Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Episode spesial 19



Pelatihan Musim Panas: Dimulai.


Layaknya pelatihan kemarin, pelatihan ini lebih membuat para anggota Tim Seido merasa sangat lelah dan tidak sanggup.


Mereka harus bermain polisi-pencuri selama 2 jam di atas gunung sambil berlari-lari.


Setelah itu, melakukan latihan kekuatan otot dalam lapangan.


Kemudian, mereka akan bermain game selama 1 jam.


Dan di Malam hari, mereka akan kembali berlari mengelilingi lapangan 100 putaran.


Itulah list pelatihan dalam 1 Minggu seterusnya.


Baru saja 3 hari sejak pelatihan dimulai, seluruh anggota sudah mengeluh dan ingin cepat pelatihan ini selesai.


Alasan dalam pelatihan kali ini adalah suhu yang sangat panas membuat mereka tidak kuat untuk berlari.


Untuk Hirahata dan Yuki saja ini sangat berat, karena saat seleksi Tim Japan. Mereka hanya diperintahkan untuk berlari bleep-test, teknik dalam basket, dan game three on three.


Apalagi Hirahata dan Yuki harus melakukan pelajaran tambahan selama 3 hari karena tidak mengikuti ujian akhir semester.


July, 11


Pelatihan Musim Panas : Berakhir.


Seluruh anggota sudah terkapar di atas lapangan basket.


Nafas mereka sudah terengah-engah, seluruh badan sangat lemas.


" Selamat kalian sudah menyelesaikan pelatihan kali ini. " ucap terimakasih Coach.


" Selanjutnya, istirahat selama 2 hari dan setelah itu kita akan bertemu saat pertandingan nanti di gymnasium metropolitan Tokyo. " jelas Coach seraya keluar dari Lapangan Basket.


Seluruh Tim Seido bersorak bahagia karena Inter-High sebentar lagi.


Mereka kembali semangat untuk menyiapkan segalanya, dimulai dari banner, baju dan lain-lainnya.


" Semua sudah aku siapkan " kata Kaori.


" Kaori cantik, terimakasih " goda Hideyoshi mendekati Kaori.


Tapi Kaori mendorong wajah Hideyoshi agar menjauh darinya.


" Intinya semangat untuk kalian. "


Wajah seluruh anggota Tim Seido memerah kecuali Lim. Ia hanya duduk dengan memikirkan hal tidak berguna.


Seperti " Anna sedang apa. "


" Apa dia sedang tidur. "


" Sudah lama tidak berbicara dengan Anna "


Okumura menepuk bahu Lim membuat lamunannya buyar.


" Sedang memimirkan apa? " tanya Okumura.


" Itu bukan urusanmu " jawab Lim.


" Anna ya? " tebak Okumura.


Lim terdiam, ia tidak bisa bohong di hadapan Okumura.


" Iya, kemarin aku bertemu dengannya. Dia seperti sedang mencari sesuatu di lapangan basket. " Lanjut Okumura membuat Lim penasaran.


" Kapan? "


" Kayanya kemarin malam deh. "


" Kalau begitu, aku akan menginap sehari disini. "


" Kamu serius? "


Lim menganggukkan kepalanya serius bahwa apapun itu, ia akan bertemu dengan Anna.


8:00 p.m


Seluruh anggota sudah kembali pulang ke rumahnya masing-masing karena selama 1 Minggu ini mereka menginap di Sekolah untuk pelatihan.


Sedangkan Lim, masih berada di dalam lapangan basket yang gelap.


Ia hanya tinggal membawa barang-barangnya saja untuk pulang, tapi Lim ingin bertemu dengan Anna walaupun hanya sebentar.


2 hari lagi Inter-High, Lim harus bertemu.


Saat Inter-High, Lim tidak ada waktu untuk bertemu dengan Anna.


Dan setelah Inter-High, Lim harus kembali ke U.S


Sampai waktunya tiba lagi, ia baru bisa bertemu dengan Anna.


Lim hanya takut setelah sekian lama tidak bertemu, Anna akan melupakannya.


" Sial, belum saja aku ke U.S pikiranku sudah kacau balau. " gumam Lim.


Tek-


Suara lampu menyala, Lim yang sedang duduk sambil mendribble bola terkejut.


" Siapa yang menyalakan lampu, Anna atau Security. " Pikir Lim


Dari depan pintu lapangan basket, terlihat seorang perempuan dengan rambut yang diikat berdiri di depan pintu.


Matanya seperti sedang mencari sesuatu dan matanya terhenti saat melihat Lim yang duduk menatapnya.


