
" Jadi mau kamu sebenarnya apa? " tanya Anna.
" Aku ingin kamu tidak menyuruhku untuk menjauh dari kamu. "
" Aku tidak ingin kamu terluka. "
Lim tersenyum kecil " Tidak apa-apa, biarkan aku terluka. Karena itu salahku, salahku menyukaimu. "
Anna mengigit bawah bibirnya. Pikirannya dipenuhi oleh perkataan Lim.
" Kenapa di dunia ini ada seseorang seperti Lim." Pikir Anna.
Bagi Lim, menyukai Anna adalah kebahagiaan tak terkira. Namun, menyukai Anna juga adalah luka yang tidak bisa diobati.
" Aku ingin pulang. " kata Anna.
" Aku antar. "
" Sudah tidak apa-apa. Aku bisa sendiri, lagipula aku butuh waktu sendiri. " ucap Anna seraya berjalan meninggalkan Lim.
Hatinya masih belum siap untuk menerima Lim.
Luka-luka masa lalunya saja belum dapat ia lupakan, bagaimana bisa ia mempercayai seseorang begitu mudah hanya dengan kata-kata manis saja.
Sedangkan untuk Lim, ia sudah menyerah untuk dirinya sendiri. Biarkan hatinya berjalan sesuai apa yang diinginkan oleh hatinya.
Lim tidak bisa memaksa dirinya untuk tidak menyukai Anna. Hati Lim menolak untuk berhenti menyukai Anna.
••
Keesokan harinya.
SMA Seido melakukan sparing dengan SMA Shiraishi, dia termasuk salah satu Raja di Tokyo.
Seluruh SMA Tokyo berdatangan ke SMA Seido untuk menonton pertandingan tersebut.
Meskipun hanya sekedar sparing tapi pertandingan ini adalah pertandingan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh club SMA Tokyo.
Begitu juga dengan SMA Okawa yang menonton pertandingan tersebut.
Terlebih lagi, pertandingan kali ini adalah pertandingan pertama SMA Seido tanpa kelas 3.
Pemain starter SMA Seido adalah Lim, Sawamura, Okumura, Hadji dan Hideyoshi.
Pemain starter SMA Shiraishi adalah Haru, Kado, Ichiro, Jiro dan Masaki.
" Hei, kapten SMA Seido kelas 1? "
" Iya dia Lim, bukan Hideyoshi? " bisik seluruh penonton.
Dalam kursi penonton, ada yang menonton serius ada juga yang sedang mengintai strategi lawan dan ada juga yang heboh menyemangati Lim serta Haru.
" Haru!! "
" Hari ini bermain bagus yaa Haru! " teriak penonton dari SMA Shiraishi.
" Lim! "
" Edward Lim. "
" Kapten, aku mendukungmu. " Teriak dari penonton SMA Seido.
Anggota SMA Okawa yang melihat pertandingan ini adalah Akira dan Kazuya.
Kazuya tidak memperhatikan pertandingan dengan serius, ia hanya melihat sekeliling untuk mencari Anna.
Peluit berbunyi pertandingan dimulai.
Permainan antara SMA Seido sama sekali tidak sinkron, dan SMA Shiraishi juga sama sekali tidak benar.
Karena pemain kelas 3 tidak ada, permainan antara SMA Seido dengan SMA Shiraishi sedikit membosankan.
Kurangnya kerja sama dan komunikasi dari setiap pertandingan membuat mereka kesulitan.
Tapi berbeda dengan Lim, ia selalu mengumpan bola kepada timnya dengan nyaman sehingga timnya dapat mencetak gol meskipun kurang kerja sama dari tiap anggota tim lainnya.
Kelas 1-1
Anna yang baru saja terbangun dari tidurnya, melihat sekeliling tidak ada satupun orang yang berada di kelas.
Hanya ada Ryuzaki dan Anna.
" Ryu, kemana yang lain? " tanya Anna kebinggungan.
" Sedang menonton pertandingan basket. " jawab Ryuzaki yang membaca sebuah novel.
" Kamu membaca buku apa? "
Ryuzaki menutup bukunya dan berkata sambil berjalan keluar kelas " Itu bukan urusanmu. "
Semenjak Ryuzaki berbicara dengan Hinata, sikap Ryuzaki menjadi sangat dingin kepada Anna.
Ia juga membiarkan Anna berjalan sendirian saat pulang tidak seperti biasanya.
Anna bertopang dagu, pikirannya menjadi sangat sempit karena Lim.
Perkataan manis Lim dan sikap manis Lim membuat Anna tidak bisa berbicara apapun kepada Lim.
