
Ketika Anna keluar rumah tak senggaja ia melihat Lim bersama dengan seorang pria di depan rumahnya, terlihat seorang pria yang terlihat sangat rapih.
Anna memperhatikan baik-baik pria itu, dan ia mengingat lelaki tersebut. Dia adalah Chris Hemsworth seorang pelatih NBA atau pelatih dari Tim New York Knicks.
Tapi kenapa dia ada disini? Katanya akan bertemu dengan Lim saat pertandingan musim dingin, tapi kenapa dia ada disini? Pikir Anna.
Ia juga melihat kearah Lim yang sepertinya sedang bimbang, Anna mengetahui itu. Ia bisa menebak apa yang sekarang terjadi disana, dan Anna tidak menduga akan secepat ini.
Padahal Anna ingin bersama dengan Lim lebih lama lagi, tapi kenapa harus secepat ini?
Mereka belum membuat kenangan yang akan terus di ingat di hati, Anna bahkan belum pernah mengatakan kepada Lim bahwa dia " sangat mencintai Lim. "
Tidak bisakah waktu di undur lebih lama lagi?
Tanpa sadar air mata menjatuhi pipi Anna, ia segera menghapus air matanya tersebut dan memasuki rumahnya.
Lim yang tidak sengaja melihat Anna langsung berlari kearahnya dan meminta Chris untuk berbicara lain kali saja.
Ia mengetuk pintu rumah Anna, tapi tidak ada yang menjawab. Padahal baru saja tadi ia melihat Anna di luar. Lim terus mengetuk pintu merasa seperti ada yang tidak beres.
Hanna membuka pintu dengan tatapan kesal " Kamu kenapa mengetuk pintu malam-malam? " tanya Hanna.
" Maaf bu, tapi Anna ada di dalam? "
" Ah ada, tadi dia baru saja keluar tapi beberapa menit kemudian langsung masuk kedalam. "
" Kalau begitu boleh panggilkan dia? "
Hanna menganggukkan kepalanya, dan menyuruh Lim untuk duduk sebentar di kursi sofa. Sedangkan Hanna memanggil Anna.
5 menit.
Hanna keluar dari kamar Anna dan berkata " Anna tidur, katanya kepalanya pusing. Sepertinya Anna sedang sakit, jadi tidak ingin di ganggu. " Jelas Hanna kepada Lim yang sudah khawatir.
Lim melipat kedua bibirnya merasa khawatir. " Terimakasih Bu, tolong sampaikan salam dari aku ya. " ucap Lim seraya keluar dari rumah Hanna.
Hanna yang merasa tidak nyaman kepada Lim karena berbohong langsung berteriak kepada Anna " Kamu tidak tega apa melihat dia kesini, tapi kamu malah seperti mengusirnya? "
Anna tidak menjawab dalam kamar, ia hanya menangis di bawah bantal. Tidak ingin Lim untuk pergi dari kehidupannya.
••
Keesokan harinya, di atap gedung sekolah.
Awan terlihat sangat cerah, pohon-pohon tumbuh dengan sangat cepat sehingga terlihat sangat indah dengan warnanya.
Anna memeluk kedua lututnya, perasaan gelisah masih menyelimutinya. Lim juga masih belum menjelaskan apapun kepadanya, membuatnya semakin gelisah.
Lim yang sudah di beri pesan oleh Anna untuk datang keatas atap langsung datang " Anna " sapanya menghampiri Anna.
Anna hanya menjawab dengan senyuman, Lim masih khawatir kepada Anna dan memegang kening Anna untuk mengetahui keadaan Anna.
" Kamu masih sakit? Kamu terlihat pucat? Lebih baik kamu istirahat " ujar Lim.
Anna hanya menggelengkan kepalanya tidak. " Kenapa disini juga lagi, disini kan udaranya lumayan dingin. " lanjut Lim lagi.
" Tidak apa-apa " jawab Anna dengan nada rendah.
" Aku hanya ingin tahu rahasiamu saja. " Lanjut Anna.
" Rahasia? " tanya Lim dengan aneh.
" Iya ".
Mata Lim mengelilingi sekitar tidak mengerti dengan ucapan Anna.
Anna langsung tertawa terbahak-bahak " Hahaha, tidak tidak maaf. Aku hanya menggodamu saja " canda Anna.
Lim yang kesal langsung memberantakkan rambut Anna, Anna mendesah kesal. " Berhenti, berhenti!! "
" Aku ingin mengajakmu ke Disneyland besok dengan pakaian couple yang sudah aku belikkan " ajak Anna.
Wajah Lim tersipu malu karena melihat Anna yang begitu romantis. " Kamu yang membelikkan pakaian? Kalau begitu biar aku yang bayar tiket ke Disneyland nya oke? "
Terlukis senyum di wajah Anna, mesikpun hanya sebentar Anna ingin menghabiskan seluruh waktunya untuk Lim.