Perempuan itu Anna.


Lim tersenyum kecil, ia tidak salah menunggu.


Lim beranjak dari kursi seraya berjalan menghampiri Anna dengan bola basket yang masih dipantulkan olehnya.



Anna menatap wajah Lim, ia binggung mengapa ada seseorang disini.


" Hei, kenapa kemari? " tanya Lim dengan pantulan bolanya.


Anna yang ragu untuk berbicara hanya terdiam.


" Kamu tidak ingin menjawab? " paksa Lim.


Tetap saja Anna tidak berbicara. Lim melangkahkan kakinya perlahan mendekati Anna, wajahnya semakin ia dekatkan dengan wajah Anna.


Anna hanya memundurkan langkah kakinya kebelakang merasa sangat takut. " Kamu ingin terus aku seperti ini sampai kamu jawab? " Ancam Lim.


Anna memberhentikan langkah kakinya dan Lim juga memberhentikan langkah kakinya karena ia hampir saja ingin jatuh di hadapan Anna.


" Jangan seperti ini. " pinta Anna.


Lim memberhentikan pantulan bolanya dan membiarkan bola tersebut menggelinding.


" Apa maksud kamu? " tanya Lim tidak mengerti.


" Aku bilang, tolong jangan seperti ini. Menjauh dariku! "


Lim yang semakin penasaran dengan sikap Anna melangkahkan kakinya kembali, dan Anna memundurkan langkah kakinya sampai Anna tidak bisa berjalan kembali karena sudah tidak bisa.


Ia tertahan oleh dinding yang berada di belakangnya.


" Katakan padaku alasannya! " seru Lim dengan tangan kanan yang menempel di dinding yang membuat Anna tidak bisa kabur dari pandangan Lim.


" Kamu perlu alasan? " tanya Anna.


Lim mengangkat kedua alisnya, ia butuh penjelasan lebih detail dari Anna.


" Karena kamu orang yang paling ingin aku jauhi. " ucap Anna membuat Lim tercengang.


" Kenapa? "


Anna menyeringai kesal " Karena kamu terkenal, kamu tampan, kamu bisa mendapatkan segalanya, kamu bisa mengubah pandangan orang lain. Dan kamu juga bisa membuat orang lain tersiksa. " Ujar Anna dengan mata berkaca-kaca.


" Tersiksa? Apa maksud kamu? "


" Aku tersiksa sama kamu, kamu tidak tahu? Aku tanya, apa selama ini aku minta kamu selalu dekat aku? Tidak bukan? Kamu yang selalu berada dekat denganku, aku selalu minta kamu untuk menjauh bukan?! " jelas Anna.


Sudut mata Lim berkerut mendengar selama ini Anna tidak pernah nyaman dengan Lim.


Tapi nyatanya, Anna hanya takut memiliki perasaan.


Ia hanya takut perasaan lamanya kembali. Itu hanya membuat Anna kembali tersiksa.


" Jadi.. " ucap Lim sepotong seraya menurunkan tangannya kembali.


" Kamu, ingin aku menjauh? " lanjut Lim.


" Iya. " ragu Anna.


Lim membalikkan badannya membiarkan Anna untuk pergi. Jika Lim melihat Anna kembali, ia hanya akan menahan Anna.


Perasaannya tidak bisa ia kendalikan. Tapi Lim masih ingin dengan Anna meskipun Anna melukai hatinya berkali-kali.


Lim mengepalkan tangannya merasa kesal karena memiliki perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


••


8:00 a.m


Pertandingan Penyisihan Inter-High.


Seluruh Tim Seido berkumpul di Sekolah dengan pakaian kaos untuk pembukaan Inter-High.


" Ohayo. " sapa Lim sambil menguap.


" Ohayo " ucap anggota Tim Seido bersamaan.


Anggota tim yang tidak terpilih pun akan ikut untuk menonton Inter-High dan mereka akan menyemangati Tim untuk bertanding.


Apalagi ini adalah pertandingan pertama Tim Seido.


Ketika seluruh anggota sudah datang, mereka pun segera berangkat menuju Gymnasium Metropolitan Tokyo yang berada di Sendagaya, Kota Shibuya.


Hanya butuh 30 menit untuk sampai disana, dan pembukaan Inter-High akan dimulai pukul 9:00 a.m.


Seluruh Tim Basket dari SMA Jepang sudah berkumpul karena akan melakukan pembukaan Inter-High disini, dan ketika salah satu menjadi perwakilan dari prefektur mereka masing-masing.


Mereka akan kembali kesini untuk bertanding memperebutkan Juara Nasional.


