
Anna selesai berganti pakaian dan wajahnya pun sudah seperti seorang putri sangat cantik.
Lim yang berjalan menuju aula terkejut melihat wajah Anna tidak seperti biasanya, pipi Lim memerah karena merasa Anna sangat cantik.
Tapi Lim hanya melihat Anna sesaat, setelah itu Anna pergi menuju ruang persiapan di belakang aula.
Lim mencari tempat duduk kosong di dalam aula, dan ia melihat salah satu tempat kosong di depan.
Lim duduk di kursi depan dan terkejut bahwa dia bersebelahan dengan Okumura.
" Kap! " kaget Okumura.
" Okumura! "
" Apa kabar, kapan kesini? Tidak mengabariku? "
" Kamu memang siapa aku harus menghubungimu setiap saat. "
" Tapi, aku senang kamu kembali kap. "
Lim tersenyum dan menepuk bahu Okumura " Sebaiknya kita menonton drama kelas 1-1 ini. "
20 menit kemudian.
Tirai dibuka, terlihat Anna dengan gaun panjang bak seorang putri.
" Cantiknya " kagum para siswa di aula.
" Anna menjadi pusat perhatian, kamu tidak takut kalah? " Ledek Okumura.
Lim terus memperhatikan penampilan Anna, terlihat wajah Anna yang sangat ketakutan dan seperti dipaksa.
Sampai akhirnya berada dipenampilan klimaks dari drama tersebut.
" Putri.....tollongg bantu aku...memakaaann apelll inniii... Apee...lll iniii hanya ter..sissaaa..saatuuu...daaan...akuuu buu..tuuuh..uaangg..un..tuuk.. memberi...makan.. anak-anakku. " kata seorang Nenek kepada Putri salju ( Anna )
Putri salju langsung memakan apel itu tanpa berpikir terlebih dahulu, hatinya sangat lembut karena tidak ingin melihat seorang Nenek kesusahan.
Tapi tidak lama kemudian, Putri Salju tiba-tiba terkapar ditanah tanpa sadarkan diri.
Bertahun-tahun lamanya Putri Salju tidak kunjung bangun, sampai akhirnya ada seorang pangeran yang datang untuk melijat Putri Salju.
" Sebentar lagi mereka akan berciuman. " bisik Okumura.
Mata Lim melebar, ia tiba-tiba saja berdiri dan keluar dari aula.
" Kamu tidak ingin melihat bagian klimaksnya tersebut bukan? " Gumam Okumura
Pangeran datang menghampiri Putri Salju " Oh putri, setelah sekian lama aku menunggumu. Mengapa kamu berbaring seperti ini? "
Seorang kurcaci datang menghampiri Pangeran " Tolong selamatkan putri. "
" Bagaimana cara aku menyelamatkannya? " tanya Pangeran.
" Kata penyihir itu dengan ciuman, cinta sejati akan membangunkannya dengan ciuman yang sangat tulus. " jelas kurcaci.
Pangeran melapangkan dada memperkuat tekadnya untuk mencium Putri agar Putri kembali terbangun.
Dan saat bibir Pangeran ingin mencium dahi Putri...
" Tunggu sebentar! " kata Lim tiba-tiba dengan pakaian seorang Pangeran mengikuti alur drama dari kelas 1-1.
Seluruh penonton terdiam dan berbisik " Kenapa ada Lim disini? "
Okumura menepuk dahinya merasa bodoh karena tadi tidak menahan Lim.
Pangeran terdiam karena melihat seseorang yang tidak diduga. Anna masih terdiam dengan mata terpejam, ia ingin cepat-cepat menyelesaikan drama ini.
" Aku lah pangeran sejati yang akan membangunkan putri. "
Ryuzaki yang sebagai Pangeran dalam drama tersebut mengerutkan dahi tidak mengerti.
" Apa maksudmu? Akulah pangeran sejatinya. "
" Lihat saja, dia akan terbangun saat aku menciumnya. "
Lim berjalan menghampiri Anna yang membaringkan tubuhnya dengan mata terpejam.
Drama ini tidak ada sama sekali dinaskah membuat seluruh pemain tidak mengerti.
Lim hanya tidak ingin Anna disentuh oleh siapapun selain dirinya, maka dari itu ia bernekat untuk melakukan hal seperti ini di depan semua orang.
Wajah Lim perlahan mendekati wajah Anna dan Lim mencium bibir Anna sangat lembut tanpa Anna sadari.
Seluruh penonton juga terdiam karena terkejut, Lim berani melakukan hal seperti itu.
