Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Dirinya?



Setelah berhari-hari kepergian Lim, berhari-hari itu pula kondisi Anna semakin memburuk.


Entah karena apa, ia sudah 1 minggu demam tinggi yang tidak turun-turun membuat Eiji dan Hanna khawatir.


Eiji ingin membawanya untuk ke rumah sakit tapi Anna tidak ingin, ia hanya butuh istirahat lebih lama lagi di rumah.


Teng-teng-teng


Anna mendapatkan sebuah pesan, ketika Anna ingin mengambil handphone dari sampingnya. Tubuhnya terlalu lemas untuk mengambil handphonenya.



Anna sama sekali tidak punya tenaga sama sekali, tapi dengan kuat Anna membaca pesan dari Okumura.


Pesan tersebut berbentuk voice, Anna segera mendengarkan pesan suara itu.


" Hallo an " terdengar suara Lim dari pesan suara itu.


" Ini aku Lim, kamu pasti kaget ya kok bisa Okumura yang memberikan pesan ini. Pesan ini aku buat sehari sebelum kita ingin ke Hokkaido. "


" Aku tahu pasti kamu akan sedih saat aku pergi ke Amerika, tapi kamu tahu. Aku tidak ingin melihat kamu terus bersedih, aku ingin kamu bahagia kembali seperti saat ini. Aku ingin kamu sehat terus sampai kita bertemu lagi. "


" Iya, sampai kita bertemu lagi. Aku pasti akan datang lagi sama kamu, aku pasti akan ke Jepang lagi. Jadi aku mohon, kamu tetap baik-baik saja. "


" An, aku juga merasakan sakit bagaimana caranya aku mengucapkan itu sama kamu. Aku juga bersedih, tapi An kita tidak boleh bersedih terlalu lama kan? "


" Jadi aku mohon bangkitlah kembali saat kamu terpuruk, dan jika kamu terpuruk kembali tolong dengarkan suara ini lagi terus menerus tanpa henti. "


" Satu lagi, aku tidak pernah bosan untuk mengatakan ini. Aku sangat mencintai kamu sampai kapanpun An, sangat sangat sangat. "


Pesan suara itu terhenti, air mata kembali menjatuhi pipinya. Suara yang ia rindukan, kini terdengar lagi di telinga Anna.


Anna sangat merindukan suara ini, rindu ini menjulur ke seluruh tubuhnya.


" Aku akan bangkit, tapi kamu janji kamu akan kembali. " ucap Anna dengan nada rendah.


••


3 bulan kemudian.


Okumura memberitahu Anna bahwa Lim akan bermain untuk pertama kalinya menjadi pemain NBA u-19.


Anna dengan terburu-buru langsung membeli sebuah tiket menuju New York sendirian, di katakan juga oleh Okumura bahwa Lim memilih Tim New York Knicks.


Anna ingin melihat pertandingan Lim disana, Anna berharap dapat melihatnya walau hanya sesaat.


Sesampai di New York, Anna langsung menuju stadion Madison Square Garden.


Setelah sampai disana, terlihat banyak penonton yang sudah memenuhi bangku tribun untuk menonton pertandingan ini.


Gaya khas Amerika berbeda dengan gaya khas Jepang yang terlihat harus sopan. Anna tidak dapat kebagian tempat duduk, maka dari itu ia berdiri di tribun paling atas.


" hey, number 10 is handsome isn't it? " bisik seorang wanita barat kepada salah satu temannya.


Anna mendengar ucapan dari wanita itu langsung menoleh kearah wanita yang membicarakan Lim itu.


" Yes he's very handsome. And his name is Lim " jawab salah satu temannya itu.


Perasaan Anna semakin campur aduk, tapi ia tahu. Ia tidak berhak untuk cemburu atas semua ini.


" Isn't he from Japan? " tanya wanita barat itu lagi.


" Not he's native from America, but he only lived temporarily in Japan " jawab temannya lagi.


Mereka berdua langsung berdiri dan berteriak bersamaan " Number 10, Lim. Fighting! "


Anna hanya melihat gaya Amerika yang begitu sangat frontal membuat kepercayaan diri Anna menurun, pakaian kedua wanita itu pun terlihat sangat terbuka berbeda dengan Anna yang selalu tertutup.


Tanpa sadari Lim menoleh kearah kedua wanita tersebut, dan tak senggaja melihat kearah Anna.


Anna menolehkan kembali pandangannya kearah lapangan tidak perduli dengan kedua wanita tersebut.



Tapi mata Anna dan Lim bertemu satu sama lain membuat Anna terkejut. Namun tatapan mereka hanya sebentar, setelah itu Lim hanya kembali memperhatikan permainan tim-nya.


Quarter pertama-kedua, Tim NYK kalah dengan skor 55-48.


Dan saat quarter ketiga-keempat, Lim di turunkan untuk bermain di lapangan. Suasana berubah yang tadinya menunjuk kearah lawan dari Tim NYK, kini suasana kembali ke tim NYK.


Dengan cepat Lim mengubah suasana, dan dengan cepat pula Lim mencetak skor dalam quarter ketiga-keempat.


Bel berbunyi pertanda akhir dari pertandingan, pertandingan berakhir dengan skor 99-85 yang di menangkan oleh Tim NYK.


Mungkin Anna merasa bahagia karena dapat melihat pertandingan pertama Lim dari jauh, tapi hanya dari jauh saja.


Anna tidak bisa mendekat kesana satu sentimenter pun.


Anna keluar dari stadion, kembali untuk pulang ke Jepang. Saat di waktu yang bersamaan, saat Anna ingin keluar dari stadion Lim bersama Tim-nya juga keluar dari stadion.


Mata Anna dan Lim bertemu sesaat, tapi Lim hanya acuh tak acuh kepada Anna. Ia hanya melewati Anna begitu saja tanpa menyapanya, seakan-akan ia tidak kenal dengan Anna. Seakan-akan baginya Anna adalah orang asing.


Anna mengepalkan tangannya menahan tangisnya. Melihat Lim yang sudah berubah dalam kurun waktu 3 bulan.


" Apa kamu sudah lupa denganku? " teriak Anna membuat langkah kaki Lim terhenti.


Tim-nya sama sekali tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Anna sehingga ia hanya mengerutkan dahinya dan meminta Lim untuk berbicara kepadanya.


Lim mendekati Anna dengan tatapan cuek. " Sorry, what are you talking about? "


" Maaf aku menggangumu, lain kali aku tidak akan menonton pertandingan mu lagi. "