
" Anna maafkan aku. " Teriak Lim dari jauh.
Hinata yang melihat perselisihan antara Lim dan Anna hanya tertawa terbahak-bahak.
" Kalian bertengkar? " Hinata dengan nada menyebalkan.
" Diam! " Seru Yuki yang menarik Hinata untuk tidak ikut campur dalam urusan Lim dan Anna.
" Anna, dengarkan aku. " Kata Lim berjalan mendekati Anna. " Stop! " Tahan Anna yang tidak ingin Lim mendekatinya.
Jika semakin lama Anna bersama dengan Lim, maka seiring waktu perasaannya akan terus tumbuh.
Dan perasaan yang tumbuh adalah sebuah permulaan dari luka.
Sempat Anna berpikir untuk membuka hatinya untuk Lim, tapi bagaimana jika Lim tahu tentang masa lalu Anna.
Akankah dia tetap menyukai Anna atau akan menjauhinya?
Sedangkan bagi Lim, ia akan tetap berusaha meskipun hati Anna tidak akan pernah terbuka untuknya.
Setidaknya untuk Lim saat ini adalah tidak ada yang lebih penting dibandingkan Anna.
Perasaannya terus tumbuh, dan Lim yang memiliki perasaan itu saja sempat kebinggungan entah harus bagaimana dengan perasaannya sendiri.
Berhenti menyukai itu bukan perkiara yang mudah, sesuatu yang sudah tertanam di dalam hati akan sulit untuk dilupakan.
Butuh berbulan-bulan, tidak bertahun-tahun agar perasaan itu layu kembali.
Perasaan juga seperti bunga, yang tiap hari akan terus mekar apabila diberi sebuah air.
Begitu juga dengan Lim, perasaannya terus mekar jika melihat Anna.
Anna adalah manusia keras kepala yang tidak bisa Lim tebak jalan pikirannya, yang ngangenin tapi tidak bisa ia imbangi.
Lim tidak memperdulikan ucapan Anna, ia hanya berjalan cepat dan memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
" Menjauh dariku. " Anna terus mendorong bahu Lim agar melepaskan pelukannya, tapi pelukan Lim sangat erat sehingga Anna tidak bisa melepaskan pelukannya.
" Diam sebentar, aku bersalah maaf sudah membentak kamu. " Ucap Lim lirih yang membuat Anna memberhentikan tangannya untuk mendorong Lim.
" Tolong lepaskan pelukannya. " Pinta Anna dengan penuh harapan. Lim melepaskan pelukannya dengan pandangan tertunduk. " Maaf Anna, aku seharusnya tidak membentak kamu. Aku egois terhadap sendiri, meminta kamu untuk tidak apa-apa tidak menyukaiku. Tapi sejujurnya aku ingin kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan perasaanku. " Jelas Lim.
" Aku sudah bilang aku tidak akan menyukaimu. " Penolakan Anna kembali.
Lim tersenyum kecil. " Kita manusia, kita berhak menyukai seseorang walau tak disukai kembali. Kita juga manusia, kita tak selalu bisa mendapatkan sesuatu yang sudah kita anggap tepat. "
" Tidak apa-apa kamu tidak menyukaiku, yang terpenting adalah aku menyukaimu. Dan itu tidak terelakkan. "
Mendengar perkataan Lim yang menyentuh ke hati Anna membuat mata Anna berkaca-kaca tidak percaya apa yang ia dengar.
Lelaki yang begitu ambis dengan perasaannya kepada Anna, tapi Anna tidak bisa membalas perasaannya.
Langkah kaki Anna perlahan mendekati Lim dan mulai memeluk tubuh Lim erat. " Maafkan aku. "
" Kenapa kamu minta maaf? " Lim kebinggungan.
Anna melepaskan pelukannya dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Lim.
Tidak ada yang bisa ia katakan lagi selain permintaan maaf, Anna hanya takut ia akan menyakiti Lim lebih jauh lagi.
" Anna " sapa Gi dari depan Anna dengan membawa sebuah minuman untuk Anna.
Lim hanya mengepalkan tangannya, perasaannya tidak bisa ia tahan lagi.
Saat Gi mencoba menarik lengan Anna untuk pergi dari tempat itu, Lim dengan cepat menangkis tangan Gi untuk tidak memegang lengan Anna.
" Jangan sentuh dia! " Seru Lim. Gi mengerutkan dahinya. " Kamu siapa dia? "
" Anna, aku ingin bertanya. Apakah dia benar pacar kamu? Omongan dia dan kamu bohong bukan? "
Sudut mata Anna berkerut. " Bukankah aku sudah bilang berkali-kali? Kalau dia pacarku, dan aku pernah bilang bukan kalau aku tidak akan bisa menyukai kamu. Karena aku sudah memiliki pacar, jadi tolong jauhi aku. Kamu akan menyesal jika menyia-nyiakan hidup kamu hanya untuk aku yang tidak akan pernah melihat kearah kamu. " Papar Anna.
Penolakan kali ini sungguu membuat hati Lim terluka, logikanya kembali dalam keadaan sadar.
Selama ini Lim telah menyusahkan hidupnya sendiri karena Anna.
" Kamu tidak apa-apa menolakku, tapi ucapanmu ini sangat menyakitkan. " Kata Lim seraya meninggalkan Anna dengan tatapan kosong.
Mata Anna melebar, ia terkejut dengan ucapan yang ia lontarkan kepada Lim.
Anna tidak bisa apa-apa, ia hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.
" Kamu baik-baik saja? " Tanya Gi khawatir. Anna menelan ludah dan menjawab. " Aku baik-baik saja, mari pergi. "
00:00 a.m
Lim masih belum bisa tertidur, perkataan Anna masih terngiang-ngiang di dalam otaknya.