Anna akan membiarkan Lim terus berada dekatnya, tapi Anna tidak akan membuka hati Lim untuk kapanpun.
Sampai Anna bisa melupakan masa lalunya, mungkin Anna bisa membuka hatinya untuk Lim dan membiarkan Lim masuk ke dalam hatinya.
Anna menyukai Lim, tapi Anna tidak tahu perasaan ini dapat diartikan sebagai " cinta " atau tidak.
Atau hanya perasaan suka dengan sikap Lim yang sangat lembut.
" Ah kesal. " keluh Anna yang merasa sangat resah.
" Aku jalan-jalan saja. " kata Anna seraya keluar dari kelasnya.
Terlihat seluruh siswa-siswi yang sedang menonton pertandingan basket di lapangan indoor.
Anna sama sekali tidak tertarik sampai ia mendengar suara teriakan seorang perempuan yang menyemangati Lim.
Langkah kakinya terhenti, Anna melihat sesaat kearah lapangan tersebut dan benar Lim sedang bermain bersama dengan anggota timnya.
Tapi matanya terhenti saat melihat Kazuya yang duduk dipinggir lapangan.
Anna memundurkan langkah kakinya, kaki Anna bergetar ketakutan. Matanya melebar terkejut. " Kenapa dia ada disini? " Gumam Anna ketakutan.
" Hei, kalo jalan hati-hati! " seru seseorang dari belakang Anna yang tidak sengaja tertabrak oleh Anna.
" Maaf " ucap Anna seraya membalikkan badannya.
Seseorang yang ia tabrak adalah lelaki yang Anna temui kemarin.
Dia adalah Shima.
" Oh kamu! " kaget Shima. " Kamu bersekolah disini? " lanjutnya.
Shima memperhatikan Anna dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Kamu benar-benar cantik. " kagum Shima.
Anna mengigit bawah bibirnya, mata Shima terlihat seperti mata seorang lelaki brengsek.
Shima berjalan perlahan mendekati Anna, Anna memundurkan langkah kakinya perlahan.
Dan saat Shima ingin memegang wajah Anna, Anna berteriak sangat keras membuat seluruh penonton di dalam lapangan menoleh kearah suara teriakan tersebut.
Shima memberhentikan niatnya untuk memegang wajah Anna. Anna mengambil kesempatan saat Shima sedang tercengang.
Ia berlari dengan sangat kencang menjauhi Shima.
Pertandingan masih berlanjut, Sawamura yang mendengar suara teriakan Anna langsung keluar dari lapangan dan berlari mencari Anna.
Lim yang ingin mengumpan langsung terhenti dan berteriak " HEI, MAU KEMANA!! "
Coach segera meminta time out karena Sawamura yang tiba-tiba meninggalkan lapangan.
Sawamura berlari mencari Anna, ia melihat kearah kanan-kiri dan tidak kunjung bertemu.
Sampai akhirnya, Sawamura melihat Anna yang tengah pingsan di Taman Belakang Sekolah bersamaan dengan Hinata yang sedang duduk di samping Anna.
" Anna! " panggil Sawamura menghampiri Anna.
Anna tidak terbangun, Sawamura menggoyangkan tubuh Anna tetap saja Anna tidak terbangun.
" Kamu apakan dia? " tanya Sawamura kepada Hinata.
Hinata terdiam, matanya tercengang melihat Sawamura berada di hadapannya.
" Jawab!!! " seru Sawamura.
" Tidak tahu, tiba-tiba dia pingsan disampingku. " jawab Hinata.
Sawamura tidak punya pilihan lain, ia hanya membopong tubuh Anna membawa Anna ke UKS.
Hinata dari jauh hanya memperhatikan punggung Sawamura yang semakin menjauh.
" Sawamura. " ucap Hinata dengan rintikan air mata yang terjatuh dipipinya.
Lapangan basket indoor.
Saat kepergian Sawamura yang tiba-tiba membuat Coach kesal kepada Sawamura.
Dan mengganti pemain menjadi Tama.
Skor menjadi seri karena kepergian Sawamura, kurangnya anggota untuk mencetak skor membuat Tim Seido berada dalam kondisi yang sulit.
Tapi Lim tidak memperdulikan itu, ia tetap mencetak skor.
Bagaimana pun pertandingan harus jalan, dan SMA Seido harus menang.
Peluit berbunyi pertandangian berakhir dengan skor 80-80.
Tak lama pertandingan berakhir, Sawamura datang dengan pandangan tertunduk.
