Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Perasaan bimbang



Mungkin kencan kedua kemarin adalah kencan terbaik yang pernah di lakukan oleh Anna dengan Lim.


Itu juga termasuk kenangan yang tidak akan pernah di lupakan oleh Anna dan Lim.


Anna mencetak foto bersama Lim, dan menempelkan foto itu di papan kamar Anna yang sudah Anna buat untuk foto-foto antara Anna dengan Lim saja.


Lalu, ia melihat kalender. Besok adalah Technical Meeting pertandingan musim dingin tanpa para senpai.


Lim dan tim basket pun sudah berlatih sangat keras untuk memberikan hasil yang memuaskan di pertandingan musim dingin nanti.


Anna merasa khawatir dengan Lim yang sepertinya masih belum bisa melupakan pertandingan Inter-High itu.


Anna menelepon Lim, tapi tidak diangkat sama sekali. Anna keluar untuk kerumah Lim, tapi di rumah pun Lim tidak ada.


Ia berjalan kesana-kemari mencari Lim karena gelisah, takut Lim menyendiri dan menyalahkan dirinya kembali.


Sampai kaki Anna terhenti saat melihat Chris seorang pelatih NBA berada di hadapannya saat ini.


" Hai, kamu yang waktu itu kan " ujar Chris.


" Kenapa? " tanya Anna.


" Hmm, sebenarnya aku sedang mencari Lim. Aku sudah memberi dia pesan kemarin, tapi dia belum menjawabnya maka dari itu aku mencarinya kesini. "


" Kamu memberi pesan? Pesan apa itu? "


" Aku meminta kepadanya setelah pertandingan musim dingin, dia harus ikut denganku untuk pergi ke Amerika. Melakukan pelatihan disana, dan menjadi Atlet basket. "


Mata Anna melebar, secepat inikah waktu?


Anna mengepalkan tangannya menahan tangisnya " Apa dia menerimanya? " tanya Anna


" Dia masih belum menerimanya, tapi bukankah ini yang dia inginkan? Sewaktu kecil dia pernah memberikan surat kepadaku bahwa dia ingin saat besar nanti, aku membawanya menjadi Atlet. Dan dia ingin, aku melihat kerja kerasnya untuk menjadi Atlet basket "


Ah jadi itu harapan Lim, mungkin saat ini. Anna hanya menyulitkan Lim saja, mungkin saat ini perasaannya bimbang untuk pergi meninggalkan Anna atau menghilangkan kesempatan yang dia inginkan.


" Ah, seperti itu ya. "


" Iya, jadi tolong kalau misalnya kamu lihat Lim tolong hubungi aku. " Ucapnya seraya pergi.


Saat ini Anna merasa bersalah dengan Lim, karena selalu berkata jangan meninggalkan nya. Ia bersalah membuat apa yang diinginkan Lim bisa saja punah karenanya.


Anna tidak ingin hanya karena dirinya, Lim tidak bisa menjadi atlet.



Anna menuruni anak tangga untuk mendatangi Lim.


" Lim " sapa Anna.


Lim menoleh kearah suara Anna, ia terkejut kenapa Anna bisa berada disini. " Anna, kenapa kamu ada disini? " tanya Lim.


" Aku hanya mencari kamu saja, karena pesanku tidak di jawab. Aku kerumahmu pun tidak ada siapapun. " jelas Anna seraya duduk bersampingan dengan Lim.


" Maaf aku tidak memberitahumu dulu "


" Tidak apa-apa, aku tahu kamu sedang kesulitan. "


" Dan tadi aku bertemu dengan Chris, pelatih NBA atau Tim New York Knicks " lanjut Anna


Lim menoleh kearah Anna memperhatikan kearah Anna dengan mata yang berkerut, bimbang, tidak tahu harus bagaimana.


" Maaf aku tidak bilang lagi " ucap Lim dengan nada rendah.


" Hei, bukankah aku sudah bilang tidak apa-apa?! " tegas Anna.


" Tapi... "


" Sudah tidak ada tapi-tapian. Sekarang gini, kamu ingin mengambilnya atau tidak? "


" Tidak tahu "


" Kenapa sekarang kamu jadi tidak punya pendirian seperti ini? "


" Aku tidak ingin meninggalkan kamu An. "


Ketika Lim berkata seperti itu, mata Anna berkaca-kaca. Ia juga tidak ingin Lim meninggalkannya, tapi Anna juga tidak ingin Lim meninggalkan kesempatan yang tidak akan pernah terulang lagi.


Anna memegang kedua jemari Lim dan menatap mata Lim dengan seksama. " Dengar, jangan pedulikan aku. Kamu fokus mengejar masa depan kamu. "


" Bukankah itu impianmu dari kecil? Kenapa sekarang kamu bimbang hanya karena aku?! Kamu tidak boleh seperti itu. "


Di malam yang dingin, angin yang berhembus sangat kencang. Air mata Lim menjatuhi pipinya, untuk pertama kali Anna melihat Lim menangis.


Lim menaruh kepalanya diatas pundak Anna dan berkata dengan nada rendah " Terimakasih. "