Selama ini Anna mungkin selalu menolaknya, tapi ucapan bahwa Anna tidak akan pernah melihat kearahnya membuat Lim tersadar bahwa selama ini yang ia lakukan hanyalah sia-sia.
Sampai kapanpun Anna tidak akan pernah melihat kearahnya, butuh usaha apa untuk membuat Anna sedikit saja melihat kearah Lim.
" Harus dengan cara apa lagi. " Keluh Lim dalam kamar dengan pandangan tertunduk.
Sebuah telepon memasuki handphone Lim, Lim sama sekali tidak menjawab.
Dan untuk terakhir kalinya, Lim akhirnya menjawab telepon dari Okumura.
" KAP! KENAPA BARU MENJAWAB! " Teriak Okumura dari sebrang.
" Ada apa menelepon malam-malam? " Lim kebinggungan.
" Itu, sepertinya Kuramochi mendapat masalah. "
" Masalah? "
" Iya, dia bertengkar dengan SMA Fukuro. "
" Ceritakan lebih detailnya padaku. "
Okumura menceritakan tentang Kuramochi yang baru saja pulang dari latihan dan tidak sengaja ia melihat seorang perempuan yang hampir dilecehkan oleh beberapa lelaki SMA Fukuro.
Kuramochi datang dan menolong perempuan itu, tapi Kuramochi sudah habis. Saat itulah Okumura datang untuk menghalau SMA Fukuro untuk tidak memukul Kuramochi lagi.
Dan mereka memberi syarat bahwa mereka akan meloloskan Kuramochi asal kami bermain three on three dengan mereka.
Saat ini Kuramochi tidak bisa apa-apa, tubuhnya sudah terluka. Maka dari itu Okumura meminta tolong kepada Lim serta Sawamura untuk bermain thre on three dengan SMA Fukuro.
Para pemain tim basket SMA Fukuro selalu saja membuat masalah, saat Inter-High tahun kemarin. SMA Fukuro kalah melawan SMA Okawa dan mereka memukul para pemain SMA Okawa di dalam lapangan.
Setelah itu mereka didiskualifikasi dan tidak diperbolehkan untuk bermain Inter-High selamanya.
Tapi inti dari itu semua adalah para pemain basket SMA Fukuro sebanding dengan para pemain SMA Okawa.
Skor Inter-High tahun kemarin mereka berlawan hanya berbeda 1 angka yaitu 100-99.
Pemain mereka tidak bisa dianggap lemah, apalagi saat ini salah satu pemain dari SMA Fukuro mengincar Lim.
Karena Lim menjadi pembicaraan banyak pemain basket lain.
" Jadi kamu ingin aku bermain? " Tanya Lim.
" Iya, tolong kap. Kalau tidak Kuramochi bisa mati. " Jawab Okumura dengan ketakutan.
" Tidak usah takut seperti itu! Mereka tidak akan membunuh Kuramochi, lagipula yang diincar oleh mereka adalah aku. "
" Maaf kap, apakah kap akan datang? "
" Aku datang. " Ucap Lim dengan mengganti seluruh pakaian dan sepatunya.
Ia berlari menuju tempat yang sudah diberikan oleh Okumura, Lim memaksakan dirinya.
Mestinya ia tidak boleh bermain karena jaitan di perutnya akan terbuka kembali.
Tapi, Lim harus memaksakan diri demi temannya.
Dan agar SMA Seido tidak dianggap lemah oleh SMA Fukuro.
Sekitar 20 menit Lim berlari terus-menerus akhirnya sampai ditempat tujuan.
Terlihat Kuramochi, Sawamura dan Okumura yang duduk di sebuah kursi. Wajah Kuramochi benar-benar sudah habis dengan banyak luka dipipinya.
" Hai Lim. " Kata Takeda salah satu lelaki yang telah menghajar Kuramochi.
Lim menolehkan kepalanya kearah Takeda dengan tatapan emosi.
" Wah, mukanya benar-benar tampan. " Ujar Zen teman dari Takeda.
" Tapi dia terlihat lemah. " Pekik Sano.
Takeda, Zen dan Sano merupakan pemain basket dari SMA Fukuro. Mereka juga adalah pemain andalan dari SMA Fukuro.
" Apa kabar Lim? " Tanya Takeda mendekati Lim.
" Kamu kenal Anna? " Bisik Takeda tepat ditelinga Lim yang membuat mata Lim melebar.
" Kamu tahu tentang Anna? "
" Siapa yang tidak tahu soal Anna, gadis cantik di Korea yang sangat terkenal. " Tawa Takeda.
" Korea? "
" Kamu tidak tahu tentang Anna yang tinggal di Korea? "
Sawamura yang mendengar nama Anna dari mulut Takeda membuatnya mengerutkan dahinya. Ia tidak mengerti bagaimana Takeda tahu soal Anna yang pernah tinggal di Korea.
Padahal hanya sebagian orang saja yang tahu tentang Anna.
" Harusnya kamu tanya dengan Sawamura, ia satu sekolah dengan Anna. " lanjut Takeda menunjukkan kearah Sawamura.
Lim menyeringai tidak mengerti dengan situasi ini.
Sawamura satu sekolah dengan Anna?
" Apa-apaan ini. " kesal Lim dengan dirinya sendiri.
Orang yang bahkan jauh dengan Anna bisa mengetahui tentang Anna, dan Lim sendiri yang menyukai Anna tidak pernah sekalipun mengetahui apapun tentang Anna.
Selain menyukainya.