" KEMANA SAJA KAMU! " bentak Coach yang terdengar seisi lapangan.
Sawamura tidak menjawab, ia tidak mungkin untuk berkata bahwa dirinya ingin menolong seorang perempuan.
" JAWAB!! " lanjut Coach.
Lim yang melihat langsung meleraikan antara Coach dan Sawamura.
" Coach, dengarkan penjelasan Sawamura terlebih dahulu. Mungkin dia malu berkata di depan banyak orang seperti ini? " kata Lim.
" Jelaskan! " Seru Coach.
" Maaf, seluruh penoton dan pemain. Bolehkah kalian keluar terlebih dahulu? " pinta Kaori kepada seluruh penonton dan pemain dari SMA Shiraishi.
Para penonton keluar begitu juga dengan pemain SMA Shiraishi.
Lim menyikut perut Sawamura. " Katakan kamu tidak tahan untuk buang air besar kalau kamu masih ingin bermain basket!" bisik Lim.
" Cepat katakan sudah tidak ada siapapun! " seru Coach.
Sawamura mengikuti perkataan Lim, ia masih ingin bermain basket. " Maaf coach, dari sebelum bermain sebenarnya perut saya sudah sangat sakit. Dan saat saya bermain, perutnya sudah tidak tertahan. Jadi, tidak mungkin saja buang air besar di tengah lapangan bukan? "
Coach tertawa kecil, amarahnya sudah reda karena perkataan Sawamura. " Seharusnya kamu bilang dari awal! Jangan dipaksakan seperti itu! "
" Kaori, panggil tim Shiraishi kembali. " perintah Coach yang membuat Kaori langsung memanggil seluruh Tim Shiraishi.
" Kamu minta maaf dengan mereka " ucap Coach.
Sawamura menundukkan kepalanya sopan dan berkata " MAAFKAN SAYA YANG TIBA-TIBA KELUAR BEGITU SAJA. KARENA ADA HAL YANG TIDAK BISA SAYA JELASKAN KEPADA KALIAN, TAPI SAYA MOHON MAAF KARENA KURANG SOPAN DENGAN KALIAN SEMUA. "
Coach SMA Shiraishi menepuk pundak Sawamura " Tidak apa-apa kami mengerti. " katanya.
Sawamura tersenyum " TERIMAKASIH! "
" Kami juga ingin berterimakasih karena sudah ingin sparing bersama kami " Ucap Coach SMA Shiraishi.
" Kami juga berterimakasih karena kalian sudah memaafkan anggota tim kami yang kurang sopan. " ucap Coach SMA Seido.
Lim mendekati Sawamura " Kamu harus berbicara jujur denganku! "
Sawamura mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.
••
Anna membuka matanya perlahan, melihat dinding langit yang sangat terang karena lampu.
Kepalanya sangat berat, sehingga ia tidak bisa berdiri.
Hal terakhir yang diingat oleh Anna adalah Anna berlari ke Taman Belakang Sekolah, lalu dari belakang ada seseorang dan membuat Anna pingsan.
Tapi Anna tidak tahu siapa orang yang membuatnya pingsan.
" Lebih baik kamu beristirahat. " kata Dokter Sekolah.
" Aku baik-baik saja. " Ucap Anna.
" Tidak, ada seseorang yang membuatmu pingsan. "
" Iya. "
" Apa kamu tidak tahu siapa itu? "
" Tidak, aku pingsan tanpa melihat wajah pelaku. "
" Untungnya ada seorang lelaki datang membawa kamu kesini cepat-cepat. "
" Laki-laki? "
" Iya sepertinya dia pemain basket. "
Anna mengerutkan dahinya, dan berpikir bahwa yang membawanya kesini adalah Lim.
" Sebaiknya kamu nanti berterimakasih banyak kepada, karena kamu berhutang nyawa dengannya. Dan lagi, saya taruh obat dimeja, lebih baik kamu minum nanti. Saya ingin pergi terlebih dahulu. " jelas Dokter seraya keluar dari ruang UKS.
Namun, tidak lama Dokter keluar dari ruang UKS.
Lim berlari memasuki ruang UKS dengan nafas tersengal.
" Anna. " katanya dengan wajah khawatir.
" Kamu tidak apa-apa? " tanya Lim.
" Tidak apa-apa. " jawab Anna.
Lim menghela nafas panjang, ia diberitahu oleh Okumura bahwa Anna pingsan dan sekarang berada di UKS.
Maka dari itu, Lim berlari sangat kencang menuju ruang UKS.
" Terimakasih ya kamu sudah membantuku. " ucap Anna lembut.
