
Anna tertawa kecil mendengar ucapan Lim. " Kenapa? Aku serius! "
" Jadi kamu cemburu? " goda Anna.
" Tidak! "
" Jawab saja! " Goda Anna.
" Lebih baik, kamu jawabku dulu! "
Anna mencium pipi Lim dengan lembut sambil berkata " Iya "
" Kalau begitu sekarang kita mempunyai hubungan? " tanya Lim dengan girang.
Anna menganggukkan kepalanya.
" Aku boleh cium kamu sesuka aku? " tanyanya lagi.
" Hei, tidak sesuka kamu mesum! " ledek Anna.
" Kalau begitu lagi, tadi kamu berbicara apa dengan Sawamura? "
" Dia berkata, dia sangat mencintaiku "
" Serius! "
" Aku berkata dengan serius! "
" Katakan lagi ga! " Ucap Lim seraya usil menggelitikkan perut Anna.
Anna merasa geli dan berkata " Serius, dan dia berkata dia sudah tidak punya kesempatan lagi bersaing denganmu. Lalu dia meminta kami terus menjadi teman, dan aku katanya iya " .
Mendengar ucapan Anna, Lim merasa menang. Setelah sekian lama mengejar Anna, merasa malu, terluka, sedih dan lainnya.
Untuk mengejar Anna saja di perlukan setengah mati, maka dari itu Lim tidak akan melepaskan Anna begitu saja.
Ia akan terus menjaga sampai kapanpun, dan akan terus mencintai Anna. Karena baginya saat ini, Anna adalah ciptaan Tuhan yang paling terbaik.
Yang harus di jaga, di rawat, di sayangi dan tidak boleh di lukai sedikit pun.
" Mari kita pulang " ajak Lim kepada Anna.
Anna menganggukkan kepalanya merasa bahagia, ia bahagia karena Lim. Ia bahagia bisa di dekat Lim.
Ia sangat bahagia mengenal Lim.
" Hei, kamu tahu kenapa aku menyukaimu? " ucap Lim tiba-tiba.
" Kenapa? "
" Karena kamu sangat mirip dengan Ibuku, aku menyukaimu saat pandangan pertama. Dari mata, hidung. Kamu sangat mirip dengan Ibuku. Maka dari itu aku sangat menyukaimu "
" Alasan yang tidak masuk akal "
" Tidak, maafkan aku haha " canda Anna.
Lim langsung merangkul Anna membawa Anna keluar dari lapangan basket itu.
••
Keesokan harinya.
Kazuya memberikan sebuah pesan singkat kepada Anna yang berkata " Temui aku di cafe pukul 5:00 p.m, ada yang ingin aku bicarakan "
Pesan dari Kazuya membuat Anna menjawab " Iya ".
Anna tidak takut kembali untuk bertemu dengan Kazuya, tidak seperti sebelumnya. Kali ini berbeda, kali ini ia akan berani untuk menghadapi apapun.
Ia telah memaafkan segalanya, memaafkan orang-orang yang telah melakukan kesalahan kepadanya di masa lalu.
Pukul 5:00 p.m
Kazuya sudah menunggu Anna di Cafe Racer, cafe dekat sekolah Anna. Anna melihat Kazuya yang sudah menunggunya langsung menghampiri dengan senyuman.
Kazuya tersipu malu melihat senyuman Anna, sudah lama ia tidak melihat senyuman Anna.
" Halo " sapa Anna seraya duduk berhadapan dengan Kazuya.
" Hai An " sapa Kazuya.
" Sudah lama ya aku tidak melihat senyum kamu lagi " lanjut Kazuya membuat Anna merasa malu karena setelah sekian lama, akhirnya ia bisa tersenyum dengan lebar lagi.
" Jadi, kenapa? " tanya Anna.
Kazuya meminum air di gelasnya, dan menaruh kembali di atas meja. Kazuya menundukkan kepalanya merasa bersalah dengan Anna.
" Hei! " seru Anna tidak suka melihat Kazuya seperti ini.
Kazuya menjelaskan segalanya, memberitahu kenapa ia mempermainkan Anna. Dan meminta maaf, Anna sudah memaafkannya saat ia melupakan segalanya.
Maka dari itu, tidak perlu ada permintaan maaf lagi dari siapapun.
Di balik jendela, Okumura yang melihat Kazuya dan Anna langsung menelepon Lim.
" Hei, wanitamu bersama dengan kazuya " ucap Okumura memberitahu kepada Lim.
" Ha! Bohong kau! " jawab Lim.
" Bohong? Aku akan foto " kata Okumura seraya memfoto antara Anna dengan Kazuya dan mengirimnya kepada Lim.
Lim melihat foto itu merasa kesal karena Anna tidak berkata sedikitpun kepadanya. " Sudahlah mungkin hanya berbicara " jawab Lim tanpa perduli.
Okumura hanya acuh dan segera menaruh handphonenya di saku. Tanpa perduli lagi ia langsung berjalan kembali pulang.
••