" WOAH " kagum Okumura melihat banyak pemain hebat berada disini.


Tapi yang menjadi sorotan kali ini adalah SMA Seido, karena tahun kemarin SMA Seido menjuarai Inter-High.


" Itu Seido. "


" Iya, dia Hirahata. "


" Itu Yuki. "


" Wah bahkan Okumura pun masuk SMA Seido. " bisik dari para pemain lainnya.


Tim Seido hanya diam tidak perduli dengan bisikan mereka, mereka hanya memasuki gymnasium untuk bersiap-siap pembukaan.


Tapi sorotan SMA Seido pudar karena SMA Okawa datang tepat setelah SMA Seido.


Hirahata tersenyum " Kenapa bisa bersamaan seperti ini? " Gumam Hirahata.


Seluruh pemain SMA Okawa terlihat lebih hebat dari sebelumnya.


" 5 pemain tim inti mereka diundang untuk melakukan seleksi Tim Jepang. "


" Mereka sangat hebat. " bisik lagi para pemain basket lainnya.


" Kazuya-senpai. " panggil seorang perempuan yang terlihat masih sangat muda dan sekitar usia 15 tahun.


Ia mendekati Kazuya dan memberikan minuman serta makanan bekal kepada Kazuya.


Ketika Kazuya ingin menerima, Kagami langsung mengambil makanan serta minuman itu dengan cepat sambil berkata " Terimakasih, doakan kita "


" Sudah masuk! " Perintah Nori selaku kapten dari Tim Okawa.


Mereka pun berjalan kembali seperti layaknya seorang raja.


Dan di sebrang Tim Seido yang berdiri menatap Tim Okawa dengan tatapan sinis.


Mata Lim bahkan tidak bisa berhenti untuk melihat sikap Kazuya.


Kazuya mendekati Lim perlahan dan berbisik tepat ditelinga Lim " Apa kabarmu dengan Anna? "


Lim menyeringai kesal, ia juga berbisik tepat ditelinga Kazuya " Apa Anna akan menyukai kamu saat kamu menerima bekal dari seorang perempuan lain? "


Kazuya memundurkan langkah kakinya, ia menatap tajam kearah Lim. Lim yang tidak ingin kalah, membalas tatapan lebih tajam daripada Kazuya.


Okumura yang melihat hanya mendorong Lim agar tidak bertengkar saat ingin bertanding.


Akira juga hanya menarik kerah baju Kazuya untuk tidak mencari masalah.


" Sampai bertemu di Final. " Kata Lim kepada Akira.


Pembukaan Inter-High dimulai.


Dimulai dari panitia acara yang melakukan sapa menyapa, lalu janji atlet dan banyak hal.


Terakhir adalah pemberian bendera prefektur yang menjuarai Inter-High kemarin.


" SELAMAT BERTANDING, SPORTIFITAS DIUTAMAKAN DAN SELAMAT BERSENANG-SENANG. " Pungkas dari panitia.


Seluruh SMA kembali berjalan menuju keluar Gymnasium, karena ada beberapa SMA dari luar prefektur Tokyo yang harus melakukan pertandingan di prefekturnya masing-masing.


Sedangkan untuk SMA yang berada di Tokyo, akan bermain di Gymnasium Metropolitan Tokyo.


Pertandingan pertama akan dimulai pukul 1:00 p.m dan Tim Seido akan bermain pukul 3:00 p.m.


Dan Tim Seido masih memiliki waktu sekitar 3 jam lagi untuk bermain.


Tapi seluruh anggota Tim Seido sudah sangat gugup, bahkan Hideyoshi sampai muntah karena merasa gugup.


Okumura bolak-balik kamar mandi tidak tenang, hanya ada beberapa yang dapat tenang seperti Hirahata, Yuki, Lim dan Sawamura.


" Anak kelas dua ternyata payah juga " ledek Lim membuat Hideyoshi yang muntah-muntah karena gugup menatap Lim tajam.


Lim menoleh kearah Sawamura yang terlihat tenang dengan mata terpejam dan headphone yang berada ditelinganya.


" Sawamura " panggil Lim.


" Sawamura! " panggil Lim lagi.


Lim menepuk pundak Sawamura " Hei, Sawamura! "


Sawamura terbangun dan melepaskan headphone nya " Kamu baik-baik saja? " tanya Lim.


Sawamura mengangguk-anggukan kepalanya. " Kamu dari dulu tidak pernah banyak berbicara, kenapa? " Lim penasaran.


" Tidak, aku hanya belum terbiasa. " jawab Sawamura cuek.


