
Pertandingan kedua tim Seido melawan Tim Mizuho.
Namun tanpa terduga, Tim Seido dapat mengalahkan Tim Mizuho dengan skor angka yang terbilang sangat jauh karena taktik yang sudah di ketahui oleh Anna.
Anna menonton pertandingan Tim Mizuho kemarin malam, ia terus membaca setiap pergerakan lawan dan akhirnya apa yang ia lihat tidak sia-sia.
Pergerakan kaki dari Tim Mizuho terlihat sangat selaras maka dari itu, Tim harus membuat pergerakannya menjadi tidak selaras.
Meski di quarter pertama dan kedua sangat sulit, di quarter ketiga dan ke empat Tim Seido dapat terbiasa dengan pergerakkannya dan mudah untuk di baca.
Pertandingan berakhir dengan skor 99-60.
Setelah pertandingan selesai, Anna berjalan menuju bis karena tidak tahan akan rasa mengantuknya.
Ia terus menguap karena semalaman ia begadang untuk menonton pertandingan Tim Mizuho.
Lim yang menyadari itu langsung memberikan sebuah minuman kepada Anna, Anna mengambil minuman itu dan meminumnya.
Mereka pun memasuki bis bersamaan dengan Tim Seido juga.
Sesampai di sekolah dan berjalan untuk pulang, Lim memegang lengan Anna dan menariknya untuk tidak pulang terlebih dahulu.
Ia mengajak Anna untuk pergi ke Taman Belakang Sekolah. Anna merasa malas, tapi tidak bisa apa-apa karena Lim sudah menarik lengan Anna.
Lim duduk di sebuah kursi " Kenapa? " tanya Anna seraya duduk di samping Lim.
" Aku ingin berbicara sesuatu " jawab Lim.
" Berbicara apa? " Tanya Anna dengan lelah.
Lim terdiam sebentar dan langsung berbicara " Apa kamu tidak apa-apa jika aku pergi ke Amerika? Aku tidak ingin meninggalkan kamu, aku ingin tetap di samping kamu. Tapi impianku juga tidak bisa aku diamkan, dan Ayahku sudah menyuruhku untuk pulang. Aku harus bagaimana? Membawamu? Mungkinkah? "
Tidak ada jawaban dari Anna. " Hei! Katakan! "
Anna masih belum menjawab, Lim menoleh kearah Anna yang matanya sudah terpejam dan tertidur.
Lim menghela nafas panjang, sebenarnya ia juga tidak ingin berbicara seperti ini kepada Anna. Lim menaruh kepala Anna di atas pundaknya, membiarkan Anna tertidur di pundaknya.
Ia mengelus kepala Anna dengan sangat lembut dan berbisik " Waktu yang tersisa tinggal 1 minggu lagi, aku harus apa untuk terus membahagiakan kamu? Membawakan kamu piala pertama dan terakhir? Akan aku lakukan apapun untuk membuat kamu bahagia, tapi tolong kamu janji. Saat aku pergi, kamu tidak akan menjadi seperti dahulu lagi. Kamu harus tetap menjadi seperti ini. "
Anna mendengar bisikan dari Lim, ia menahan tangisnya agar tidak ketahuan bahwa Anna tidak tertidur. Ia hanya berpura-pura tertidur agar tidak menjawab pertanyaan dari Lim.
Anna juga tidak tahu jika Lim berkata seperti itu, Anna juga tidak tahu harus menjawab apa. Memintanya untuk tetap disini? Itu terlalu kejam.
••
Pertandingan ketiga di mulai yaitu Semi-final
Bel berbunyi pertanda pertandingan di mulai.
Quarter awal sangat sulit untuk Tim Seido karena pertahanan Tim Komba terlihat sangat rapat dan tidak bisa untuk di masuki.
Namun Lim yang sudah berjanji dan mempunyai tekad kuat, akhirnya setelah detik-detik terakhir dapat mencetak awal dari quarter pertama yaitu 10-2.
Quarter kedua di mulai kembali, setelah istirahat selama 2 menit.
Pertahanan Tim Komba terlihat masih sangat rapat, tapi sedikit demi sedikit Tim Seido dapat memasuki pertahanannya tersebut dan memperkecil skor.
Quarter kedua di akhiri dengan skor 20-22.
Istirahat 10 menit.
Keringat Tim Seido sudah bercucuran di wajah masing-masing pemain, karena kali ini mereka mendapatkan lawan yang seperti besi tidak bisa dengan mudah untuk di lunakkan.
Lim juga terlihat sangat tenang dan fokus, matanya tetap tertuju kearah lapangan.
Setelah istirahat 10 menit, dan mengganti strategi. Akhirnya quarter ke-tiga di mulai.
Namun kali ini pertahanan dari Tim Komba sedikit mengurang, sepertinya Tim Komba masih kelelahan dengan quarter pertama dan kedua.
Lim terus mencetak angka dengan three point, Sawamura mencetak dari dalam. Dan Kenji membantu Lim mencetak angka dari three point.
Sehingga skor akhir dari quarter ketiga adalah 55-50.
2 menit istirahat.
Quarter ke-empat dimulai, quarter terakhir dari pertandingan ini.
Pertahanan dari Tim Komba kembali sangat rapat, tetapi offens dari Tim Seido lebih unggul di bandingan deffens dari Tim Komba.
Sehingga skor pertandingan akhir adalah 60-52. Pertandingan di menangkan oleh Tim Seido.
Semi final kali ini sangat sulit karena pertahanan dari Tim Komba terlihat sangat kuat. Membuat para pemain Seido terlihat sangat lelah.
Coach memberikan arahan kepada Tim, Tim mengganti baju.
Anna membelikan sebuah minuman kepada Lim, membalas budi atas minuman kemarin.
Saat selesai briefing dan mengganti pakaian Anna langsung memberikan minuman itu kepada Lim dengan berkata " Selamat! "
Lim tersenyum bahagia dan mengambil minuman itu sambil meminumnya. Ia pun pergi ke dalam bis.
Ketika Anna ingin kembali kedalam bis, sebuah pesan masuk dari handphone Anna. Anna segera membacanya dan pesan itu adalah dari Chris yang bertulis " Besok adalah penentuan Lim untuk masuk tim New York Knicks atau tidak dan apa dia akan mengikuti pertandingan NBA atau tidak, tolong kamu bantu dia "