Anna mengerutkan dahinya tidak mengerti, kenapa tiba-tiba Ryuzaki mencium bibirnya. Anna masih berpikir bahwa Ryuzaki yang mencium bibirnya.
Anna membuka matanya perlahan dan terlihat wajah Lim yang berada sangat dekat dengan wajahnya.
Bibir Anna dan bibir Lim bersentuhan.
Mata Anna melebar terkejut, ia mendorong tubuh Lim agar menjauhi dirinya.
Karena terlalu malu dan merasa terkejut, Anna berlari keluar dari aula. Sedangkan Lim hanya terdiam dengan pandangan tertunduk, ia tidak tahu harus menjelaskan apa kepada Anna.
Seorang narator berbicara agar tidak membuat drama menjadi rusak " CINTA SEJATI MEMBANGUNKAN PUTRI SALJU DAN PUTRI SALJU TERBANGUN SETELAH SEKIAM LAMA. SELESAI. "
Tirai ditutup, seluruh penonton terdiam sesaat dan bertepuk tangan meriah.
Akhir yang sangat mengejutkan bagi para penonton.
Lim ditarik keluar oleh Ryuzaki. " Apa maksudmu seperti itu? " Kesal Ryuzaki karena menghancurkan drama kelas mereka.
Lim tidak menjawab, ia hanya menutup rapat bibirnya. Tidak mungkin Lim menjawab bahwa ia tidak ingin Anna dicium oleh siapapun selain dirinya.
" Katakan Lim! " kesal Ketua Kelas.
" Maaf. " ucap Lim seraya keluar dari ruang persiapan.
Pandangan tertunduk, ia tidak tahu kenapa dia bisa melakukan hal seperti itu. Padahal Lim baru saja ketemu Anna. Dengannya melakukan hal seperti ini, sudah pasti Anna akan marah kepadanya.
Hinata berjalan menghampiri Lim dengan kedua tangan yang terlipat didada. " Jadi bagaimana rasanya mencium bibir Anna untuk pertama kalinya? " tanya Hinata tiba-tiba.
" Itu bukan urusanmu. " jawab Lim.
" Bukankah kamu senang? " tanya Hinata.
Lim terdiam. Hinata tersenyum sebelah karena dugaannya sangat benar.
" Tadi aku juga melihat wajah Anna yang memerah, sepertinya dia tersipu malu. " lanjut Hinata.
" Dimana dia? " tanya Lim penasaran.
Hinata menunjuk kearah perpustakaan " Dia sedang mengumpat di perpustakaan. "
Lim berlari menuju perpustakaan untuk mencari Anna, dan Lim berhasil menemukan Anna yang sedang duduk memeluk lutut di pojok dekat rak buku-buku.
" Anna. " Panggil Lim mendekati Anna.
Anna hanya terdiam, ia tidak menjawab sama sekali.
" Maaf soal tadi. " ucap Lim seraya duduk di samping Anna. Anna tidak menjauh sama sekali, ia membiarkan Lim untuk duduk di sampingnya.
" Apa naskah dramanya diganti kenapa jadi mencium bibir bukan dahi? Dan apa ada penambahan pemeran? " tanya Anna tidak mengerti.
" Tidak, aku yang ingin mencium bibirmu bukan dahimu. Dan aku yang tiba-tiba datang memasuki drama kelas kalian. " jawab Lim.
Anna mengigit bawah bibirnya, jadi ini adalah kemauan Lim sendiri.
" Maaf, aku tidak bisa menahan perasaanku sendiri. Aku tidak suka melihat kamu disentuh oleh orang lain. " jelas Lim.
" Tidak apa-apa. " Kata Anna membuat Lim terkejut karena mendengar perkataan yang tidak disangka olehnya.
Lim pikir bahwa Anna akan marah dan ingin menjauhinya, tapi saat ini tidak. Anna menerima alasan Lim.
Anna menerima alasan Lim karena hatinya pun berdetak sangat kencang, ketika Anna membuka mata saat berada dipentas tadi.
Anna ingin marah, jika dia adalah Ryuzaki. Tapi saat tahu orang yang menciumnya adalah Lim, hatinya berdegup kencang.
Ia malu sampai akhirnya ia berlari menjauh karena pipinya memerah.
" Kamu yakin tidak apa-apa? " Lim meyakinkan.
" Aku bilang tidak apa-apa bukan berarti baik-baik saja. Aku ingin kamu menjauh dariku. " Kata Anna dengan tatapan serius, ia tidak ingin perasaannya makin membesar karena Lim.
