
Stadion untuk Final berbeda yaitu Hannariez Arena yang bertempat di Kyoto.
Anna dan Lim datang terlebih dahulu untuk melihat pertandingan perebutan juara 3.
Namun pertandingan masih belum di mulai, penonton masih menunggu sampai pukul 11:00 a.m
Di sepanjang jalan pun Anna dan Lim tidak berbicara, Anna ragu terhadap dirinya sendiri dan Lim bimbang akan pilihannya.
Tapi Anna tidak ingin membuat Lim bimbang, dia juga tidak ingin menjadi beban untuk Lim.
Anna harus terlihat bahagia apapun itu, ia harus terlihat bahwa ia dapat menerima kepergian Lim dengan bahagia meski itu hanya pura-pura.
Di dalam stadion, terlihat Kazuya yang kesulitan membawa bola basket. Dengan cepat Anna langsung membantu Kazuya membawa bola basket itu.
" Tidak apa-apa An, aku baik-baik saja " tolak Kazuya.
" Tidak, lagi pula kemana temanmu? " tanya Anna.
" Mereka datang nanti, aku hanya ingin melihat pertandingan ketiga. Dan kamu disini sendirian? " tanya Kazuya.
" Tidak, aku bersama Lim " jawab Anna, Kazuya melihat kearah Lim yang sepertinya tidak marah sedikitpun saat melihat Anna membantunya.
" Ini tidak apa-apa? " tanya Kazuya. Anna memberikan sebuah senyuman kepada Kazuya.
Lim melihat kearah Anna yang tersenyum bahagia kepada Kazuya.
" Tidak apa-apa " jawab Anna membantu Kazuya.
Kali ini perasaan Lim tidak akan goyah lagi, ia akan pergi. Dengan perilaku Anna yang sudah tidak seperti dulu, itu tidak akan mengkhawatirkan kembali.
Lim berjalan menemui Chris, Chris yang menunggu di depan stadion merasa tersanjung karena Lim datang menemuinya.
" Jadi? "
" Aku akan menerimanya, tapi beri aku waktu 3 hari untuk berpamitan kepada teman-teman "
" Silahkan " ucap Chris.
••
" Hei, tadi aku lihat si Lim itu bersama dengan pelatih dari Tim New York Knicks loh, pelatih NBA juga yang suka merekrut orang-orang " bisik seseorang yang terdengar oleh Kazuya dan Anna.
Anna menundukkan kepalanya, ia menahan tangisnya. Anna melakukan seperti ini agar Lim dapat bertemu dengan Chris dan menunjukan kepada Lim, bahwa ia tidak apa-apa.
" Aku tidak apa-apa " jawab Anna menahan tangisnya.
Kazuya tidak berani bertanya kepada Anna, karena mungkin itu akan membuat Anna semakin terluka.
" Sudah bolanya taruh disini saja " ujar Kazuya. Anna melepaskan bola-bolanya di tribun Tim Okawa.
" Terimakasih " kata Kazuya. Anna langsung pergi dari sana menuju tempat yang sunyi, yang tidak ada siapapun yang melihatnya.
Ia menangis menjerit, memeluk lututnya. Tak tahan lagi menahan tangisnya, Anna tidak bisa melihat Lim pergi.
Ia tidak bisa melihat Lim jauh darinya, ia tidak bisa.
Pukul 12:00 a.m
Lim mencari Anna tapi tidak ketemu sama sekali, ia melihat Kazuya dan langsung menarik kerah baju Kazuya dengan keras.
" Dimana Anna! " Seru Lim khawatir.
" Kenapa tanya aku? "
" Tadi kan kamu bersama dengan dia! "
" Iya tadi aku bersama dengan dia, tapi dia pergi setelah itu " bentak Kazuya.
Membuat seluruh penoton disana memperhatikan kearah mereka. " Apa maksud kamu? Terus dia dimana! " seru Lim.
" Aku tidak tahu! "
Lim melepaskan tangannya dari kerah Kazuya. Matanya mengelilingi stadion, mencari Anna.
" Jadi gimana kamu akan bilang kepada Anna kalau kamu akan pergi ke Amerika? Kamu akan meninggalkannya setelah kamu mendapatkannya? " sindir Kazuya.
" Itu bukan urusanmu! " Tegas Lim.
Tidak lama kemudian, Anna datang. Lim dengan cepat langsung memeluk kearah Anna karena khawatir. " Hei kamu kemana? Aku khawatir! "
Anna tidak membalas pelukan Lim, ia hanya melepaskan pelukan Lim dengan perlahan " Tidak apa-apa, tadi aku hanya sakit perut saja. " Jawab Anna.
" Ayo kita ke Tim Seido, mereka sudah menunggu " lanjut Anna membawa Lim pergi dari sana.