Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Siapa pria itu?



" Bisa kamu lepaskan? Aku merasa sesak " keluh Anna.


Lim segera melepaskan pelukannya itu dan menatap Anna. " Mari kita pulang sepertinya aku sudah mau bocor " ajak Anna secara terburu-buru.


Lim mengerutkan dahinya tidak mengerti, Anna hanya menatap jengkel kearah Lim. Lim tetap tidak mengerti.


" Aku ingin ganti pembalut. " kesal Anna.Lim terdiam sebentar mendengar ucapan Anna yang secara tiba-tiba itu, Anna yang merasa malu menghentakkan kaki kanannya beberapa kali merasa tidak nyaman.


Lim langsung sadar dan tertawa terbahak-bahak, Anna yang merasa kesal langsung berlari meninggalkan Lim. " Apa menstruasimu belum selesai? " tanya Lim dengan nada tinggi.


Untung saja seluruh Taman Bermain hanya tinggal sedikit, jika tidak mereka akan mendengar ucapan Lim yang memalukan itu.


Keesokan harinya.


Lim menunggu Anna di depan pagar sekolah sambil menyandarkan tubuhnya di dekat dinding dekat sekolah. Seluruh siswa-siswi memperhatikan kearahnya.


Ada yang menanyakan sedang apa, ada juga yang menggodanya. Sampai akhirnya Sawamura mendatangi Lim dengan wajah penasaran.


" Kap, sedang apa kamu disini? " tanya Sawamura. Lim yang mendengar suara Sawamura langsung menoleh kearahnya. " Ah, sedang menunggu Anna. "


Baru saja dikatakan Anna sudah datang dengan rambut yang berkuncir kuda tidak seperti biasanya yang selalu terurai.


" Anna " panggil Lim. Anna yang masih kesal hanya mengabaikannya, tetapi Lim langsung saja berlari dan berdiri di hadapannya


Anna menatap sinis kearah Lim. " Apa kamu masih menstruasi? " tanya Lim dengan nada cukup tinggi dan langsung membuat Anna menutup mulut Lim secara tiba-tiba.


" Hei, jangan bicara seperti itu sekarang banyak orang yang bisa mendengar! " Seru Anna.


Seluruh siswa-siswi disana melihat kearah Anna dan Lim, wajah Lim memerah karena perilaku Anna yang tiba-tiba.


Pandangan Anna terus melihat sekitar saat ini semua orang disana sedang memperhatikan kearahnya, membuatnya melepaskan tangannya dari mulut Lim itu.


" Ehem. " Anna berdeham berpura-pura tidak tahu, Sawamura yang melihat mereka merasa bahwa ia sudah tidak ada dihati Anna sedikitpun.


Semakin lama sifat Anna mulai berubah dengan adanya Lim di sampingnya, luka Anna sepertinya pun perlahan terlupakan olehnya karena hadir Lim.


" Selamat pagi, Anna! " sapa Sawamura kepada Anna yang merasa tidak ingin kalah dan tidak ingin tergantikan.


Lim melihat jengkel kearah Sawamura karena menghancurkan suasana seperti ini. Anna hanya mengangguk perlahan dan pergi meninggalkan mereka.


••


5:00 p.m


Sparing Basket di lapangan indoor SMA Seido antara Tim Seido dengan Tim Moriyazawa.


Anna yang masih belum bisa duduk di bench atau bangku cadangan bersama dengan Tim Seido.


Ia hanya bisa melihat dari sudut lapangan dengan menghitung skor pertandingan. Anna melihat Lim yang semakin hari permainan nya semakin bagus.


Lim selalu mencetak skor, dan setiap bolanya selalu masuk kedalam ring tidak ada satupun yang tidak masuk.


Sawamura pun terlihat lebih antusias dan lebih bersemangat dari hari biasanya. Ia juga mencetak skor terus menerus karena merasa tidak ingin kalah.


Sampai akhirnya pertandingan berakhir dalam 45 menit dengan skor 90-34 yang dimenangkan oleh Tim Seido.


Kedua tim berdiri berhadapan dan menundukkan kepalanya sambil berkata bersamaan " TERIMAKASIH. "


Anna membersihkan setiap sudut dari lapangan dan melihat Lim yang tengah duduk di pinggir lapangan dengan nafas yang terengah-engah karena kelelahan.


" Ini. " kata Anna memberikan sebuah botol air mineral kepada Lim karena merasa khawatir akan kondisi Lim yang terlalu lelah.


Lim mengambil botol air mineral tersebut dan meminumnya. " Terimakasih " katanya dengan lelah.


Tiba-tiba datang seorang lelaki dengan tinggi 180 cm, kulit putih bersih dan dada yang lebar. Lelaki itu memasuki lapangan indoor basket SMA Seido dengan baju sekolah yang berbeda.


Ia menghampiri Lim. " Hai, lama tak berjumpa " sapanya kepada Lim.


" 1 Minggu lagi Inter-High, aku akan menunggumu." ujarnya dengan bahasa yang terlihat sombong.


" Bagaimana bisa kamu masuk kedalam sekolah ini? " tanya Lim aneh. Wajah Lim pun berubah sesaat saat melihat lelaki ini.


Wajahnya menjadi datar, tatapan mata tajam dan suara yang terlihat sangat serius tanpa sedikitpun bercanda. Sedangkan lelaki ini berbicara dengan candaan dan angkuh.


Lelaki itu tidak menjawab pertanyaan Lim hanya mengabaikan dan memakan permen karet. Seperti ada kejanggalan dari mereka, seluruh tim basket Seido pun hanya terdiam saat melihat mereka berdua.


Lelaki itu melirik kearah Anna dan tersenyum lebar. " WAH INI MANAJER BARU? CANTIK SEKALI!! " kagum lelaki itu kepada Anna dengan nada tinggi.


Anna yang merasa ketakutan hanya menundukkan kepalanya. " Perkenalkan namaku Akira. Aku teman SMP Lim. " katanya kepada Anna.


" Aku Anna " jawab Anna.


" Sepertinya aku pernah melihat kamu " katanya tiba-tiba dan mendekatkan wajahnya kepada Anna. Anna hanya menjauh karena ketakutan.


Sawamura yang ingin menghampiri mereka terhenti saat Okumura menghentikan Sawamura untuk tidak kesana.


Lim melemparkan botol minumnya dan mendorong bahu Akira dengan sangat kuat. " Menjauh darinya! " perintah kesal Lim dengan tatapan tajam.


" Wah, aku baru pertama kali melihat Lim seperti ini. Jangan-jangan ini akan menjadi kelemahanmu selanjutnya? " sindir dari Akira.


Lim hanya mendengus kesal, ia mengepalkan tangannya tidak bisa menahan emosinya itu.


" Tapi ya Anna, kamu teman Kazuya Dai bukan? Dia pernah bercerita kepadaku, kalau dia punya teman wanita cantik bernama Anna dan Dai benar-benar menyukai wanita itu. Apakah itu kamu? " tanya Akira dengan senonoh.


Anna mengerutkan dahinya, mendengar nama pria itu saja Anna sudah ketakutan. Tangan Anna bergetar, kakinya merasa lemas seperti mati rasa. Ia ingin cepat pergi dari sana secepatnya.


" Kazuya Dai? " gumam Sawamura.