
Anna tidak masuk dalam 3 hari begitu juga dengan Nana, Hinata serta Lim memberitahu kepada Pak Kataoka.
Membuat Pak Kataoka langsung meminta polisi untuk menginvestigasi kasus ini lagi dan mencari Nana.
" Tapi ada yang aneh " ucap tiba-tiba Lim.
" Apa yang aneh? " tanya Hinata.
" Entahlah sepertinya masih ada dalang di balik semua ini. Tidak mungkin Nana membawa Anna sendirian ke dalam hutan. "
Pak Kataoka mengerutkan dahi " Benar, kalau pun itu sendirian. Dia harus memiliki tenaga yang sangat banyak "
" Biarkan polisi yang akan menangani ini lebih lanjut lagi. " Lanjut Pak Kataoka membuat Hinata dan Lim keluar dari ruangan itu secara bersama-sama.
" Terimakasih atas informasi yang begitu berguna. Nanti aku akan traktir kamu makan sampai semua ini selesai " ajak Lim kepada Hinata membuat Hinata sangat bahagia.
" Kalau begitu aku permisi " ujar Lim seraya pergi meninggalkan Hinata.
••
Anna selesai berobat ke dokter, ia kembali pulang bersama dengan Ibunya dengan menggunakan tongkat penyangga kaki (kruk).
Namun saat Anna baru saja pulang, Anna mendapatkan pesan dari seseorang yang tidak dikenal. Ia berkata bahwa Sawamura kini tengah di bawa ke suatu daerah terpencil dan akan dieksekusi. Jika kamu ingin menyelamatkannya, kamu harus datang kesini.
Anna tidak percaya begitu saja, namun seseorang itu memberikan sebuah foto dimana Sawamura tengah duduk di sebuah kursi dengan tangan terikat.
" Bu maaf aku harus kesekolah dulu, harus ada barang yang aku ambil. " Katanya berpura-pura, ia menaiki sebuah taksi dan pergi menuju daerah yang dimana seseorang pun tidak akan tahu.
Anna berjalan kesulitan melihat di samping kiri dan kanannya adalah pohon-pohon tinggi, ia berjalan terus sampai melihat sebuah gubuk rumah.
Namun saat ia ingin memasuki gubuk rumah tersebut dari belakang lehernya telah di suntik dengan obat bius sehingga ia terjatuh dan tidak sadarkan diri.
••
10:00 p.m
" Iya halo? " kata Lim menjawab panggilan dari Hanna, Ibu Anna.
" Kamu tidak bersama dengan Anna? " Tanya Hanna dari sebrang dengan khawatir.
" Tidak, bukankah dia sedang sakit? "
" Iya kakinya terluka tapi saat pulang dari dokter katanya ada barang yang ketinggalan di sekolah jadi dia ingin mengambilnya. Tapi sampai sekarang dia belum pulang " terang Hanna dengan khawatir dan ketakutan.
Mata Lim melebar terkejut dengan ucapan Hanna, ia mengigit bawah bibirnya berjalan kesana-kemari merasa khawatir dengan keadaan Anna.
" Kalau begitu Ibu tenang dulu ya nanti aku akan cari. Sekarang aku hanya minta Ibu untuk pergi ke Polisi dan minta bantuan dari Ayah Anna. " Pinta Lim seraya menutup telepon.
Dengan cepat ia memberi sebuah pesan ke grup sekolah " SIAPAPUN TOLONG ANNA TELAH MENGHILANG, SIAPA YANG MELIHATNYA TOLONG KABARIKU. " pesannya dalam grup sekolah.
Lim berlari tergesa-gesa menuju sekolah, melihat kesana-kemari tapi tidak ada. Lim menelepon Sawamura pun tidak di angkat, lalu seorang memberikan sebuah pesan yang berkata bahwa dia melihat Anna menaiki sebuah taksi di dekat Klinik Dokter Xi-yang.
Lim segera berlari kearah klinik tersebut tempat dimana Anna di obati, dan meminta bantuan untuk melihat CCTV pada jam sekitar 2.00 p.m
Petugas dari Klinik tersebut memberikannya dan melihat Anna menaiki sebuah taksi dengan plat nomer yang di hafalkan oleh Lim.
Segera dengan cepat Lim menelepon Ayahnya untuk meminta bantuan.
" Sure, what is that? "
" can you trace the license plate number 55-22 and find out where he lives and who is driving the car? "
" what can I get if I help you? "
" I will go home in winter "
" Okey, I check it. "
10 menit kemudian.
" his name is Jung Tae, he's from Korea. he has been a taxi driver for 10 years. He lives in toukyou-to, meguro-ku, kamimeguro 2 choume, 21 banchi, 9 gou "
" Okay thank you. " ucap Lim seraya menutup panggilan.
Di malam penuh angin, Lim berlari menuju rumah Jung Tae untuk mengetahui dimana terakhir kali Anna di turunkan.
Ia mengetuk pintu Jung Tae dengan keras sampai akhirnya dia membukakan pintu dengan mengusap matanya seakan-akan baru saja bangun dari tidur.
" Kenapa? " tanya Jung Tae.
" Maaf menggangumu, tapi anda tahu wanita ini? " tanya Lim penasaran seraya memberikan sebuah foto Anna.
" Oh wanita aneh itu " jawab Jung Tae.
" Anda tahu? "
" Iya, karena dia meminta untuk membawanya ke sebuah tempat yang dimana satu orang saja tidak mungkin akan datang kesana. Tapi muka dia begitu khawatir, dia selalu melihat ke handphone nya. "
Lim semakin khawatir dan memegang kedua tangan Jung Tae " Katakan, dimana itu? "
Jung Tae memberitahu tempatnya, Lim segera pergi. Ia tahu siapa dalang di balik semua ini, ia tahu siapa yang memainkan permainan dalam semua ini.
Lim menelepon Okumura, Okumura menjawab dengan nada baru bangun tidur " Iya kenapa? "
" Tolong hack handphone Anna cepat! " kata Lim dengan nada tinggi.
" Kap, apa maksudmu? "
" Aku tahu saat SMP kamu bisa membuka handphone orang lain dengan menghacknya. Tolong sekarang kamu bantu aku, Anna hilang jadi aku harus mengetahui dalang dari semua ini " jelas Lim.
Okumura berpikir sebentar karena merasa tidak sopan untuk membuka handphone Anna. " Tenang, aku akan bilang sama Anna. Ini juga untuk kebaikkannya. "
Dengan cepat Okumura mengetikkan laptopnya, dan mencari tahu apa yang ada dalam handphone Anna.
Tidak ada apa-apa, selain sebuah foto antara Anna dengan Lim. Dan sebuah foto Sawamura yang sedang pingsan dalam sebuah gedung.
" Kamu menemukan sesuatu? " tanya Lim
" Tidak, aku hanya menemukan foto antara kamu dan dia, tidak ada yang lain. Sebenarnya kehidupan apa yang dia jalani sehingga isi handphonenya sangat kosong. Dan satu lagi aku menemukan sebuah foto Sawamura pingsan dalam gedung, aku tidak tahu gedung itu dimana " terang Okumura.
Lim mengigit bawah bibirnya, kejadian seperti ini adalah kejadian yang dia tidak duga. Malah mungkin diluar dari dugaan Lim. Penjahat ini ingin menginginkan Anna tersakiti lebih awal dari perkiraan Lim.