cepat karena aku hanya minta izin sebentar untuk keluar "


" Izin sebentar? "


" Iya aku harus sekolah "


" Kamu sekolah dimana? "


" Di Harvard University "


" Waah " kagum Anna dengan mata berbinar.


Gi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu sambil tertawa, Anna dari dulu memang selalu kagum kepada Gi karena kata Ayahnya Gi selalu mendapatkan juara 1 di sekolahnya.


" Aku mengambil Harvad Medical School " jawab Gi.


Dengan jawaban dari Gi, Anna kembali terkagum-kagum kepada Gi.


" Tapi sebentar, kenapa kamu menangis di tempat ramai seperti ini? " lanjut Gi.


" Aaaa, tidak ada apa-apa " ucap Anna berpura-pura.


" Are you seriously? "


" Yeah! "


Sejenak saja Anna ingin melupakan Lim dari pikirannya. Sebentar saja, walau hanya semenit Anna sangat menginginkan itu.


" Dad! " Sapa Gi kepada Ayahnya yang bernama Eun Gi.


" Gi! " sapa Eun kepada anaknya sendiri.


Eun Gi melihat Anna yang berada di samping Gi, " Hei, kamu Anna kan? " tanya Eun Gi kepada Anna.


" Iya paman, paman apa kabar? " tanya Anna sopan.


" Baik, kamu gimana dan ayah kamu gimana kabarnya? "


" Baik juga paman. "


" Ohiya, nanti Paman dan Gi akan ke Jepang untuk berbicara bersama dengan keluarga kamu. Tolong kamu beritahu Ayah dan Ibu kamu ya " ucapnya.


" Iya paman. "


" Kalau begitu Paman dan Gi pergi dulu ya. Kamu hati-hati disini " ujar Eun Gi cepat-cepat.


" Bye Ann, see you! " sapa Gi seraya pergi meninggalkan Anna.


Mereka telah meninggalkan Anna, Anna kembali sendirian di tengah keramaian. Namun terlihat sesaat wajah samar dari bilik dinding yang sedang memperhatikan kearah Anna.


Anna mengetahui wajah samar itu, dia adalah Lim. Mata mereka saling bertemu satu sama lain.


Anna ingin mendekati Lim, tapi kakinya tidak bisa bergerak. Seolah berkata untuk tidak kesana.


Lim perlahan mendekati Anna, Anna hanya menundukkan pandangannya tidak bisa melihat Lim.


Tapi Lim hanya melewati Anna begitu saja, ia tidak menyapa Anna lagi. Seakan-akan, Anna hanya orang yang singgah sementara di hidupnya dan menjadi orang asing.


Ini menyakitkan, bagi Anna.