Lim hanya mengangkat salah satu alisnya, dan kembali membantu Okumura yang merasa perutnya tidak enak ke kamar mandi.


2:30 p.m


Tim Seido melakukan pemanasan di luar Gymnasium.


Okumura, Hideyoshi dan Hadji sudah kembali seperti semula.


Lim menolehkan kepalanya melihat pemain lawan yang katanya tinggi 190 cm itu.


" Wah benar, hitam pekat. " ucap Lim


Hirahata menyikut perut Lim dengan tangannya " Diam! "


Lim menutup rapat mulutnya karena dia ingin sekali tahu tentang Koko dari dekat.


30 menit selesai pemanasan.


Pertandingan antara Tim Seido vs Tim Gaga dimulai.


Seluruh anggota memasuki lapangan basket, tepuk tangan dari para penonton.


Dan line up dalam pertandingan Tim Seido adalah : Hirahata, Yuki, Kazuma, Hideyoshi dan Lim.


Line up dalam pertandingan Tim Gaga adalah : Koko, Joe, Oki, Raiden dan Tomo


Lim sumringah bahagia karena dia dimainkan pertama, sejak pelatihan kemarin dia tidak pernah bermain melawan SMA lain bersama timnya.


" Sudah kita harus berbaris " ucap Yuki menepuk punggung Lim.


Seluruh Tim berbaris saling berhadapan dan para tim saling menundukkan kepalanya tanda hormat kepada para pemain lainnya.


Peluit berbunyi permainan akan segera dimulai.


Kedua pemain mengambil salah satu pemain tertingginya untuk melakukan jump ball, dari tim Gaga adalah Koko dan tim Seido adalah Kazuma.


Posisi dari masing-masing pemain dari Tim Seido adalah :


Lim : Point guard


Hirahata : Shooting guard


Yuki : Power forward


Kazuma : Center


Hideyoshi : Small forward.


Posisi dari Tim Gaga adalah :


Koko : Center


Joe : Point guard


Oki : Shooting guard


Raiden : Power forward


Tomo : Small forward.


Kedua pemain sudah siap dalam posisi mengambil bola dalam lingkaran sedangkan pemain lainnya berada di luar lingkaran.


Wasit membunyikan peluit dan melemparkan bola ke atas, Kazuma dan Koko menunggu titik paling tertinggi baru mereka akan menangkis bola tersebut.


Dan yang menangkis bola pertama adalah Koko, lompatan yang tinggi membuat Kazuma berada sangat di bawahnya.


" Defense " teriak Lim karena mengetahui mereka akan bermain cepat.


Koko memberikan tangkisan bolanya tersebut kepada Joe dan pemain Tim Seido berlari ke belakang untuk melakukan defense cepat.


Joe memantulkan bola, ia mempassing bola tersebut kearah Oki. Dan saat Oki ingin melakukan three points, Hirahata dengan cepat menahan Oki sgar tidak melakukan shooting three-points.


Tapi Hirahata salah, Oki melempar seperti three-points namun membaginya kepada Koko.


Koko menangkap bola tersebut dan melompat tepat di depan tubuh Kazuma untuk memasukan bola tersebut.


Tim Gaga mendapatkan point pertama. Point pertama adalah point paling krusial karena bisa membangkitkan semangat dari Tim.


Sedangkan untuk lawan, mental mereka akan terlebih dahulu terganggu.


Tidak dengan Lim, mentalnya tidak terganggu sama sekali.


Kazuma mempassing bola tersebut dari belakang ring kepada Lim.


Mereka berlari perlahan, karena Lim tidak ingin mereka kelelahan dalam quarter pertama.


" Maaf, saya kelolosan " katanya sambil berlari di samping Lim.


" Kazuma-senpai, tidak apa-apa. Selanjutnya bisa. " ucap Lim menenangkan.


Lim mendribble bola tersebut sampai di depan garis three points, Lim meminta para pemain selain center untuk keluar dari lingkaran inside.


Lim mempassing kearah Yuki, Yuki mempassing balik kearah Lim, Lim mempassing kearah Hirahata. Hirahata kembali mempassing kearah Lim.


Dan Lim melakukan fake terhadap Joe dengan kecepatannya, lalu pemain lainnya sadar Lim mempassing kepada Kazuma.


Kazuma mendapatkan bola dan membalas dengan mendapatkan point.


Skor menjadi : 2-2.


Pemain Seido kembali melakukan defense, Kazuma berbisik " Terimakasih. "


" Sudah puas, balas dendamnya? " tanya Lim.