" An. Tidak bisa. "
" Apa kamu akan terus seperti ini? "
" Iya, aku tidak bisa menjauh dari kamu Anna. "
" Kenapa? "
" Aku menyukai kamu, apa itu bukan alasan yang cukup? "
" Aku sudah mempunyai tunangan. " ucap Anna seperti tamparan untuk Lim.
" Anna! " panggil Ryuzaki di dalam perpustakaan.
Tapi Lim yang terbawa emosi menarik lengan Anna sampai terjatuh dan membiarkan tubuh Anna berada di bawah tubuhnya, sedangkan tubuh Lim berada di atas tubuh Anna.
" Hei, apa maksud kamu!! " kesal Anna.
Lim menutup mulut Anna rapat dengan dasinya agar Ryuzaki tidak tahu mereka berada dimana.
Setelah beberapa menit kemudian, Ryuzaki sudah tidak ada lagi. Dan Lim tidak melepaskan dasinya dimulut Anna.
" Aku tidak akan membiarkan kamu berbicara yang membuat hatiku terluka lagi! " seru Lim.
" Aku tidak perduli kamu mempunyai tunangan atau tidak, tapi intinya aku menyukaimu dan aku tidak mengizinkan siapapun menjadi milik kamu. "
" Kamu tahu, alasan aku balik ke Jepang karena siapa? Karena kamu, aku tidak akan menjawab telepon dari Ayahku lagi karena kamu. Kamu yang membuat aku menjadi bodoh, aku harus bagaimana An? "
" Melepaskan kamu? Aku tidak bisa. "
Anna merintikan air matanya, sikap Lim sudah berubah. Lim yang saat ini selalu memaksa kehendak Anna.
" Anna? Kamu menangis? " Tanya Lim khawatir.
Ia melepaskan dasi dari mulut Anna, Anna tetap menangis membuat Lim khawatir dan merasa tidak nyaman.
" Bukannya kamu pernah bilang, tidak akan menyakiti perasaanku? Dan kamu lebih mementingkan perasaanku dibandingkan perasaan kamu sendiri? Tapi lihat sekarang kamu memaksaku. " ucap Anna dengan tangisan.
Lim mengerutkan dahinya " Kamu mendengar pembicaraanku dengan Hinata? "
" Awalnya aku mengira kamu berbicara seperti itu hanya candaan, tapi seiring waktu kamu selalu berkata bahwa kamu menyukaiku. Aku juga tidak bisa mengartikannya, tapi lihat kamu sekarang. Memaksa aku, membuat hatiku terluka dengan sikap kamu yang agresif. " jelas Anna.
Lim berdiri dengan tampang yang sangat bodoh, sekian lama sudah tidak bertemu dan hal yang pertama Lim lakukan adalah menyakiti Anna.
" Maafkan aku An. " Ucap Lim dengan nada rendah.
Anna berdiri tegak kembali dan menghapus air matanya " Kalau kamu ingin aku maafkan, tolong menjauhlah dariku. " pinta Anna seraya berjalan meninggalkan Lim.
••
Selama berhari-hari Lim kembali tidak masuk sekolah, ia juga tidak mengikuti acara Festival Budaya.
Dan sekarang adalah hari terakhir Festival Budaya, Anna menjadi seorang maid atau pelayan lucu yang melayani seseorang.
Beberapa siswi di kelasnya juga menjadi seorang maid dan mereka sudah banyak terpilih oleh berbagai siswa.
Anna tidak ingin ada yang memilihnya, karena itu merepotkan dirinya sendiri.
Sampai ketenangan Anna hilang karena ada seseorang yang memilihnya, dia adalah Lim.
" Selamat datang tu.. " ucap Anna terhenti karena melihat Lim dengan Okumura.
" Hai pelayanku. " sapa Okumura.
Anna membawa masuk ke dalam kelas dan memilih tempat duduk untuk Lim serta Okumura.
Anna juga memberikan menu kepada Lim " Silahkan menunya dipilih. "
Lim mendekatkan wajahnya kearah wajah Anna " Menu apa yang paling enak disini? "
" Apa aku boleh mencicipi kamu saja sepertinya enak. " goda Okumura kepada Anna.
Lim mendorong wajah Okumura agar menjauh dari Anna.
" Anna, maafkan aku. " bisik Lim.
" Kalau begitu, kalian berdua pesan Ice coffe caramel. " kata Anna pura-pura tidak mendengar.
" Kamu dicampakkan " ledek Okumura dengan nada tinggi membuat seluruh siswa-siswi di dalam kelas tersebut menoleh kearahnya.
Tidak butuh 10 menit, Anna sudah membawa Ice coffe caramel di depan meja Okumura dan Lim.