Lim menaikkan kedua alisnya tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Anna.
" Sepertinya aku hutang nyawa denganmu lagi. " Lanjut Anna semakin membuat Lim tidak mengerti.
" Apa..maksu..." belum saja Lim menyelesaikan pembicaraannya. Anna langsung memotong ucapa Lim " Apa aku belikan kamu eskrim saja untuk membalas kebaikan kamu? "
" Membalas apa? " tanya Lim tidak mengerti.
Namun, ia teringat saat dalam pertandingan terdengar suara teriakan seorang perempuan.
Dan saat teriakan tersebut lah, Sawamura tiba-tiba keluar dari lapangan.
" Jadi, kamu menolong Anna ya. " gumam Lim.
" Membalas kebaikan kamu. " jawab Anna.
Lim tersenyum kecil " Boleh, tapi aku beli dua ya? Soalnya aku sudah menolong hidup kamu dua kali. "
Anna menganggukkan kepalanya mengerti.
5:00 p.m
Anna keluar dari supermarket dengan membawa 3 eksrim. 1 untuknya, dan 2 lagi untuk Lim.
" Ini. " kata Anna seraya memberikan dua eksrim kepada Lim.
" Terimakasih. " ucap Lim sambil mengambil eskrim dari tangan Anna.
" Maaf, aku tidak bisa berlama-lama. Ibuku sedang menungguku, jadi aku pulang terlebih dahulu. Terimakasih ya. " ujar Anna dengan melangkahkan kakinya pergi dadi Supermarket.
Anna berbohong kepada Lim, ia hanya takut.
Takut bahwa ada seseorang yang akan melukai hatinya lagi.
Perasaan takutnya tidak bisa Anna tahan lagi, kenangan masa lalunya bahkan menghantui Anna lagi.
Hati Anna terasa sangat sesak, air matanya terus berjatuhan.
Anna tidak bisa memperlihatkan wajahnya kepada Lim saat ini, Lim sudah membantunya. Ia tidak mungkin menangis di hadapan Lim.
Sawamura terus mengikuti Anna sampai Anna pulang, hatinya terasa sangat sakit saat melihat Anna menangis dari jauh.
Sawamura juga tidak bisa membiarkan Anna pulang sendirian saat seperti ini.
Ia tahu bahwa ada seseorang yang akan melukai Anna.
" Sawamura. " panggil Lim dari belakang membuat langkah kaki Sawamura terhenti.
Sawamura membalikkan badannya. " Kap? " ucap Sawamura menelan ludah.
" Kamu mengikuti aku dan Anna daritadi ya? " tanya Lim. Sawamura menundukkan kepalanya, ia tidak bisa berbohong kepada Lim.
" Ini buat kamu dari Anna, karena sudah menolongnya. " lanjut Lim seraya memberikan sebuah eskrim kepada Sawamura.
Sawamura hanya terdiam tidak mengambil eskrim tersebut.
Lim menggoyangkan tangannya agar Sawamura cepat mengambil eskrimnya.
" Aku ambil. " kata Sawamura mengambil eskrim dari Anna.
" Jadi jelaskan, kenapa kamu mengikuti aku dan Anna? Dan alasan sebenarnya kamu keluar tiba-tiba dari pertandingan. "
" Saat pertandingan dimulai, aku tidak sengaja mendengar suara teriakan yang sama dengan seorang perempuan yang dahulu aku kenal. Begitu aku mendengar, tiba-tiba saja aku keluar dan mencari asal dari suara tersebut. Dan tidak sengaja aku melihat Anna sedang pingsan di Taman Belakang Sekolah bersama dengan Hinata. Aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba pingsan, aku bawa ke ruang UKS dan kata dokter nyawanya bisa hilang jika tidak segera dibawa ke dokter. Maka dari itu aku mengikutinya karena takut terjadi apa-apa dengannya lagi. " Jelas Sawamura.
Lim merasa penjelasan Sawamura terasa sangat aneh, ada sesuatu yang benar-benar belum dijelaskan oleh Sawamura.
Seperti ada rahasia yang tidak bisa dijelaskan oleh Sawamura, sesuatu yang benar-benar sulit dijelaskan.
" Anna bersama Hinata tadi? " Tanya Lim karena mendengar nama Hinata saat Sawamura menjelaskan.
" Iya, dia duduk tepat disamping Anna. " Jawab Sawamura.
Lim mengerutkan dahinya, kenapa Anna tiba-tiba pingsan dan Hinata berada disampingnya.
" Sawamura, perempuan yang dahulu kamu kenal bukannya Anna? "