
" EH PENGUMUMAN RANGKING PARAREL KELAS UDAH DIPASANG DI MADING! " teriak Ketua Kelas dari kelas Anna.
Anna yang sedang menulis sesuatu ingin bergerak untuk mengetahui nilai serta rangking dalam pararel. Tapi ia tidak bisa karena banyak siswa-siswi disana yang akan berkerumun disana.
Anna hanya menunggu masuk kelas dan berpura-pura untuk ke toilet. Sesaat mereka telah melihat, ada yang bersedih karena harus mendapatkan pelajaran tambahan saat liburan musim panas.
Dan ada juga yang bahagia karena lulus dalam ulangan tengah semester tersebut.
Bel berbunyi masuk kelas guru Bahasa Inggris telah masuk. Anna segera mengangkat satu tangannya untuk izin ke toilet dan di perbolehkan oleh guru Bahasa Inggris.
Ia berjalan menuju papan pengumuman, melihat nama-nya berada dalam nomer 2. Sedangkan nomer satu adalah Ketua Osis di SMA Seido yaitu Haruki Sato.
Anna sudah menduga itu semua, karena Anna penasaran ia melihat nama Edward Lim dalam papan pengumuman berada dalam nomer 52 dan tidak mendapatkan pelajaran tambahan.
" Sepertinya dia tidak ingin mendapatkan pelajaran tambahan " gumam Anna.
" Kamu sedang membicarakan siapa " suara Lim yang tiba-tiba datang dari samping membuat Anna hampir saja terjatuh. " Kamu seperti melihat hantu saja " lanjutnya
" Kamu tidak seharusnya berbicara tiba-tiba " pekik Anna. Lim hanya tertawa kecil melihat Anna yang terkejut.
" Lagipula, kenapa kamu disini? Tidak belajar? "
" Ah. Aku tahu kalau kamu pasti akan datang saat semuanya sudah sepi maka dari itu aku datang saat semua sudah sepi dan benar kamu datang " jelasnya membuat Anna jengkel karena akhir-akhir ini Lim tahu semua tentang Anna.
" Kamu yang akan melakukan technical meeting kan, mau aku temani? " Pintanya terhadap Anna.
" Tidak perlu " jawab sinis Anna. " Bukannya kamu takut atau malu berada di depan banyak orang? ".
" Cih " keluh Anna seraya pergi meninggalkan Lim.
" Dadah sampai berjumpa di depan sekolah " kata Lim.
4:30 p.m
Bel berbunyi pulang sekolah, Anna yang berjalan pulang sekolah melihat Lim yang sudah menunggunya di depan sekolah dengan membawa sebuah sepeda.
Anna mendatangi Lim dengan wajah datarnya " aku bilang kan tidak usah, kamu harus latihan! " seru Anna. Lim hanya menaikkan satu alisnya " Naik, aku ga mau kamu nanti kamu di goda oleh laki-laki "
Anna tertawa melihat Lim yang khawatir, langsung menaiki sepeda Lim. Lim yang membawa sepeda tersebut menuju tempat Technical Meeting.
Sesampai disana sudah beberapa orang yang datang untuk Technical Meeting, beberapa orang melihat kearah Lim dengan Anna.
Anna merasa risih karena orang-orang yang melihat kearah mereka dengan tatapan tajam seperti musuh " Kenapa sih mereka ngeliatin kita? " bisik Anna.
" Karena kita Tim Seido, siapapun ingin mengalahkan kami. Karena kami kemarin hampir mengalahkan Tim Okawa di final yang di anggap sebagai raja Inter-High "
Mereka pun memasuki ruangan Technical Meeting. Setelah pembukaan akhirnya pengambilan nomer untuk pertandingan pertama.
Tim Seido mendapatkan nomer 56 yang akan melawan terlebih dahulu dengan Tim Shiraishi.
Setelah selesai Technical Meeting, semua yang mengikuti Technical Meeting sudah keluar untuk pulang begitu juga dengan Anna serta Lim.
Tapi mereka tertahan di parkiran, Akira Dan Kazuya sudah menunggunya di depan parkiran. Tangan Anna bergetar, tubuhnya ketakutan melihat Kazuya yang berada di depannya.
Anna segera memundurkan langkah dan mengumpat di balik punggung Lim, Lim hanya menoleh sesaat dan menatap tajam kearah Kazuya serta Akira.