Tapi Lim tiba-tiba menumpahkan coffe tersebut ke bajunya.
" Hei, kamu tidak ingin bersihkan? Kamu pelayanku kan. " sinis Lim kepada Anna.
" Kalau begitu, ikut aku. " Ajak Anna membawa Lim di depan sebuah wastafel dekat Lapangan Basket.
" Lepaskan baju kamu. " pinta Anna.
" Lepaskan? Tidak boleh. "
" Bagaimana aku membersihkannya? "
" Cari cara lain. "
Anna mendesis kesal, ia mengambil sapu tangannya yang berada di sakunya.
" Lap saja menggunakan ini. " Anna memberikan sapu tangannya.
" Kamu yang lap. "
" Hah! " Tegas Anna.
" Atau kamu mau nilai pelayanan kamu C? " Ancam Lim.
Anna tidak punya pilihan lain, ia harus mendapatkan nilai A. Dengan terpaksa, Anna mengelap coffe di baju Lim.
" Kamu senggaja kan? " tanya Anna.
Lim hanya memperhatikan wajah Anna, dan tanpa sadar Lim mengelus kepala Anna sambil berkata " Maafkan aku, tolong jangan menjauh dariku. "
" Aku tidak bisa menghapus sisa-sisa noda dari coffe, apa kamu tidak membawa pakaian lain? " Anna mengalihkan pembicaraan lagi.
" Aku tidak membawa. "
" Aku lupa, dulu aku meminjam pakaian olahraga kamu kan. Aku bawa pakaian olahraga kamu, jadi pakai itu saja. "
" Kalau begitu, dimana. "
Anna berjalan menuju ruang UKS bersama dengan Lim, ia menaruh tasnya disana agar tidak terlalu ribet atau risih saat pulang.
Anna membuka tasnya dan memberikan baju olahraga tersebut kepada Lim.
Lim mengambilnya, tanpa pikir panjang ia membuka bajunya di hadapan Anna.
" Apa yang kamu lakukan? Kamu bodoh? " Tanya Anna tersipu malu.
" Terus aku harus berganti dimana? Kalau aku berganti di Toilet, kamu akan kabur dari pandanganku. Aku tidak ingin. "
Selesai berganti baju, Anna dengan pandangan tertunduk bertanya kepada Lim secara terang-terangan. " Kenapa kamu tidak masuk saat aku berbicara terakhir kali? Apa kamu terluka dengan ucapanku? "
" Tentu saja aku terluka, siapa yang tidak terluka dengan perkataan dingin kamu. "
" Aku minta maaf, tapi aku tidak ingin membuatmu terluka lagi. Jadi tolong menjauhlah dariku. "
Lim mendekatkan wajahnya kearah wajah Anna " Kamu sudah terlanjur membuatku terluka. "
" Aku minta maaf. "
" Tidak! Seharusnya aku yang minta maaf. "
Suara pintu UKS terbuka.
Terlihat nafas Okumura yang terengah-engah. " Cepat ke aula, pemilihan pasangan drama terbaik kalian berada dalam nominasi! " Seru Okumura.
Anna dan Lim mengerutkan dahinya.
" Kenapa bisa? " Tanya Lim tidak mengerti.
" Karena sebagian dari siswa-siswi menyukai adegan kalian. Jadi nama kalian ada dalam nominasi. " Jawab Okumura.
Anna tidak ingin kesana, banyak orang dan Anna tidak menyukainya.
Tapi Lim menarik lengan Anna seakan-akan berkata bahwa Anna akan baik-baik saja karena Lim ada disampingnya.
Sampai di dalam Aula.
Seluruh siswa-siswi sudah berbaris rapij untuk mendengar siapa pasangan terbaik dari pementasan drama tersebut.
Ketua Osis berkata " Putri salju, Pangeran Lim dan Anna. "
Teriak seluruh siswa-siswi bahagia karena pasangan mereka sangat cocok serta hebat.
Lim dan Anna diminta oleh Ketua Osis untuk maju ke atas Aula.
Anna menolak, ia tidak ingin.
Namun, seluruh siswa-siswi mendorong mereka untuk maju ke atas Aula.
Mata Anna berkaca-kaca, seluruh penoton melihat kearahnya. Ini seperti masa lalunya kembali.
Anna tidak bisa, Anna tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Tiba-tiba saat pemberian hadiah kepada Lim dan Anna, Ryuzaki menaiki panggung aula.
Ia tiba-tiba memeluk Anna dan berkata " Kamu baik-baik saja, tidak apa-apa. Mari kita turun. "