Kazuma mengangkat jempolnya " Nice passing. "


Lim tersenyum bahagia, ia ingin selalu membantu timnya untuk menjadi juara apapun itu akan dia lakukan.


Quarter pertama sangat menyulitkan bagi kedua tim, karena skor akhir adalah 15-15.


Dan saat quarter kedua, Tim Seido dapat menahan semua offense dari lawan.


Karena Lim mengetahui titik kelemahan dari lawan yaitu tidak akan melakukan shooting.


Maka dari itu, Kazuma benar-benar tidak melepaskan Koko sama sekali.


Quarter kedua berakhir sangat cepat dengan skor 40-20.


Di quarter ketiga, seluruh pemain Tim Gaga sudah menyerah dalam pertandingan ini kecuali Koko yang masih semangat untuk membalikkan keadaan.


Lim berbisik tepat ditelinga Joe " Kamu tidak berhak bermain basket jika gampang menyerah. "


Joe menatap sinis kearah Lim " Kamu kira tidak sulit? Ini sulit karena keterpaksaan! "


" Wah, kamu memberitahu lawanmu sesuatu yang penting. "


" Tapi ingat, Tim Seido siapapun lawannya ia akan bermain serius. " Lanjut Lim dan melakukan fake kembali kepada Joe.


Karena perasaannya terlalu kesal, Lim melakukan dunk yang membuat seluruh penonton dan pemain SMA Gaga terdiam.


" Anak bodoh itu! " keluh Coach karena seharusnya Lim tidak melakukan dunk dalam pertandingan ini.


Okumura hanya tertawa karena memang begitulah Lim.


Quarter ketiga berakhir dengan skor 75-25.


Dan dalam quarter keempat, seluruh pemain inti diganti oleh pemain yang sama sekali belum bermain.


Yaitu Okumura, Sawamura, Hadji, Kuraha dan Ken.


Posisi Tim Seido.


Hadji: Point Guard


Okumura: Shooting guard


Sawamura : Power forward


Kuraha : Center


Ken : Small forward.


Di quarter keempat ini, Tim Gaga sudah benar-benar putus asa.


Karena mereka sama sekali sudah tidak berniat untuk mencetak gol lagi, tapi Koko berteriak " TETAP SEMANGAT, WAKTU BELUM HABIS "


Seluruh pemain Gaga kembali bersemangat, dan kembali seperti quarter pertama.


Tapi Tim Seido tidak membiarkan itu terjadi, dengan cepat Okumura mensteal bola lawan dan melakukan three-points.


Setelah itu, Kurama yang melakukan shooting dengan keras. Meskipun mereka hanya sebagai cadangan, tapi kemampuan mereka tidak kalah jauh dari tim inti.


Di detik-detik terakhir, Sawamura melakukan dunk yang sama dengan Lim.


Seluruh penonton kembali terdiam, mereka tidak tahu harus bagaimana. Karena pemain Tim Seido kali ini sangat hebat.


" Kalian berdua kenapa sih! " kesal Coach.


Lim tersenyum sebelah, Sawamura adalah orang yang paling iri dengan keberhasilan seseorang.


Seperti pertama masuk, saat Lim memasuki ring dengan dunk. Sawamura juga mengikuti Lim dengan dunk yang sama.


Peluit berbunyi, pertandingan berakhir.


Skor akhir adalah 105-35.


" Terimakasih " ucap bersamaan para pemain.


Seluruh pemain keluar dari lapangan karena masih banyak tim lain yang harus bertanding.


Dan jika kalian kalah dalam pertandingan pertam, selanjutnya kalian tidak akan bisa bermain.


Tim Gaga menangis karena untuk pertama kalinya mereka kalah.


Lim mendekati Joe dan berbisik " Apa kataku, kamu tidak seharusnya menyerah. "


Joe mengigit bawah bibirnya dan kembali menangis.


Lim menepuk punggung Joe sambil berkata " Good game "


Lim berjalan kembali keluar dari Gymnasium Metropolitan Tokyo bersama dengan Tim Seido lainnya.


" Bagaimana pertandinganmu? " tanya Akira dari belakang Lim.


Lim memberhentikan langkah kakinya. " Bagus, kamu akan bermain kapan? "


" Bagaimana tidak, kamu melakukan dunk yang membuat seluruj penonton terdiam. Kami akan bermain nanti jam 5. "


" Oke semangat untuk kamu. "


" Ternyata kamu sudah semakin hebat. "


" Kamu juga. "


" Kalo begitu sampai bertemu di Final " ucap Lim dan Akira bersamaan seraya melangkahkan kakinya.