Love Captain Handsome

Love Captain Handsome
Entahlah



Anna mendapat pesan dari Gi untuk berkencan sehari dengannya setelah hari penat yang di alami oleh Gi karena terlalu banyak pasien.


Gi mengajak Anna ke sebuah bioskop untuk menonton sebuah film yang sekarang sedang Trend di dunia.


Untuk pertama kalinya mereka berkencan layaknya seorang pasangan, tapi wajah Anna tidak terlihat senang melainkan seperti ada yang sedang dia pikirkan.


Anna selalu saja melamun saat ditanya oleh Gi, membuat Gi khawatir dengan Anna.


Gi mendekati Anna, mendekatkan wajahnya dekat dengan wajah Anna. " An, kamu gapapa? " tanyanya.


Anna terkejut melihat wajah Gi yang sangat dekat dengannya. Langsung mendorong Gi untuk menjauh darinya. Gi merasa aneh dengan perilaku Anna yang sepertinya sedang menjaga jarak dengannya.


" An. "


" Maaf, maaf aku hanya sedang tidak enak badan. " ucap Anna.


Gi langsung memegang dahi Anna untuk mengetahui tubuh Anna, dan benar tubuh Anna sangat panas.


" Kita ke rumah sakit ya? " ajak Gi.


" Ngga, aku gapapa. Bukannya ini pertama kalinya kita kencan? Kita harus buat hari ini jadi hari terbaik! " seru Anna karena merasa tidak enak kepada Gi.


" Kalau kamu tidak kuat bilang ya. "


Anna hanya tersenyum kecil dan mereka memasuki Studio Bioskop untuk segera menonton film yang mereka inginkan.


Dalam studio, Anna tidak bisa fokus pada filmnya. Tubuh Anna bergetar, ia takut bahwa Gi akan mengetahui kejadian kemarin saat ia dengan Lim.


Anna takut, Anna tidak bisa bilang.


Gi langsung menggengam jemari Anna tapi dengan cepat Anna langsung melepaskan genggaman Gi dengan tidak sadar.


Gi merasa seperti di acuhkan, ia hanya kembali menonton film. Anna mengigit bawah bibirnya merasa kesal dengan perasaan khawatir dia sekarang.


Setelah menonton film, Anna dan Gi berjalan-jalan di Ebisu Garden Place. Angin sejuk bertiup di taman ini. Iluminasi cahaya di pohon dan di istana membuat tempat ini menjadi sangat indah.


Tapi sepanjang perjalanan Gi dan Anna hanya diam tidak berbicara, Gi yang sepertinya kesal dengan Anna karena merasa di acuhkan.


Anna memberhentikan langkah kakinya " Maafin aku. " ucapnya dengan nada rendah membuat Gi memberhentikan langkah kakinya juga.


" Maaf untuk? " jawab Gi cuek.


" Dari tadi aku hanya mengacuhkan kamu saja. "


" Bukankah itu sudah biasa? " Sinis Gi.


Anna mengerutkan dahinya tidak tahu apa yang dimaksud dengan Gi.


" Apa maksud kamu? " tanya Anna tidak mengerti.


Gi membalikkan badannya untuk melihat kearah Anna. " Kamu sudah biasa mengacuhkan aku. Lebih dari sekali dan aku sudah terbiasa. "


Anna mendesah kesal kepada dirinya sendiri. " Bukan, bukan seperti itu maksud aku. "


Gi menghentak-hentakkan kakinya dengan pandangan tertunduk bertanya kepada Anna " An, kamu masih menyayangi Lim ya? "


Mata Anna melebar terkejut dengan pertanyaan Gi. " Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu? "


" Aku hanya ingin tahu saja sebagai calon suamimu nanti. "


" Aku sudah tidak ada perasaan dengannya. " jawab Anna dengan menundukkan pandangannya.


Gi melihat mata Anna yang tidak menatap kearahnya. " kamu tidak bisa bohong An. " Pikir Gi.


Gi mendekatkan tubuhnya kearah Anna. " Apa kamu benar ingin menikahi aku An? Bukan karena mabuk saja? " tanya Lim dengan serius.


Anna melihat kearah mata Gi. " Sekarang aku tanya sama kamu, kenapa kamu bertanya seperti itu? Kamu meragukan aku? " kesal Anna.


" Kalau kamu memang tidak ingin menikah denganku, lebih baik kamu kembali saja dengan Lim. " Geram Gi yang langsung meninggalkan Anna sendirian disana.


Mulut Anna berbentuk O, terkejut dengan sikap Gi yang baru pertama kalinya seperti ini.


" Aaaaaaaaa " teriak Anna kesal.


" Anna? " panggil seseorang yang membuat Anna membalikkan badannya, dan dia adalah Kirei.


" Ah Kirei!!! " seru Anna.


" Waktu yang bagus untuk meminum soju. " Lanjut Anna menarik lengan Kirei untuk membawa dan menemaninya minum.


••


Pukul 9:00 p.m


Anna sudah menghabiskan sebanyak 15 botol soju sendirian, dan kini Anna sudah benar-benar sangat mabuk sedangkan Kirei hanya meminum 1 botol soju saja.


" Hei Kirei pecundang, kenapa kamu hanya minum 1 botol saja? " ucap Anna dalam keadaan mabuk.


" Cewek ini benar-benar menyebalkan kalau sudah mabuk! " Jengkel Kirei.


Kirei memegang kedua bahu Anna untuk menyadarkan Anna kembali " An, kamu pulang ya, banyak pekerjaan! Aku tidak bisa menemani kamu pulang karena aku juga masih mempunyai banyak pekerjaan! "


" Tidak. Tidakkkk " tolak Kirei.


" Aku akan panggilkan taksi okey? "


" Tidakkkk. Aku ingin pindah apatoooo " jawab Anna.


" Kenapa! " seru Kirei.


" Disana sudah terdapat sebuah kenangan yang menyakiti-kan. " Jawab Anna.


" Kenangan? "


" Aku dan Lim.... " Kata Anna dengan setengah-setengah, dan tiba-tiba saja menangis menaruh kepalanya di atas meja dan menangis menjerit.


Seluruh pembeli disana melihat kearah Anna dan Kirei membuat Kirei sedikit risih dengan keadaan itu.


" Kalau begitu aku telepon Gi ya? "


" JANGAN!!! "


" AKU SEDANG BERTENGKAR DENGANNYA " lanjut Anna.


" Kamu benar-benar mengjengkelkan!! " Kesal Kirei.


Teng-teng-teng.


Suara telepon Anna berbunyi, membuat Kirei langsung mengambil handphone Anna dan melihat siapa yang meneleponnya malam ini.


Tidak ada nama sama sekali dalam telepon itu membuat Kirei langsung menjawab nya " Hallo? "


" Anna? "


" Ini Kirei, Anna sedang mabuk berat. "


" Kalian sedang dimana? "


" aku di sebuah tempat makan ramen dan soju di dekat Ebisu Garden Place. Cepat kesini, bawa Anna. Aku harus kembali bekerja! " Kata Kirei seraya menutup panggilan.


Kirei memiringkan kepalanya, ia lupa untuk bertanya siapa yang meneleponnya. Tapi Kirei mengangkat kedua bahunya tidak perduli.


10 menit kemudian...


Seorang lelaki dengan tubuh tinggi dan atletis mendatangi Kirei dan Anna.


Anna yang sudah tertidur dengan kepala di atas meja, sedangkan Kirei menatap lelaki itu dengan tatapan tajam.


" Jadi kamu ya Lim. " Ucap Kirei.