Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Kamu benar-benar jahat.



16:00 p.m


Anna membuka mata perlahan, melihat Gi yang sudah berada di sampingnya.


Perut Anna masih sangat sakit karena telat makan, badan Anna pun masih sangat lemas.


Mata Anna berkeliling mencari Lim tapi sama sekali tidak ada. " dia sudah pulang, katanya tidak ingin merepotkan kamu lagi. Apalagi kondisi kamu sekarang sedang sakit. " Kata Gi.


" Lalu kamu kemana saat kemarin tidak ada kabar sama sekali? " tanya Anna.


" Maaf, aku hanya sedang sibuk dengan pasien-ku. "


Anna ingin membangunkan badannya namun tertahan oleh Gi yang memerintahkannya untuk kembali beristirahat.


" Aku ingin keluar menghirup udara segar. "


" Kamu harus beristirahat sebentar lagi. "


Anna menerima perintah dari Gi, dan ia kembali beristirahat meskipun tubuhnya ingin keluar menghirup udara segar.


Karena Anna tidak bisa menjadi orang sakit yang terus-menerus berada di kamar. Anna kurang menyukai itu.


Dan Gi tahu itu.


" Aku akan temani kamu keluar, tapi ingat kamu tidak boleh kemana-mana selain ke taman? "


Anna menganggukkan kepalanya, Gi membawa Anna keluar.


Anna melihat tanaman yang terlihat sangat indah. Anna menghirup udara di sore hari.


Setelah beristirahat berjam-jam di kamar membuat tubuhnya merasa sangat kaku. Meski perutnya masih sangat sakit, tapi Anna tetap ingin berada di luar.


Anna tidak ingin berdiam diri saat sakit.


Gi dengan tersenyum lebar berkata " An, kamu benar ingin menikahiku? " pertanyaan itu lagi.



Tapi senyuman Gi seperti terdapat sebuah kesedihan di dalamnya. Terlihat Gi yang seperti memaksa untuk tersenyum di hadapan Anna.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu lagi? " tanya Anna.


" Tidak, aku hanya ingin tahu. Karena di lihat dari cara pandangmu. Kamu masih sangat menyukai Lim. "


Anna kembali teringat oleh Lim, hari-hari bersama dengan Lim memang sangat menyenangkan bahkan membuat hatinya kembali menjadi hangat seperti dahulu.


Mengetahui Lim yang menggendongnya dengan tenaganya membuat Anna sedikit demi sedikit bisa menerima kembali Lim.


Hati Anna selalu berdegup kencang saat melihat senyuman Lim.


Berbeda dengan hal saat ia bersama dengan Gi. Jahat memang, tapi bagaimana lagi Anna sudah terlalu mencintai Lim.


Anna tidak bisa menyakiti Gi. Anna tidak bisa berkata kepada Gi bahwa dia masih sangat mencintai Lim.


Karena bagi Anna, Lim adalah sesuatu yang sulit untuk di lupakan. Tentang perasaan, tentang kenangan. Lim terlalu berharga di hidup Anna, Lim adalah seorang pahlawan yang menyelamatkan hati Anna dari kesedihan.


Maka dari itu Lim berharga. Entah mau mencoba apapun untuk melupakan Lim, Anna tetap tidak bisa.


" Benar bukan? " lanjut Gi dengan menatap Anna.


" Aku tidak ingin melihat kamu bersedih lagi, padahal mungkin ini kesempatan yang bagus untuk mendapatkan hati kamu. Tapi aku tidak bisa melihat kamu bersedih lagi. " papar Gi membuat Anna tidak mengerti.


" Apa maksud kamu Gi? " Tanya Anna tidak mengerti.


" Sekarang Lim akan pergi ke Amerika lagi. Dan ia akan melepaskan kamu meski itu sebenarnya adalah sebuah keterpaksaan. "


" Lim tidak ingin pergi dari Jepang, ia masih ingin terus bersama dengan kamu. Tapi Ayah-nya yang terlalu khawatir menyuruhnya untuk kembali ke Amerika. Dan dia diam-diam pergi karena tidak ingin membiarkan kamu tahu dan hanya menganggap dia adalah seorang pria brengsek. Maka dari itu, ia menyuruhku untuk menemani kamu agar aku juga bisa mendapatkan hati kamu ketika kamu terluka lagi. " Jelas Gi.


