
10:00 a.m
Hari yang ditunggu akhirnya datang, Lim menunggu di depan rumah Anna dengan perasaan bahagia untuk pergi ke Seibu Amusement Park.
1 menit kemudian, Anna keluar rumah dengan memakai sweater polos putih dengan celana pendek jeans dan sepatu berwarna putih serta tas selempang berwarna hitam.
Ia mendatangi Lim sambil tersenyum kecil, Lim yang memasukan ke dua tangannya di saku celana merasa terpesona karena melihat Anna yang berdandan sedikit untuk pergi bersama dengannya.
" Mari kita pergi " ajak Anna kepada Lim, Lim tidak bisa berbicara karena merasa terpesona dengan Anna hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
Mereka berjalan ke stasiun menuju Seibu Amusement Park. Sesampai disana mata Anna mengelilingi sekitar tempat itu dengan terpukau.
Setelah sekian lama Anna tidak pernah ke tempat bermain sedikitpun karena merasa takut tapi saat bersama dengan Lim, ia merasa tenang tanpa ada ketakutan.
Lim ingin memegang tangan Anna, tapi Anna menjauh tanpa senggaja membuat Lim mengedipkan mata secara cepat dan merasa malu.
" Kamu mau naik apa? " tanya Lim.
" Rollercoaster " jawab Anna membuat Lim terdiam mendengar ucapan Anna tidak sebanding dengan yang ia perkirakan.
Ketika mereka menaiki rollercoaster Anna yang teriak bersama dengan orang-orang merasa bahagia, sedangkan Lim merasa sangat mual dan ketakutan dengan wajah datarnya.
Setelah sekian lama kemudian akhirnya selesai membuat Lim merasa lega namun ingin merasa muntah.
" Kita mau naik apa lagi? " ajak Anna lagi dengan antusias.
Lim hanya menggelengkan kepalanya merasa pusing. " Kamu baik-baik aja? " Anna kembali dengan khawatir melihat kondisi Lim yang tidak memungkinan.
" Aku baik-baik aja " jawabnya.
" Kalau begitu kita beli eskrim dulu yuk " kata Anna kepada Lim seraya menarik lengan Lim untuk membeli sebuah eskrim.
Anna membelikan Lim eskrim coklat susu sedangkan Anna membeli eskrim rasa pink coklat.
" Kita foto yuk? " Anna tersenyum bahagia. Wajah Lim memerah karena merasa Anna hari ini membiarkan dirinya terbuka untuk pertama kalinya.
Anna menarik Lim untuk dekat dengannya, dan berfoto sambil memegang eskrim. Ia tersenyum sedangkan Lim menoleh kearah Anna dengan wajah datarnya.
1....2.....3 cekrek.
" Aku akan simpan foto ini " ucap Anna. Lim terus mengedipkan mata karena tersipu malu.
" Kamu hari ini diam saja, apa kamu ngga menyukai pergi denganku? Padahal kamu yang mengajakku " keluh Anna.
" Terus kenapa? "
" Aku hanya merasa aneh karena kamu seperti ini "
" Kalau begitu, aku diam saja ya seperti aku berada di sekolah "
" Tiiitidakkk- tiiidak apaaa-apaaa " Anna mendesah kesal karena Lim langsung meninggalkannya begitu saja, tapi Lim hanya terdiam tidak mengejar Anna.
Anna menghentikan langkah kakinya, menoleh kearah Lim dengan wajah sinisnya. " Katanya kamu bakal terus didekat-ku! Saat ini kamu jauh! " Kesal Anna.
Lim memiringkan kepalanya tidak mengerti, dan akhirnya baru sadar kalau jaraknya sudah jauh. Lim langsung mengejar Anna dan berdekatan dengannya.
5 menit kemudian setelah mengantri lama akhirnya mereka menaiki sebuah Ferris wheel ( biang Lala ) belum saja beberapa menit Lim merasa mual.
Anna tertawa terbahak-bahak melihat Lim yang merasa pusing, tapi tiba-tiba saja Lim tertidur di bahunya membuat tawa Anna terhenti sesaat melihat kearah Lim yang tertidur di bahunya.
Hati Anna berdetak kencang tidak bisa henti, ia malu kepada diri sendiri karena hatinya bisa seperti ini saat di dekat dengan Lim.
Biang Lala terus berputar sampai akhirnya Lim terbangun dari tidurnya, ia melihat Anna yang sedang menatap keluar. " Hei Anna, maaf aku ketiduran " ucapnya membuka mata.
Anna menoleh kearah Lim, ia meregangkan tangannya itu karena merasa kaku. " Aku sudah bayar untuk beberapa putaran sampai akhirnya kamu bangun. Kamu harus menggantinya! " pekik Anna.
" Kalau begitu kamu ingin apa? "
Anna memikir sejenak, lalu berkata " Nanti saja aku pikirkan lagi, sekarang kita pulang dulu. Oke " perintah Anna membuat Lim mengangguk-anggukan kepala mengerti.
Mereka akhirnya turun dari Biang Lala, dan keluar dari Seibu Amusement Park. Tiba-tiba saja Lim mendapatkan sebuah telepon dari Ayahnya.
" Sebentar aku jawab telepon dari ayahku dulu " ucapnya menjauh dari Anna.
Anna menunggu Lim yang sedang bertelepon dengan Ayahnya. Sampai akhirnya selesai, Anna berjalan berada di depan Lim. Lim menarik lengan Anna dan membuat Anna dalam pelukannya.
" Kenapa? " tanya Anna merasa khawatir. Lim menahan tangisannya itu dan memeluk Anna dengan sangat erat.
" Kamu menangis? "
" Kenapa? "
" Hei! Kenapa? "