Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Lim



2 tahun kemudian..


Anna yang telah memasuki University of Tokyo, dimana universitas yang menjadi impian para pelajar Jepang. Dan Anna beruntung dapat memasuki universitas tersebut dengan jurusan Sastra Jepang.


Ia sudah memasuki kuliah sekitar 1 tahun, dan sisa waktunya adalah 3 tahun. Apa-pun yang terjadi, Anna akan menghabiskan waktunya untuk belajar dan mencapai impian.


" Hai Anna " sapa wanita cantik dari belakang Anna yang bernama Kirei Mo.


Kirei adalah salah satu teman wanita Anna setelah sekian lama Anna tidak memiliki teman wanita.


" Hai Kirei " jawab Anna dengan senyuman lebar sesaat baru saja keluar dari apato (apartemen/kost)


Anna saat ini tinggal di apato dekat University Of Tokyo, karena jarak rumahnya untuk ke kampus lumayan jauh. Dan lagi Ayah dan Ibu-nya pergi ke Korea untuk bisnis lagi selama 2 tahun, sehingga ia lebih baik untuk tinggal di apato saja.


" Kamu mau ke kampus? " tanya Kirei.


" Iya, ada hal yang harus aku lakukan disana " jawab Anna.


" Kamu memang tidak ingin menonton pertandingan basket hari ini? Katanya hari ini tim jepang akan melawan salah satu club dari New York. "


" Tidak, aku tidak tertarik. "


Kirei mendesah kesal karena tidak mempunyai teman untuk pergi kesana. Anna yang melihat wajah Kirei dengan kecewa langsung bertanya karena tidak nyaman menolak tawaran dari Kirei.


" Jam berapa? "


Kirei yang langsung saja menjadi antusias menjawab dengan nada tinggi " 5 SORE "


" Kalau aku masih ada waktu, aku akan kesana dan kita bertemu saja di Stadion " ujar Anna.


Kirei mengacungkan jempol tanda sejutu.


" Tapi stadionnya dimana ya? " tanya Anna lagi.


" Yoyogi National Gymnasium " jawab Kirei.


Mendengar nama stadion tersebut, Anna kembali teringat bahwa stadion itu adalah stadion Final pertama kali Anna menjadi seorang manajer di Tim Seido.


Anna rindu saat-saat itu.


" Kalau begitu aku akan kesana setelah selesai urusanku " ucap Anna seraya melambaikan tangan dan pergi menuju University of Tokyo Library.


••


Setelah sekitar 3 jam Anna berada di perpustakaan untuk membaca buku tentang Sejarah Jepang.


Mata-nya sudah lelah untuk terus-menerus membaca, sampai akhirnya ia menutup buku itu dan menaruhnya kembali di rak-rak buku.


Anna melihat jam tangan pukul 4:20 p.m, ia segera berjalan menuju Yoyogi National Gymnasium.


Sesampai disana pukul 4:55, banyak sekali penoton yang melihat pertandingan.


Ia mencari-cari Kirei tapi sama sekali tidak bertemu.


" Hei, katanya ada pemain yang dari Amerika itu sangat tampan bukan? " bisik seorang perempuan berbaju SMA.


Tring-Tring-Tring


Anna mendapat sebuah telepon dari Kirei, ia pun segera mengangkat telepon itu.


" Hei, kamu dimana? "


" Aku di-depan stadion cepat! " tegas Kirei membuat Anna segera berjalan terburu-buru mencari Kirei sampai akhirnya bertemu dan menutup panggilan itu.


" Kamu sudah membeli tiketnya? " Tanya Anna.


Kirei pun memberikan dua tiket masuk kedalam stadion itu, satu untuk dirinya dan satu untuk Anna.


Anna membaca tulisan yang berada di tiket itu yang tertulis " Match Tim New York Knicks vs Japan. "


Sesaat Anna membaca tulisan yang berada di tiket, membuat Anna terkejut dan menjatuhkan tiketnya tanpa di sadari.


Kirei segera mengambil tiket Anna yang terjatuh " Hei! Kamu kenapa membuangnya? " tanya Kirei aneh.


Tidak mungkin, tidak mungkin. Bagaimana ini?. Pikir Anna ketakutan.


" Hei Anna! " Seru Kirei membuat Anna kembali tersadar.


" Ah maaf, aku melamun "


" Kalau begitu masuk! "


Kirei dan Anna pun memasuki stadion, seluruh tribun sudah di penuhi oleh para penonton dan pendukung.


Belum saja Kirei dan Anna mendapatkan tempat duduk, bel sudah berbunyi tanda game akan segera di mulai.


" Yah sudah mulai " keluh Kirei.


Kedua Tim memasuki lapangan, dan sesaat kemudian terlihat wajah yang sangat familiar di mata Anna.


Dia adalah Lim.


Setelah 2 tahun, wajahnya terlihat berbeda. Tingginya pun berbeda, kulitnya semakin kecoklatan.


Tapi tetap saja dia terlihat tampan dan baik-baik saja.


" Hei Anna, kita duduk disana " perintah Kirei sambil menarik lengan Anna membawanya ke tribun paling kiri, dan jaraknya lumayan jauh dari lapangan.


Mata Anna tidak berpaling dari Lim. Ia terus memperhatikan Lim dengan hati yang merindukannya.


Anna bersyukur bahwa Lim baik-baik saja, dan terlihat dari wajahnya bahwa dia bahagia dengan apa yang dia lakukan sekarang.


Mungkin, kalau waktu itu Anna meminta Lim untuk tetap disampingnya. Wajahnya tidak akan seperti sekarang.


Tapi hanya dengan melihat wajah Lim, Anna kembali merindukannya.


" Aku kira, aku tidak akan merindukan nya lagi. Tidak akan mencintai nya lagi. 2 tahun berlalu, dan kini dia berada di depanku meskipun jarak jauh. Tapi, kenapa? Hatiku terasa masih sangat sakit dan selalu bergetar saat melihatnya? " Gumam Anna.


" Kamu baik baik saja Lim, aku bersyukur. "