" Dasar brengsek! " gumam kesal Anna.


Dengan perasaan tidak ingin kehilangan Lim untuk kesekian kalinya, Anna berlari menuju Bandara.


Ia berlari dengan tergesa-gesa, angin sore menerpa rambut nya. Ia tidak perduli dengan siapapun.


Ia tidak perduli dengan kondisinya. Hanya saja kini, ia tidak ingin Lim pergi lagi dari kehidupannya.


Anna tidak ingin kehilangan Lim untuk kedua kalinya.


Ia terus berlari dengan tergesa-gesa, banyak orang yang berlalu-lalang. Dan tidak senggaja menabrak bahu Anna membuatnya terjatuh dan lututnya tergores.


Tapi Anna tidak memperdulikan itu, ia hanya terus berlari sampai ia bertemu dengan pria brengsek itu lagi.


" Apa aku salah ya? " gumam Gi yang membiarkan Anna berlari.


" Lim, jangan sampai kamu pergi dulu. Tolong biarkan aku mengatakan sesuatu yang aku ingin ucapkan selama ini. " Pikir Anna sambil berlari.


Ia menaiki taksi dan meminta untuk mempercepat lajuan taksi tersebut.


Setelah 10 menit sampai, Anna keluar dan mencari Lim di bandara.


Dengan penuh banyak orang, tidak mungkin Anna bisa menemui Lim di Bandara.


Anna terus berlari mencari kesan-kemari sampai akhirnya ia melihat sebuah punggung belakang yang amat sangat ia kenali.


Tinggi serta rambut yang terlihat sangat familiar di mata Anna. Seseorang itu baru saja ingin check-in tapi terhenti saat Anna memanggil namanya dengan berteriak sangat kencang.


" LIM!!! "


Lim menolehkan kepalanya, mengepalkan tangannya. " Kenapa kamu bodoh membiarkan dia kesini. Tapi kamu salah, saat ini aku tidak akan membiarkannya di ambil atau direbut oleh siapapun lagi. " Gumam Lim.


Lim melihat Anna yang matanya sudah merintikan air mata, Lim ingin kesana memeluk Anna tapi tertahan lagi dengan keadaan seperti ini.


Anna tahu bahwa Lim tidak bisa berlari kearahnya, maka dari itu ia berteriak " AKU MENCINTAI KAMU. "


Teriakkan dan ucapan Anna yang ingin Lim dengar kini terdengar lagi di telinga Lim dengan sangat jelas.


Seluruh orang-orang disana memperhatikan kearah Anna dan Lim merasa seperti sedang berada dalam sebuah film.


Anna berlari mendekati Lim dan memeluk erat Lim sambil menangis. " Kamu benar-benar jahat, brengsek gila! " kesal Anna.


" Kamu kenapa disini? Bukannya sedang sakit? "


" Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu ada disini. Bukannya merawatku tapi malah kabur. "


" Maaf. "


" Lalu bagaimana, aku ada disini kamu tidak bisa pergi kan? "


" Katakan lagi kamu mencintaiku sekali lagi. "


" Aku mencintai kamu, jadi jangan pergi! "


Lim merintikan air matanya merasa bersalah kepada Anna, tapi di menit-menit ia ingin pergi. Lim mendengar kata-kata yang ingin dia dengar.


" Aku juga mencintai kamu sangat sangat sangat mencintai kamu An. "


" Jadi, kamu akan pergi atau tidak? " tanya sinis seorang petugas disana.


Lim melepaskan pelukannya. Dan mencium dahi Anna " Kamu tunggu aku ya, aku akan balik lagi. Kamu harus tunggu aku intinya! " ucap Lim seraya check-in dan meninggalkan Anna.


Kaki Anna terasa sangat lemas dan tidak berdaya, ia menjatuhkan tubuhnya ke bawah dan menangis tersedu-sedu.


Entah sampai kapan, Anna akan menunggu Lim.