
Setelah menangis berlama-lama, Anna kembali menuju penginapan untuk mengambil barang-barang nya. Terlihat barang-barang Lim sudah tidak ada, mungkin dia sudah pergi lebih dahulu.
Hawa dingin menyelimuti Anna, Anna menaiki taksi menuju stasiun dengan perasaan yang masih terluka.
Ia tidak bisa melupakan hal begitu saja, apalagi orang itu sangat luar biasa hebat dalam hidup Anna.
Anna menahan tangisnya di dalam taksi, sampai akhirnya ia sampai di stasiun. Terlihat sangat sepi, karena mungkin sudah malam.
Namun sesaat Anna tidak sengaja melihat Lim yang sedang duduk di kursi dengan pandangan tertunduk.
Anna ingin menghampirinya tapi kakinya tertahan, ia tidak bisa kesana. Kini Anna bukan siapa-siapa lagi di kehidupan Lim.
Jika ia menghampirinya, dia akan membuat Lim semakin merasa terganggu akan kehadirannya.
Impiannya saja bisa jadi terhenti karena Anna.
Ia membalikkan badan menjauhi pandangannya dari Lim. Sesaat Anna pergi, Lim melihat kearah Anna melihat punggung Anna yang semakin menjauh.
Ingin menggengam erat pun sekarang tidak bisa.
Lim sudah menyakiti hatinya paling dalam, Lim sudah mengecewakan nya. Lim sudah mengingkari janjinya kepada Anna.
" Semoga kamu sukses " ucap Anna seraya menjauhi Lim tanpa Lim dengar.
Kereta datang, Anna dan Lim segera memasuki kereta itu. Tapi mereka tidak lagi berdampingan, kini mereka duduk berjauhan tanpa memperhatikan satu sama lain.
Sampai akhirnya pukul 03:00 a.m.
Mereka sampai di Tokyo, Anna dengan cepat langsung berlari keluar dari stasiun, ia beruntung karena taksi masih ada. Anna dengan cepat memasuki taksi tersebut dan memintanya untuk pergi ke Pantai Enoshima.
Sedangkan Lim hanya meminta Okumura untuk menjemputnya di stasiun.
••
Sesampai Anna di Pantai Enoshima.
Anna berjalan ditepi pantai ditengah dinginnya hawa musim dingin. Terlihat jejak kaki Anna di pasir saat ia berjalan di pantai.
Ia mengingat semua kenangan awal Lim yang tiba-tiba melamarnya, membawanya ke tim Seido, membuat Anna kembali seperti semula. Dan memberikan semua kenangan yang tidak bisa Anna lupakan walau hanya sedetik.
Manis sekali memang, lucu sekali memang jika diingat lagi. Hingga tiba-tiba datang badai dari arah belakang, Anna hanya kelu dan berlari. Tanpa di sadari, ternyata kenangan itu akan menjadi masa lalu.
Masa lalu yang indah dan juga menyakitkan.
Pria itu menghilang tanpa jejak, pria itu hanya meninggalkan sebuah kenangan. Pria itu meninggalkan sejuta perasaan.
Dan pria itu meninggalkan harapan yang menyakitkan.
Namun Anna tidak pernah menyesali pernah bertemu dan mempunyai perasaan kepada Pria itu.
Karena bagaimana pun, pria itu adalah hal terindah yang diberikan Tuhan kepada Anna meski hanya waktu singkat.
Anna menghapus air matanya. Ia berteriak sangat kencang di pantai itu.
Karena hal yang paling membuat hati terasa tenang adalah berteriak, mengeluarkan semua yang berada dalam hati.
Entah itu kegelisahan, ketakutan, ataupun kesedihan.
Dengan berteriak, hati kita akan merasa tenang meski hanya sedikit.
Tapi hanya sedikit saja Anna sudah cukup bangga.
Ia tidak mungkin terus-menerus menangisi kepergian, bagaimana pun nantinya orang yang meninggalkannya akan merasa tidak nyaman dengannya.
Anna ingin melepaskan pria itu dengan ikhlas. Meski dalam luka.
••
Lim segera membereskan barang-barang nya dalam rumahnya. Untuk bersiap-siap pergi besok malam.
Perasaan nya masih dalam keadaan terluka, untuk melupakan nya saja bahkan tidak bisa.
Lim masih mengingat satu perkataan tadi. Dan ucapan Anna juga masih sangat jelas di telinga Lim.
Lim menahan tangisnya, namun dia sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi.
Air mata menuruni pipinya perlahan, untuk pertama kalinya ia menangis untuk perempuan.
Tapi Lim menerimanya, karena Anna hebat.
Ia mengusap-usap matanya menghapus air matanya. Ia menyakini diri sendiri bahwa itu tidak apa-apa dan semua akan baik-baik saja.
Tapi Lim masih memikirkan Anna yang masih mengingat kejadian masa kelam.
Lim khawatir bahwa Anna akan kembali seperti dahulu. Sehingga Lim berdoa " Aku harap kamu menemukan kebahagiaan kamu meski tanpa aku. " harap Lim kepada Anna yang kini sudah tidak ada di sampingnya lagi.