" Kenapa? " Lim datar.
Anna hanya melipat bibirnya tidak ingin berkata apapun kepada Kazuya.
" Hei, semoga kita bertemu di final kalau kita bertemu. " sombong dari Akira seraya meninggalkan Lim dengan Anna.
Kazuya hanya memandang Anna terus menerus. " Kamu tidak pergi? " Sinis Lim.
" Kazuya mari pergi " teriak Akira.
Mereka pun pergi meninggalkan Lim dan Anna, tetapi tatapan Kazuya seperti tatapan tidak ingin meninggalkan Anna.
" Mereka sudah pergi " bisik Lim.
Anna menghela nafas panjang merasa lega karena mereka telah pergi, Lim yang merasa penasaran akan hubungan Anna dengan Kazuya ingin bertanya kepada Anna tapi ia mengurungkan kembali niatnya karena menurutnya Anna tidak akan menjawab pertanyaan itu sekalipun.
Mereka pun kembali untuk pulang dengan sepeda Lim, dalam perjalanan Lim yang dihantui perasaan penasaran tidak bisa tertahan.
" An."
" Aku akan cerita sama kamu nanti kalau sudah waktunya " ucap Anna tiba-tiba memotong ucapan Lim.
Angin sore yang menusuk kulit Anna mengingatkannya akan masa lalunya.
Seoul, Korea.
Anna yang berusia 15 tahun dengan masa kelam-nya, ia dekat dengan seorang lelaki tampan yang bernama Sawamura. Seisi sekolah terlihat menyukai mereka, namun pada nyatanya tidak.
Mereka hanya menyukai Sawamura tidak menyukai Anna, dahulu Anna mempunyai seorang teman dekat sangat-sangat dekat. Tapi saat Sawamura mendekati dirinya temannya itu menjauhinya.
Bahkan teman-nya saja membuat nya terluka saat Sawamura pergi dari sisi Anna. Kepala Anna selalu di lempar oleh telur, ia selalu dipukuli, dan selalu di hina. Tidak ada satupun yang membantunya, begitu juga dengan temannya.
Namun saat Anna merasa frustasi akan kehidupannya, ia merasa stres akan hidupnya. Anna selalu berpikir bahwa dia tidak mempunyai salah apapun kepada orang tapi selalu dihina, di perlakukan tidak adil. Anna ingin pindah tapi tidak bisa karena ekonomi dari keluarganya yang saat itu sedang tidak bagus.
Anna ingin bunuh diri karena hidupnya terlalu menyakitkan, tetapi seorang lelaki bernama Kazuya Dai datang membantunya untuk bangkit.
Di sanalah pertemuan pertama Anna, Anna yang begitu bahagia karena Kazuya yang membantunya terus menerus dan percaya bahwa di dunia ini masih ada yang perduli terhadapnya.
Seiring berjalan waktu mereka menjadi saat dekat, sampai akhirnya kejadian dimana Anna dibawa oleh seorang 2 laki-laki dan 2 perempuan kedalam sebuah hotel.
Anna di buat pingsan oleh 4 orang itu, sampai ketika dia terbangun Kazuya yang dalam keadaan mabuk tertidur di sebelah Anna dengan tidak memakai baju, dan hanya memakai celana panjang hitam. Sedangkan Anna bajunya telah di robek oleh 4 orang yang membawanya kedalam sebuah hotel.
Anna ketakutan, matanya merintikan air mata ia tidak tahu harus bagaimana. Keluar tidak bisa karena tidak mempunyai pakaian apapun, di dalam sini pun juga tidak bisa karena akan membuat masalah.
Anna menangis menjerit-jerit tak tertahan, tak lama kemudian Kazuya terbangun dari tidurnya dengan kepala yanng terasa sangat berat.
Ia melihat Anna yang menutupi seluruh badannya dengan selimut dengan mata yang sangat merah. Kazuya memperhatikan sekitar bahwa keadaan ini sama sekali tidak ia ketahui.
Kazuya mendekati dirinya kepada Anna, tapi Anna terus menjauh. " An " panggilnya dengan lembut merasa bersalah.
" Menjauh dariku! " Seru Anna ketakutan.
" Ini tidak seperti yang kamu kira, ini salah paham "
" Aku juga tidak tahu kenapa, kepalaku juga sangat berat " lanjutnya.
" Aku bilang menjauh dariku!! "