
" hei bukankah ciuman-mu tadi itu terlalu merangsang? " tanya Anna di depan penginapan.
Lim merasa malu dengan ciuman tadi, di tengah lapangan ia mencium Anna karena begitu menginginkan bibir Anna.
" Hei, kamu juga " kata Lim membalikkan.
" Lah kok aku? Kan kamu duluan yang tiba-tiba ada di depan aku. Kaya orang aneh " ledek Anna.
" Oh orang aneh ya? "
Anna hanya tertawa kecil dan kembang api di tangan Anna menyala.
Anna begitu bahagia, karena sedari tadi kembang api itu terus tidak menyala saat Anna mencoba menyalakannya.
Anna memainkan kembang api itu kesana-kemari dan berteriak " Besok hari terakhir ya? Semoga besok lebih indah ".
Lim mengepalkan tangannya, menahan tangisnya di hadapan Anna. " Iya " jawab Lim.
••
Pukul 11:0 a.m
Anna dan Lim berkeliling toko-toko Kota Kanal Otaru, melihat karya-karya Otaru. Makan di restauran yang di penuhi oleh lukisan Otaru.
Setelah itu melihat daratan Rusia dari Otaru. Dan berkujung ke Museum Kotak Musik Otaru.
Di malam hari, lampu-lampu lentera terlihat sangat terang di sepanjang jalanan.
Malam yang romantis ini memberikan banyak pasangan menikmati Kanal Otaru dengan romantis.
Anna dan Lim menaiki Canal Cruise, kapal itu menyusuri keindahan Kanal Otaru di malam hari.
Malam yang penuh romantis dan indah ini sangat berkesan bagi banyak pasangan. Yang datang kesini pun saat malam hari kebanyakan adalah pasangan-pasangan.
Anna bahagia karena Lim membawanya ke tempat indah seperti ini, baginya sekali seumur hidup untuk melihat keindahan ini.
Lalu tiba-tiba Lim mendatangi Anna yang sedang menikmati suasana angin dari kapal ini.
Mata Lim sedikit berkerut, ia menundukan pandangannya. " An "
" Lim? Kamu tidak apa-apa? " tanya Anna khawatir.
" Aku tidak apa-apa, tidak perlu mengkhawatirkan-ku. " jawabnya.
" Kalau begitu, ada apa? "
" Aku sudah tahu " kata Anna.
" Iya aku tahu, dan aku ingin kita berpisah "
Berpisah? Apa maksudnya dari kata berpisah? Apa memang harus berpisah saat salah satu dari kita meninggalkan? Apa harus sejahat itu?
" Kenapa? Kenapa harus berpisah bukankah kita bisa menjalin hubungan meskipun harus berjauhan? "
" Aku tidak bisa, aku pasti akan sibuk latihan dan tidak ada waktu untuk mengabari kamu "
" Aku tidak apa-apa, asalkan aku masih bersama kamu "
" Tapi aku tidak bisa, jadi maaf kita berpisah. "
" Padahal dulu kamu mengejar aku, tapi saat ini kamu malah yang menginginkan pisah. "
" Maaf "
" Kalau aku berkata, aku menyayangi kamu? Tetap kamu ingin berpisah? "
" Iya maaf "
" Kalau aku berkata, aku sangat mencintai kamu? Tetap kamu ingin berpisah? "
Lim tidak bisa berbicara, ia dengan ragu berkata " i-ya "
" Aku sangat sangat mencintai kamu, Lim. Apa itu tidak cukup? "
Lim menelan ludah, " iya "
" Sebenarnya ini sulit, kamu begitu berwarna untuk duniaku yang kelam. Kau begitu susah diterka bagi aku yang tidak terlalu suka untuk mencari tahu, terlalu jauh. Kamu begitu berharga di hidupku. "
" Coba beri aku alasan bagaimana untuk aku tidak mencintai kamu? " Lanjut Anna membuat Lim terdiam.
Ia tidak bisa menyakiti Anna, ini terlalu menyakitkan bagi Lim.
" Sudah saatnya kita sampai pada persimpangan dan tidak lagi berjalan beriringan. Kamu mengejar cita-cita kamu, aku mengejar cita-cita aku. "
Seketika dengan ucapan itu senyuman Anna memudar, matanya berkerut. Dan jatuhlah air mata di pipi Anna karena Lim.
Anna menangis tersedu-sedu menutup kedua matanya dengan tangannya. Lim yang merasa sangat bersalah langsung memeluk Anna dengan erat.
" Maafkan aku, tapi mungkin dengan seperti ini. Kita bisa fokus dengan kesibukan masing-masing. Kalau memang ini alasan yang tidak masuk akal bagimu, anggap saja aku adalah pria brengsek yang ingin melepasmu tapi tidak bisa berkata apa-apa "