
" Hallo Anna "
" Kamu? " ucap Anna terkejut dengan seseorang yang berada di depannya saat ini.
" Kenapa? Terkejut, dasar bodoh! " sindirnya.
Dia berjalan mendekati Anna dengan wajah yang sudah sangat Anna kenali. Dia adalah Hinata.
" Bagaimana bisa kamu berakting seakan-akan kamu tidak bersalah? " tanya Anna tidak mengerti.
" Bagaimana ya, tapi aku mau ngasih satu kebohongan dan aku akan jujur padamu. Sebenarnya Nana bukan adik dari Mari, tapi adik Mari adalah aku. "
Lalu air mata Anna terjatuh tiba-tiba, bodohnya ia percaya begitu saja. Dan alasan kenapa dia bisa tiba-tiba berada dalam hutan saat kemarin-kemarin adalah karena Hinata.
Semua rencana telah di rencanakan oleh Hinata, tidak ada seorang pun yang tahu akan ini.
" Aku sudah membuat rencana besar-besaran, Nana membantuku karena aku mengancamnya bahwa aku akan memberitahu semua orang bahwa dia sewaktu SMP sudah di lecehkan oleh Ayahku. "
" Haha, kamu seperti kakakmu bukan? "
Hinata mendekati Anna mencengkeram pipi Anna dengan sangat kencang.
" Jangan bawa dia, kamu tidak pantas. Karena kamu dia bunuh diri satu-satunya kakak terbaikku! "
Hinata melepaskan cengkaramnya dari pipi Anna, Anna meringis kesakitan dengan berani Anna berkata " Kakak terbaik? Dia membuat hidupku hancur, itu yang di bilang kakak terbaik? Dia membuat jalan yang tidak benar untukmu! Seharusnya kamu berada di jalur yang berbeda! Tapi kamu malah dalam satu lingkaran dengan dia! "
Hinata yang kesal langsung menendang bahu Anna sampai ia terjatuh ke lantai. Anna menahan sakitnya, ia harus berani apapun itu demi keadilan. Anna tidak ingin di sakiti lagi, ia ingin berani untuk berdiri meskipun itu sulit.
" Kamu tahu, keluarga kamu telah membuat hidupku hancur. Ayahmu membuat Ayahku memasuki penjara, Kamu membuat kakakku bunuh diri. Kamu itu tidak pantas untuk bahagia. Aku sudah mengikutimu dari saat kakakku masuk jeruji besi, aku ingin tahu segala hal tentang kamu. Karena aku ingin balas dendam, tapi kamu tiba-tiba saja di kabarkan pindah ke Jepang. Dengan sisa uang tabunganku, aku pergi kesana. Tapi aku sangat berterimakasih kepada Nana karena telah membantuku sejauh ini. Ini saatnya aku membunuhmu. Aku ingin melihat bagaimana keluargamu bisa menghadapi ini. "
" Meskipun aku mati, keluargaku tidak akan menjadi seperti keluargamu! " Tegas Anna.
Hinata menampar Anna dengan sangat kencang.
" Aku ingin bertanya, bagaimana kamu mendapatkan file video itu? " lanjut Anna.
" Aku mendapat videomu dari file laptop kakakku yang di hancurkan oleh keluarga mu. Aku mendapat satu video yang masih utuh dan takdir memihakku. Video itu adalah kamu "
" Ini waktunya untuk membunuhmu " lanjut Hinata mengeluarkan sebuah gunting.
Yang pertama akan dia lakukan adalah menggunting jari-jari Anna agar ia kesakitan, Anna mengerutkan dahinya. Berharap dalam hati seseorang akan datang.
Ia ingin Lim ada disini menyelamatkan sekali lagi.
" Tolong Lim datang! Ayah-Ibu " harap Anna dalam pikirannya.
Lalu saat Hinata baru saja ingin menggunting jari Anna, seseorang mendobrak pintu sehingga pintu itu rusak dan terbuka.
Anna yang sudah menangis dan menyerah, kini harapannya dapat sedikit demi sedikit terkabul, sehingga Anna tidak mati dalam takdir yang selalu tidak memihak kepadanya.
Seseorang itu datang memasuki gubuk dengan wajah kesal.