Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
aku akan menjagamu



Setelah berhari-hari setelah video tersebut tersebar, orang-orang masih saja membicarakan video tersebut. Pelakunya pun masih belum di temukan, Pak Kataoka berkerja keras untuk menemukan dalang di balik semua ini.


Begitu juga dengan Eiji, Ayah Anna. Ia berusaha keras mencari seseorang itu dengan meminta bantuan polisi kembali.


10:00 a.m


Kelas Lim sedang melakukan olahraga berenang di kolam renang indoor bersama dengan kelas Anna serta Hinata.


Ke-tiga kelas tersebut sedang melakukan olahraga bersama, tapi karena Anna baru selesai melakukan investigasi dengan polisi. Ia tidak sempat untuk melakukan olahraga, jadi ia hanya di perintahkan oleh Pak Sam untuk membersihkan kolam renang saja.


Anna membersihkan kolam renang sendirian, ia menggunakan alat telescopic dengan skimmer untuk mengambil daun-daun yang berjatuhan.


Namun tanpa di duga seseorang yang tengah berada di belakang Anna menjatuhkan Anna kedalam kolam renang, dia tahu bahwa Anna tidak bisa berenang.


Apalagi kedalaman kolam renang itu sekitar 2 meter, Anna tenggelam dalam kolam itu. Ia tidak bisa bernafas, tangannya berada di atas air. Tidak ada satupun yang bisa mendengar suaranya, tidak ada satupun yang bisa menolongnya.


58 detik kemudian.


Anna yang sudah menyerah memejamkan matanya sudah tidak bisa bernafas lagi, tapi seseorang datang menyelamatkan Anna. Menggendongnya dan membawa Anna keluar dari kolam lalu menaruhnya di pinggir kolam renang.


Anna batuk terus menerus, ia sesak nafas tidak bisa bernafas dengan benar. Dadanya sakit karena terlalu lama bertahan dalam air.


Ia membuka matanya melihat Lim yang menolongnya, baju sekolahnya terlihat basah kuyup. Wajahnya terlihat khawatir saat melihat Anna. " Kamu tidak apa-apa? " tanyanya khawatir.


Anna memalingkan pandangannya merasa ketakutan. " Aku disini, siapa yang melakukan ini? " tanyanya lagi.


" Aku juga tidak tahu siapa, seseorang tiba-tiba saja mendorongku dengan kuat. "


" Kalau begitu mari kita cek cctv, oke? "


Lim berjalan untuk menuju ruang cctv, tapi langkah kakinya terhenti saat Anna memegang lengannya itu. Anna melepaskan genggaman dari lengan Lim, dan berkata dengan canggung " aku tidak bisa kesana dengan keadaan seperti ini "


Baju Anna basah kuyup, bajunya menjadi terlihat transparan. Anna menutup tubuh bagian depannya dengan menyilangkan tangannya.


Lim yang tidak sengaja melihat langsung menutup kedua matanya itu " Ah maaf, kalau begitu aku akan mengambil baju latihan basketku dulu. Kamu diam disini, tidak boleh ada siapapun yang melihat kamu " perintah Lim seraya keluar dari kolam renang


Tidak lama kemudian, Lim kembali dengan membawa baju serta celana basketnya itu. Anna mengganti pakaiannya, sesaat Anna mengganti pakaiannya. Lim melihat CCTV untuk mengetahui siapa yang sudah mendorong Anna.


Namun wajahnya tidak terlihat sama sekali, terlihat samar dengan masker yang menutup wajahnya. Pakaiannya menggunakan pakaian dari sekolah luar. Tapi bagaimana bisa ia masuk kedalam sekolah ini?


Setelah melihat CCTV, Lim kembali menuju kolam renang melihat Anna yang telah selesai berganti baju. Ia langsung berjalan untuk pulang.


Sesampai di rumah Lim, Anna disuruh untuk duduk di sofa. Rambutnya masih basah kuyup dan Anna tidak menyukainya, ia ingin mengeringi namun tidak nyaman untuk berkata kepada Lim.


Tiba-tiba saja Lim yang dari kamarnya mengeluarkan hair dryer, dan mengeringkan rambut Anna dengan hair dryer nya tersebut.



" Aku bisa sendiri " ucap Anna.


" Sudah diam saja! " Seru Lim.


Selesai mengeringkan rambut Anna, Lim segera merapihkan rambut Anna dengan sisirnya.


Mulut Anna melengkung membuat senyuman, tidak percaya dengan perilaku Lim yang begitu manis.


" Sudah selesai! " Girang Lim.


" Bagaimana bisa seorang lelaki memiliki hair dryer? " tanya Anna penasaran.


" Ah dulu hair dryer ini punya Ibuku dan aku juga selalu mengeringkan rambut Ibuku. Jadi untuk kenang-kenangan, aku membawanya kesini. " jelas Lim.


" Ibumu? " tanya Anna. " Iya Ibuku, kamu belum pernah melihatnya ya? "


" Aku pernah melihatnya dalam foto keluarga kamu. "


" Ah itu bukan Ibu kandungku, itu Ibu tiriku. "


" Kalau begitu, Ibu kandungmu yang mana? "


Lim mengambil sebuah foto di dalam kamarnya dan memberikannya kepada Anna sebuah foto masa kecilnya saat berfoto bersama Ibunya berdua.


Wajah Lim serta Ibunya terlihat sangat bahagia, senyumannya juga begitu indah sehingga siapapun yang melihat foto ini pasti akan jatuh cinta kepada senyuman mereka.


" Maaf kalau aku boleh bertanya, Ibumu kemana? "


Sudut mata Lim berkerut, ia memasang sebuah senyum palsu.


" Ibuku meninggal karena penyakit kanker. Dan dia di makam kan di Hokkaido. "


" Kalau begitu lain kali kita harus ke makamnya ya " pinta Anna membuat Lim merasa bahagia